← Beranda
Jepang Pernah Belajar dari Indonesia, Kini Jadi Kekuatan Asia Berkat Visi Sepak Bola Jangka Panjang
Andre Rizal HanafiSenin, 22 Juni 2026 | 03.41 WIB
Skuad timnas Jepang. (Dok. Japan Football Association)

 

JawaPos.com - Jepang saat ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Asia. Tim Samurai Biru rutin tampil di Piala Dunia, memiliki pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa, serta dikenal dengan sistem pembinaan usia muda yang kuat.

Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa pada akhir 1970-an Jepang sempat datang ke Indonesia untuk mempelajari perkembangan kompetisi sepak bola nasional.

Pada tahun 1979, delegasi sepak bola Jepang diketahui mengunjungi Indonesia untuk melihat lebih dekat Galatama.

Kompetisi yang mulai bergulir pada tahun tersebut dianggap sebagai salah satu pionir liga semi-profesional di Asia. Di saat banyak negara masih mengandalkan sistem amatir, Galatama sudah mencoba memperkenalkan pengelolaan klub yang lebih modern.

Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic: Berhenti Panggil Jepang Sebagai Tim Kuda Hitam! Ini Tim Elit!

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi penting bagi Jepang dalam menyusun arah pengembangan sepak bola nasional mereka.

Meski tidak menyalin secara langsung, Jepang mempelajari berbagai aspek pengelolaan kompetisi dan organisasi sepak bola yang saat itu mulai berkembang di kawasan Asia.

Beberapa tahun kemudian, Jepang mengambil langkah besar dengan meluncurkan J.League pada 1993.

Baca Juga: Main Agresif! Jepang Cukur Tunisia 4-0, Hajime Moriyasu Beberkan Strategi Samurai Biru

Kompetisi profesional tersebut menjadi fondasi utama dalam pembangunan sepak bola modern di negeri tersebut.

Tidak hanya berfokus pada liga, Jepang juga mulai membangun akademi yang terintegrasi, memperkuat kompetisi usia muda, serta meningkatkan kualitas pelatih melalui sistem lisensi yang lebih terstruktur.

Selain itu, federasi sepak bola Jepang menjalankan visi jangka panjang yang konsisten. Pembinaan pemain muda dilakukan secara berkelanjutan dari tingkat sekolah hingga profesional.

Talenta-talenta terbaik juga didorong untuk berkarier di Eropa guna mendapatkan pengalaman bermain di level tertinggi.

Hasil dari strategi tersebut mulai terlihat dalam dua dekade terakhir. Jepang berhasil tampil dalam delapan edisi Piala Dunia secara beruntun sejak 1998. Mereka juga mengoleksi empat gelar Piala Asia dan secara rutin bersaing dengan negara-negara kuat dari berbagai benua.

Baca Juga: Piala Asia vs Piala Dunia: Mengapa Qatar dan Jepang Menunjukkan Wajah yang Berbeda?

Saat ini, nama-nama pemain Jepang dapat ditemukan di berbagai liga elite Eropa, mulai dari Inggris, Jerman, Spanyol hingga Italia. Keberhasilan itu tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan perencanaan matang dan konsistensi selama puluhan tahun.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh bakat pemain, tetapi juga oleh keberanian menjalankan visi jangka panjang.

Jika dulu Jepang datang untuk belajar dari Indonesia, kini Indonesia memiliki kesempatan untuk mengambil inspirasi dari keberhasilan Jepang dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.

EDITOR: Banu Adikara