JawaPos.com - Momen langka terjadi pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026. Legenda sepak bola Prancis Zinedine Zidane, menyaksikan langsung putranya, Luca Zidane, harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali akibat aksi luar biasa Lionel Messi.
Melansir Give Me Sport, video reaksi Zidane di tribun pun langsung menjadi viral. Mantan pelatih Real Madrid itu terlihat tenang, tetapi jelas tidak terlalu menikmati malam yang sulit bagi putranya saat Aljazair takluk 0-3 dari juara bertahan Argentina.
Meski lahir di Prancis dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Spanyol, Luca Zidane memenuhi syarat untuk memperkuat Aljazair. Kiper berusia 28 tahun yang saat ini bermain untuk Granada itu resmi berganti kewarganegaraan menjelang Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Tiga Alasan Jerman Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026 Setelah Hancurkan Curacao 7-1
Pada laga pertamanya di turnamen tersebut, Luca langsung menghadapi tantangan berat melawan Argentina yang dipimpin Lionel Messi. Bintang Inter Miami itu tampil luar biasa dengan mencetak hattrick dan membawa La Albiceleste meraih kemenangan meyakinkan 3-0.
Reaksi Zidane di Tribun Jadi Sorotan
Penampilan Luca di bawah mistar gawang tidak berjalan sesuai harapan. Dia hanya mencatat tiga penyelamatan sepanjang pertandingan dan kebobolan tiga gol dari Messi.
Ketika Argentina unggul 2-0 dengan sekitar 15 menit waktu tersisa, kamera televisi menyorot Zinedine Zidane yang duduk di tribun.
Baca Juga: Klasemen Sementara Grup J Piala Dunia 2026: Timnas Argentina Memimpin!
Legenda Real Madrid tersebut tampak serius dan sempat berjabat tangan dengan ayahnya sebelum kembali duduk. Ekspresinya yang datar dan tanpa banyak reaksi langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Penampilan Luca Zidane Tuai Kritik
Penampilan sang kiper juga memicu berbagai komentar dari para penggemar sepak bola. Sebagian menilai Luca tampil di bawah standar pada pertandingan tersebut.
Ada yang mempertanyakan kualitasnya sebagai penjaga gawang utama Aljazair. Sementara yang lain menilai statusnya sebagai putra Zinedine Zidane turut menjadi alasan namanya mendapat sorotan lebih besar.
Namun, kritik itu datang di tengah kondisi fisik Luca yang sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Beberapa bulan sebelum Piala Dunia, Luca mengalami cedera serius setelah benturan keras dalam pertandingan melawan Almeria. Insiden itu menyebabkan patah tulang rahang, cedera dagu, dan gegar otak, sehingga dia harus menjalani operasi dan mengakhiri musim lebih cepat.
Meski demikian, dia tetap masuk dalam skuad Aljazair untuk Piala Dunia 2026. Karena proses pemulihan belum sepenuhnya selesai, Luca bermain dengan masker hitam pelindung yang menutupi sebagian wajahnya.
"Saya baik-baik saja, saya sudah tidak merasakan sakit lagi. Operasinya berjalan lancar dan sudah lima minggu berlalu. Saya kembali berlatih di lapangan dua minggu lalu dan saya sangat senang," ujar Luca menjelang turnamen.
Baca Juga: Cetak Brace untuk Timnas Prancis, Kylian Mbappe Ungkap Mudahnya Kerja Sama dengan Michael Olise
Kekalahan dari Argentina membuat Aljazair harus segera bangkit apabila ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Luca Zidane dan rekan-rekannya kini mengalihkan fokus ke pertandingan kedua Grup J melawan Yordania pada 22 Juni.
Sementara itu, Lionel Messi terus melanjutkan perburuan rekor baru setelah menyamai torehan 16 gol Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.