← Beranda
Tampil Gemilang saat Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol, Vozinha Dapat Hadiah Spesial dari Pemerintah AS!
Andika Rachmansyah• Jumat, 19 Juni 2026 | 03.46 WIB
Vozinha usai laga Tanjung Verde vs Spanyol (FIFA)

 

JawaPos.com - Kabar baik datang dari kiper Tanjung Verde, Vozinha, setelah tampil gemilang melawan Spanyol di laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Penampilannya yang menyita perhatian dunia itu membuat Vozinha mendapat hadiah spesial dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

Nama Vozinha mendadak jadi sorotan saat Tanjung Verde secara mengejutkan menahan imbang Spanyol 0-0 di Atlanta Stadium, Senin (15/6) lalu. Kiper veteran berusia 40 tahun itu total melakukan tujuh penyelamatan penting, hingga membuatnya keluar sebagai Man of the Match dalam laga tersebut.

Selepas pertandingan, Vozinha begitu emosional. Selain karena bangga, ia juga sedikit kecewa karena aksi memukaunya ini tak bisa disaksikan langsung oleh keluarga tercintanya, terkhusus sang ibu.

Baca Juga: Prediksi Skor Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026: Kans Cyle Larin Bombardir Gawang The Maroons

"Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya. Sayangnya, mereka tidak ada di sini. Mereka meninggal beberapa tahun sebelumnya. Mereka adalah segalanya bagi saya, segalanya dalam hidup saya," kata Vozinha.

"Dan juga karena ibu saya. Dia tidak bisa datang ke sini karena masalah visa. Karena biaya visa yang mahal, kami tidak berhasil tepat waktu. Saya ingin dia ada di sini," sambungnya.

Pernyataan Vozinha itu langsung menyedot perhatian publik, tak terkecuali Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries. Jeffries bahkan langsung berkoordinasi dengan pemerintah AS untuk mewujudkan impian sang kiper, yakni ditonton langsung oleh ibunda tercintanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Duel Tim Unggulan Rawan Berakhir Imbang!

"Tidak ada ibu yang seharusnya melewatkan kesempatan untuk melihat anaknya membuat sejarah," tulis Jeffries di akun media sosial X pribadinya, dipetik Kamis (18/6).

"Saya berbicara dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan meminta Departemen Luar Negeri untuk melakukan segala daya upaya untuk memastikan bahwa ibunya dapat menghadiri pertandingan Cape Verde berikutnya," tambahnya.

Jeffries menekankan bahwa biaya perjalanan termasuk visa digratiskan. Kata dia, pemerintah AS sedang mengatur perjalanan ibu Vozinha untuk bisa menyaksikan langsung anaknya beraksi ketika Tanjung Verde menghadapi Uruguay pada Sabtu (21/6/2026) mendatang.

Diketahui, Tanjung Verde adalah salah satu dari lima negara yang berpartisipasi dalam turnamen yang warganya diwajibkan oleh pemerintah AS untuk membayar deposit visa yang dapat dikembalikan sekitar £11.000, meskipun penggemar dengan tiket pertandingan dibebaskan dari aturan tersebut pada bulan Mei.

"Merupakan suatu kehormatan untuk mengumumkan bahwa ibu Vozinha akan dapat memperoleh visa tepat waktu untuk menghadiri pertandingan hari Minggu ini melawan Uruguay. Semua biaya telah dibebaskan sesuai dengan kebijakan resmi. Pengaturan perjalanan sekarang sedang dilakukan agar ibu dan anak dapat bertemu kembali di Miami," ujar dia.

"Saya berterima kasih kepada Menteri Rubio, pejabat Departemen Luar Negeri AS, pemerintah Tanjung Verde, dan FIFA karena telah bekerja sama untuk mewujudkan hal ini," tambahnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Jadi Penentu Kalahkan The Dragons

Pengumuman dari Jeffries pun dibenarkan oleh seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS. Mereka mengonfirmasi ibu Vozinha akan diterbangkan dari Tanjung Verde ke Miami sesegera mungkin.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa tim visa kami di Praia sedang berhubungan erat dengannya dan menyediakan layanan yang dibutuhkan," papar pejabat Kemenlu AS, dipetik dari BBC Sport.

Ibu Vozinha, Ana Candida Evora juga sudah mengonfirmasi kepada BBC di rumahnya di Sao Vicente bahwa dia akan segera ke AS. Dia mengaku sangat senang dan berjanji akan memeluk erat anaknya.

"Saya sangat senang. Ini terjadi begitu cepat, tetapi saya tetap cukup senang. Saya akan melihat putra saya bermain di Piala Dunia, insya Allah. Saya pergi ke sana untuk mendukungnya, untuk memberinya kekuatan dan keberanian. Aku akan memeluknya setelah pertandingan," tutup Ana.

EDITOR: Banu Adikara