← Beranda
Keisuke Honda Ingatkan Timnas Jepang Soal Brasil: Kemenangan Uji Coba Tak Bisa Jadi Patokan di Piala Dunia
Andre Rizal Hanafi• Sabtu, 20 Juni 2026 | 18.55 WIB
Legenda sepak bola Jepang Keisuke Honda. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pernyataan legenda sepak bola Jepang Keisuke Honda, menjadi perhatian publik setelah membahas peluang Timnas Jepang menghadapi Brasil pada babak gugur Piala Dunia 2026. 

Menurut Keisuke Honda, timnas Jepang sebaiknya tidak berharap bertemu Brasil lebih awal di piala dunia. Sebab, kualitas dan tekanan yang dihadapi tim berjuluk Selecao itu sangat berbeda dibandingkan tim lain.

Dalam komentarnya, Keisuke Honda menyinggung anggapan sebagian suporter yang merasa timnas Jepang tidak perlu takut menghadapi Brasil di piala dunia. Sebab, jepang pernah meraih kemenangan dalam laga persahabatan. 

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Jerman vs Pantai Gading: Manuel Neuer Ingin Segel Tempat ke 32 Besar

Namun, mantan pemain AC Milan tersebut menilai perbandingan itu tidak relevan untuk dijadikan ukuran dalam turnamen sebesar Piala Dunia. Honda menegaskan, Brasil yang tampil dalam pertandingan persahabatan berbeda dengan Brasil saat berlaga di ajang resmi.

Dia menyebut tekanan yang diterima para pemain Brasil sangat besar karena mereka selalu dibebani target untuk menjadi juara dunia. Menurut Honda, ekspektasi publik terhadap Brasil membuat setiap pertandingan memiliki bobot yang jauh lebih tinggi. 

Bahkan ketika mampu mencapai perempat final, hasil tersebut masih bisa dianggap sebagai kegagalan oleh banyak pendukung sepak bola di negara tersebut. Situasi itu, kata Honda, sangat berbeda dengan Jepang.

Baca Juga: Kalah dari Timnas Kolombia, Uzbekistan Justru Dapat Pujian Berkat Sikap Terpuji di Ruang Ganti

Samurai Biru memang terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir, tetapi target dan ekspektasi publik masih berada pada level yang berbeda.

Honda memberikan contoh bahwa jika Jepang berhasil menembus babak delapan besar, pencapaian tersebut akan menjadi sejarah baru yang disambut meriah oleh masyarakat. Sebaliknya, bagi Brasil, hasil serupa belum tentu dianggap sukses karena standar yang telah mereka bangun selama puluhan tahun jauh lebih tinggi.

Pernyataan Honda pun memunculkan berbagai tanggapan di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian menilai komentarnya realistis karena mencerminkan kondisi sebenarnya di sepak bola internasional. 

Ada pula yang melihatnya sebagai pengingat agar Jepang tetap fokus pada perkembangan tim tanpa terpengaruh hasil-hasil pertandingan persahabatan. Jepang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar setelah beberapa kali menunjukkan kemampuan bersaing melawan negara-negara elite. 

Namun, Honda menilai perjalanan menuju level tertinggi sepak bola dunia membutuhkan lebih dari sekadar hasil positif dalam satu atau dua pertandingan. Perbedaan terbesar antara Jepang dan Brasil bukan hanya soal kualitas pemain, melainkan juga tradisi, pengalaman, serta tekanan yang harus dihadapi di panggung terbesar sepak bola dunia. 

Karena itulah, Honda menegaskan bahwa Jepang perlu tetap realistis sekaligus terus berkembang jika ingin menantang tim-tim terbaik dunia secara konsisten.

Baca Juga: Herve Renard Dibayar 200 Ribu Euro untuk Dua Pertandingan, Tunisia Kejar Keajaiban di Piala Dunia

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah