← Beranda
Perbedaan Mencolok Piala Dunia 2022 dan 2026, Tambahan Waktu Kini Jauh Lebih Singkat
Andre Rizal HanafiSabtu, 20 Juni 2026 | 03.42 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)

 

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan pemandangan yang cukup berbeda dibandingkan edisi sebelumnya di Qatar pada 2022. Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat adalah durasi tambahan waktu atau injury time yang kini jauh lebih singkat.

Pada Piala Dunia 2022, penonton sudah terbiasa melihat tambahan waktu mencapai 10 hingga 12 menit, bahkan lebih, dalam satu pertandingan.

Saat itu FIFA memang menerapkan instruksi yang lebih ketat kepada wasit untuk menghitung seluruh waktu yang hilang akibat pergantian pemain, selebrasi gol, perawatan cedera, hingga berbagai bentuk penundaan permainan.

Baca Juga: Prediksi Brasil vs Haiti di Piala Dunia 2026: Selecao Wajib Menang Besar Demi Puncak Klasemen Grup C

Namun situasinya berbeda di Piala Dunia 2026. Rata-rata tambahan waktu kini hanya berada di kisaran empat hingga enam menit per pertandingan.

Menariknya, angka tersebut sudah termasuk jeda water break yang dalam beberapa laga bisa berlangsung hingga tiga menit.

Lalu apa yang menyebabkan perubahan ini?

Salah satu faktor terbesar adalah sejumlah kebijakan baru yang dirancang untuk mengurangi pemborosan waktu selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga: Dugaan Match Fixing Berujung Larangan Visa! Elye Wahi Absen Bela Pantai Gading Lawan Jerman di Piala Dunia 2026

FIFA dan IFAB dalam beberapa tahun terakhir memang terus berupaya meningkatkan effective playing time atau waktu bola benar-benar dimainkan.

Salah satu aturan yang cukup terasa dampaknya adalah pembatasan waktu bagi pemain yang mengalami cedera.

Pemain yang mendapatkan perawatan lebih dari batas tertentu harus meninggalkan lapangan untuk sementara sebelum diizinkan kembali bermain.

Aturan ini membuat pemain berpikir dua kali sebelum mencoba mengulur waktu dengan berpura-pura mengalami cedera atau berlama-lama di atas lapangan.

Selain itu, wasit kini juga lebih tegas terhadap kiper maupun pemain yang sengaja memperlambat jalannya pertandingan.

Baca Juga: Kekalahan Qatar dari Kanada di Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan, Fans Timnas India Masih Dendam!

Proses pergantian pemain juga berlangsung lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu karena pengawasan yang lebih ketat dari ofisial pertandingan.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah adaptasi tim-tim peserta. Setelah melihat bagaimana tambahan waktu dihitung secara ekstrem pada Piala Dunia 2022, banyak tim mulai memahami bahwa strategi membuang waktu tidak lagi memberikan keuntungan sebesar sebelumnya. Sebaliknya, setiap detik yang hilang berpotensi dikembalikan oleh wasit di akhir pertandingan.

Baca Juga: Prediksi Skor Amerika Serikat vs Australia di Piala Dunia 2026: Folarin Balogun Siap Bombardir Gawang Socceroos

Hasilnya mulai terlihat di Piala Dunia 2026. Meski terdapat water break yang relatif lebih lama, total injury time justru lebih pendek dibanding empat tahun lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya FIFA untuk mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan menit bermain efektif perlahan mulai memberikan hasil.

Bagi penonton, perubahan ini tentu menjadi kabar baik. Pertandingan mengalir lebih lancar, ritme permainan terjaga, dan momen pemain berguling-guling terlalu lama demi menghabiskan waktu kini semakin jarang terlihat.

EDITOR: Banu Adikara