← Beranda
Piala Dunia 2026: Ketika Spanyol Kehilangan Sosok Finisher Tajam Seperti David Villa
Andre Rizal HanafiSenin, 22 Juni 2026 | 03.53 WIB
Timnas Spanyol wajib menang lawan Arab Saudi di piala dunia. (instagram @sefutbol)

 

JawaPos.com - Timnas Spanyol kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Meski masih dihuni banyak pemain berbakat dan mampu menguasai pertandingan lewat penguasaan bola yang dominan, La Roja dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan satu persoalan yang sudah lama menghantui mereka, yakni minimnya striker tajam sekelas David Villa.

Nama David Villa masih memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Spanyol. Penyerang yang membawa negaranya meraih gelar Piala Dunia 2010 dan dua trofi Euro tersebut tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional dengan 59 gol dari 98 pertandingan.

Sejak Villa tidak lagi menjadi bagian dari tim nasional, Spanyol memang tetap mampu bersaing di level tertinggi. 

Baca Juga: Tampil Gemilang bersama Jerman di Piala Dunia 2026, Ini Fakta Asal-Usul Deniz Undav

Namun, mereka belum benar-benar menemukan sosok penyerang yang mampu memberikan kontribusi gol secara konsisten seperti yang pernah dilakukan mantan bintang Valencia dan Barcelona tersebut.

Beberapa nama sempat diharapkan menjadi penerus. Fernando Torres, yang menjadi bagian penting generasi emas Spanyol, tidak mampu mempertahankan produktivitasnya dalam jangka panjang. 

Sementara itu, Álvaro Morata beberapa kali tampil efektif, tetapi performanya bersama tim nasional kerap naik turun sehingga belum dianggap sebagai sosok yang benar-benar mengisi kekosongan yang ditinggalkan Villa.

Baca Juga: Prediksi Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 16 Besar Grup G

Situasi itu kembali terlihat pada Piala Dunia 2026. Spanyol masih mampu menciptakan banyak peluang melalui permainan kolektif yang rapi. Kreativitas lini tengah yang dipimpin Pedri serta kecepatan dan kemampuan individu Lamine Yamal menjadi senjata utama dalam membangun serangan.

Namun, ketika menghadapi lawan yang bertahan rapat, La Roja sering kali kesulitan mengubah dominasi menjadi gol. Banyak peluang tercipta, tetapi tidak semuanya mampu diselesaikan dengan efektif di depan gawang.

Kondisi tersebut membuat laga melawan Arab Saudi menjadi sangat menarik untuk disaksikan. Tim asal Timur Tengah itu dikenal memiliki organisasi pertahanan yang disiplin dan tidak mudah ditembus. 

Mereka juga cukup nyaman bermain dengan blok pertahanan rendah sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Bagi Spanyol, pertandingan ini bukan sekadar soal meraih tiga poin. Laga tersebut juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki solusi baru dalam membongkar pertahanan yang solid tanpa harus bergantung pada sosok striker klasik seperti David Villa.

Di sisi lain, perkembangan pemain muda seperti Yamal menunjukkan bahwa sepak bola modern tidak selalu membutuhkan satu pencetak gol utama. Banyak tim kini mengandalkan kontribusi gol dari berbagai posisi untuk menjaga produktivitas serangan.

Baca Juga: Prediksi Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: La Celeste Wajib Menang untuk Jaga Peluang Lolos Babak 32 Besar

Meski demikian, kerinduan terhadap sosok finisher murni masih sering muncul setiap kali Spanyol mengalami kebuntuan. 

Karena itu, pertandingan melawan Arab Saudi bisa menjadi jawaban apakah La Roja telah menemukan formula baru untuk mencetak gol, atau justru masih berada dalam bayang-bayang era David Villa yang begitu sulit tergantikan.

EDITOR: Banu Adikara