JawaPos.com - Matheus Cunha menjadi salah satu nama yang terus mencuri perhatian di sepak bola dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Namun sebelum dikenal sebagai penyerang andalan Manchester United dan Timnas Brasil, perjalanan hidupnya dimulai dari lapangan futsal sederhana di Brasil.
Matheus Santos Carneiro da Cunha lahir di João Pessoa, Brasil, pada 27 Mei 1999. Ayahnya, Carmelo, berprofesi sebagai ahli kimia.
Meski tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia akademik, Cunha memiliki impian berbeda. Sejak kecil, ia lebih tertarik mengejar bola dibanding mengikuti jejak sang ayah.
Menariknya, langkah awal Cunha di dunia olahraga bukan berasal dari sepak bola lapangan, melainkan futsal.
Ia menghabiskan masa kecilnya bermain futsal di wilayah sekitar Recife. Di sana, bakatnya mulai terlihat. Pelatihnya saat itu menilai Cunha memiliki kemampuan yang berbeda dibanding pemain seusianya.
Selain memiliki kontrol bola yang baik, Cunha juga mampu menggunakan kedua kakinya dengan sama efektifnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Tunisia vs Jepang di Piala Dunia 2026: Momentum Cahaya Asia di Laga ke 1.000
Kecepatan berpikir dan transisi permainannya ketika menyerang maupun bertahan menjadi keunggulan yang menonjol. Melihat potensinya, sang pelatih kemudian menyarankan Cunha untuk mencoba meniti karier di sepak bola.
Keputusan besar datang ketika usianya baru menginjak 14 tahun. Cunha meninggalkan rumah dan keluarganya untuk bergabung dengan akademi Coritiba.
Jarak yang jauh dari kampung halaman menjadi tantangan tersendiri bagi remaja muda tersebut. Namun pengorbanan itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.
Empat tahun menimba ilmu di Coritiba membuka jalan menuju Eropa. Pada usia 18 tahun, Cunha menerima kesempatan bergabung dengan FC Sion di Swiss. Kepindahan itu menjadi titik awal petualangannya di sepak bola Eropa.
Di Swiss, Cunha harus beradaptasi dengan budaya baru, bahasa baru, dan lingkungan yang jauh berbeda dari Brasil.
Baca Juga: Prediksi Skor Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026: Diramalkan Sengit dan Berakhir Imbang
Meski demikian, proses adaptasi berjalan cukup baik. Pada musim pertamanya bersama Sion, ia berhasil mencetak 10 gol dan membantu tim bersaing di level yang lebih tinggi.
Performa impresif tersebut menarik perhatian klub Jerman, RB Leipzig. Pada 2018, Cunha resmi bergabung dengan klub Bundesliga tersebut.
Di Jerman, namanya mulai dikenal lebih luas. Salah satu gol spektakulernya bahkan mendapatkan penghargaan Gol Terbaik Bundesliga dan masuk dalam pembahasan calon gol terbaik dunia.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Hertha Berlin pada 2020. Di klub ibu kota Jerman itu, Cunha menunjukkan perkembangan signifikan sebagai penyerang modern yang mampu bermain di berbagai posisi lini depan.
Baca Juga: Prediksi Skor Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026: Diramalkan Sengit dan Berakhir Imbang
Pada periode yang sama, ia juga meraih salah satu pencapaian terbesar dalam karier internasionalnya dengan membantu Brasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo.
Penampilan konsisten bersama Hertha membuat Atlético Madrid tertarik merekrutnya pada 2021.
Di bawah asuhan Diego Simeone, Cunha menambah pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, ia tetap menunjukkan kontribusi penting bagi tim.
Langkah berikutnya membawanya ke Premier League bersama Wolverhampton Wanderers pada 2023. Di sinilah karier Cunha benar-benar mengalami lonjakan besar.
Ia berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Inggris berkat kombinasi kecepatan, kreativitas, dan kemampuan mencetak gol.
Penampilan apik bersama Wolves membuat Manchester United bergerak cepat mengamankan jasanya pada musim panas 2025. Kepindahan tersebut menjadi salah satu transfer besar klub dalam upaya membangun kembali kekuatan tim.
Bersama Manchester United, Cunha langsung menunjukkan pengaruh positif. Ia menjadi bagian penting dari lini serang dan membantu klub kembali bersaing di papan atas serta mengamankan tiket ke Liga Champions.
Di level internasional, Cunha juga terus memberikan kontribusi untuk Brasil. Dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Haiti, ia kembali menjadi sorotan setelah mencetak dua gol dan membantu Selecao meraih kemenangan meyakinkan.
Perjalanan Matheus Cunha menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dari lapangan futsal sederhana di Brasil hingga tampil di stadion-stadion terbesar dunia, semuanya diraih melalui keberanian mengambil risiko, kemampuan beradaptasi, dan kerja keras yang konsisten.
Kini, Cunha bukan hanya dikenal sebagai penyerang berbakat, tetapi juga sebagai contoh bagaimana mimpi besar dapat menjadi kenyataan bagi mereka yang berani mengejarnya.