JawaPos.com - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, membagikan pengalaman menariknya selama menangani skuad Singa Mesopotamia.
Mantan pelatih Timnas Australia itu mengaku delapan bulan pertamanya di Baghdad menjadi masa yang penuh pembelajaran, bukan hanya soal sepak bola tetapi juga mengenai budaya dan kehidupan masyarakat Irak.
Dalam wawancara yang dikutip dari media Prancis, Arnold mengatakan dirinya harus memahami kebiasaan para pemain sebelum menerapkan program kerja yang efektif.
Menurutnya, pendekatan tersebut sangat penting agar hubungan antara pelatih dan pemain dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: Prediksi Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 16 Besar Grup G
"Saya menghabiskan sekitar delapan bulan di Baghdad untuk belajar. Para pemain bukan robot," ujar Arnold.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pemain memiliki pola hidup yang berbeda dibandingkan dengan yang biasa ditemuinya di Australia.
Banyak pemain yang tidur hingga larut malam dan baru memulai aktivitas pada siang hari. Karena itu, sesi latihan pagi bukan menjadi pilihan yang ideal.
Baca Juga: Prediksi Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 16 Besar Grup G
Selain itu, Arnold juga menyesuaikan jadwal latihan dengan waktu ibadah para pemain. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, aktivitas sehari-hari di Irak sangat dipengaruhi oleh jadwal salat.
Bagi Arnold, memahami kebiasaan tersebut bukanlah hambatan. Sebaliknya, ia menganggapnya sebagai bagian dari tanggung jawab seorang pelatih yang bekerja di lingkungan baru.
"Saya harus belajar dari mereka," katanya.
Di luar lapangan, Arnold juga mengaku terkesan dengan tingkat disiplin para pemain Irak. Meski sering mendapat sorotan terkait kondisi keamanan kawasan Timur Tengah, ia melihat para pemain tetap fokus menjalani profesinya dan menunjukkan komitmen tinggi terhadap tim nasional.
Pelatih berusia 62 tahun itu juga menceritakan bagaimana persepsi masyarakat luar terhadap Irak sering kali berbeda dengan kenyataan yang ia temui langsung.
Banyak orang di Australia merasa khawatir ketika mengetahui dirinya menerima pekerjaan di Irak. Namun, sang istri justru mendukung penuh keputusan tersebut karena memahami kecintaannya terhadap tantangan baru.
Arnold turut menyinggung situasi geopolitik yang beberapa kali memengaruhi kawasan Timur Tengah selama masa kepemimpinannya.
Meski terdapat ketegangan regional, ia mengatakan para pemain terlihat terbiasa menghadapi kondisi tersebut karena telah menjalaninya selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Prediksi Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Adu Ketajaman Lukaku dan Taremi Penentu Laga
Hal lain yang paling membekas baginya adalah besarnya kecintaan masyarakat Irak terhadap sepak bola. Arnold menyebut olahraga ini memiliki posisi yang sangat istimewa dan jauh lebih populer dibandingkan cabang olahraga lainnya.
Menurutnya, para pemain tim nasional mendapatkan perhatian luar biasa dari publik. Mereka dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki pengaruh besar di kehidupan sehari-hari.
Bagi Arnold, fanatisme dan dukungan terhadap sepak bola di Irak menjadi salah satu yang paling kuat yang pernah ia saksikan sepanjang karier kepelatihannya.