JawaPos.com - Sikap terpuji ditunjukkan bek Timnas Uzbekistan Abdukodir Khusanov, setelah pertandingan melawan Kolombia di Piala Dunia 2026. Di tengah sorotan terhadap performanya di lapangan, pemain Manchester City itu mendapat perhatian karena tindakan sederhana yang menyentuh banyak orang.
Insiden itu terjadi saat pertandingan piala dunia berlangsung. Dalam sebuah momen yang tidak disengaja, Abdulkodir Khusanov bertabrakan dengan seorang juru kamera di sisi lapangan.
Benturan tersebut membuat sang juru kamera harus mendapatkan penanganan medis dari staf FIFA sebelum kondisinya dipastikan stabil. Meski insiden tersebut terjadi dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat, Khusanov tidak menganggapnya sebagai hal sepele.
Baca Juga: Prediksi Timnas Tunisia vs Jepang: Ujian Perdana Herve Renard di Piala Dunia 2026
Tak lama setelah laga berakhir, bek berusia 22 tahun itu berusaha menghubungi juru kamera yang terlibat dalam insiden tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun yang membuat kisah ini menjadi perhatian publik bukan hanya permintaan maafnya.
Khusanov juga memberikan jersey yang dia kenakan pada pertandingan tersebut, sebuah jersey yang memiliki nilai emosional sangat besar baginya karena digunakan dalam penampilan Piala Dunia pertamanya.
Bersama jersey tersebut, Khusanov menyertakan sebuah catatan singkat yang berisi dua kalimat sederhana namun penuh makna. "Saya minta maaf," ucap dia.
Pesan singkat itu mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun bagi banyak penggemar sepak bola, tindakan tersebut mencerminkan karakter dan rasa tanggung jawab seorang pemain profesional.
Di era ketika sorotan sering tertuju pada gol, statistik, dan kontroversi di lapangan, tindakan Khusanov menjadi pengingat bahwa nilai-nilai sportivitas juga memiliki tempat penting dalam sepak bola. Dia tidak hanya mengakui kesalahan yang terjadi secara tidak sengaja, tetapi juga menunjukkan empati kepada orang yang terdampak oleh insiden tersebut.
Jersey yang diberikan pun bukan sembarang seragam pertandingan. Itu adalah bagian dari salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya, yakni tampil di panggung terbesar sepak bola dunia bersama Uzbekistan.
Banyak pemain akan memilih menyimpan jersey tersebut sebagai kenang-kenangan pribadi, tetapi Khusanov justru menyerahkannya sebagai bentuk penghormatan dan permintaan maaf. Gestur sederhana itu mendapat apresiasi luas dari para penggemar.
Bagi mereka, tindakan Khusanov menunjukkan bahwa kebesaran seorang pesepak bola tidak hanya diukur dari kemampuan bermain, tetapi juga dari sikap dan kepeduliannya terhadap orang lain. Di tengah kerasnya persaingan Piala Dunia, kisah kecil dari Abdukodir Khusanov ini menjadi salah satu momen yang mengingatkan bahwa rasa hormat dan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dari olahraga.