JawaPos.com - Lamine Yamal kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026, bukan hanya karena penampilannya yang gemilang bersama Spanyol, tetapi juga karena detail unik yang ia tampilkan pada sepatunya.
Melansir Sport Bible, saat menjalani debut sebagai starter di Piala Dunia dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, bintang muda Barcelona itu terlihat mengenakan sepatu Adidas F50 dengan sentuhan khusus berupa dua bendera yang memiliki arti penting dalam hidupnya.
Meski membela Spanyol, Yamal memilih untuk tetap membawa simbol dua negara lain yang menjadi bagian dari identitas keluarganya: Maroko dan Guinea Ekuatorial.
Baca Juga: Klasemen Sementara Grup H Piala Dunia 2026: Persaingan Ketat, Timnas Spanyol di Puncak
Menghormati Akar Keluarga
Yamal lahir di Barcelona dan telah memperkuat tim nasional Spanyol sejak level usia muda. Namun, pemain berusia 18 tahun itu memiliki hubungan yang kuat dengan dua negara Afrika.
Ibunya berasal dari Guinea Ekuatorial, sementara ayahnya berasal dari Maroko, negara yang mencuri perhatian dunia setelah mencapai semifinal Piala Dunia 2022.
Sebagai bentuk kebanggaan terhadap warisan keluarganya, Yamal secara rutin menampilkan kedua bendera tersebut di bagian belakang sepatu Adidas F50 miliknya.
Tradisi itu kembali terlihat saat pemanasan sebelum laga melawan Arab Saudi, ketika kamera menangkap detail unik pada sepatunya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Ketika Spanyol Kehilangan Sosok Finisher Tajam Seperti David Villa
Pernah Didekati Maroko
Sebelum memutuskan membela Spanyol, Maroko sempat berupaya meyakinkan Yamal untuk memperkuat Atlas Lions.
Namun, pemain muda Barcelona tersebut akhirnya memilih La Roja.
Ia sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya merasa sebagai orang Spanyol dan karena itu memutuskan melanjutkan karier internasional bersama negara tempat ia lahir dan dibesarkan.
Keputusan tersebut kini terbukti membawa hasil luar biasa, dengan Yamal sudah menjadi salah satu pemain kunci Spanyol meski usianya masih sangat muda.
Guinea Ekuatorial Juga Menaruh Harapan
Bukan hanya Maroko yang berharap mendapatkan jasa Yamal.
Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Ekuatorial, Venancio Tomas Ndong Micha, pernah mengatakan pada 2024 bahwa negaranya sangat menyayangi Yamal dan percaya sang pemain dapat memberikan banyak hal bagi sepak bola Guinea Ekuatorial.
Meski pada akhirnya memilih Spanyol, Yamal tampaknya tidak pernah melupakan asal-usul keluarganya.
Debut Starter yang Berakhir Manis
Penampilan pertama Yamal sebagai starter di Piala Dunia berlangsung sempurna.
Ia membuka keunggulan Spanyol dalam kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi dan membantu juara Euro 2024 itu kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya ditahan imbang Tanjung Verde.
Gol tersebut juga membuat Yamal masuk dalam daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dan di balik momen bersejarah itu, terdapat sebuah pesan sederhana namun bermakna dari sang wonderkid: meski mengenakan seragam Spanyol, ia tetap membawa kebanggaan terhadap akar keluarganya dari Maroko dan Guinea Ekuatorial ke panggung sepak bola terbesar di dunia.