JawaPos.com - Timnas Argentina tidak hanya dikenal karena prestasi dan deretan pemain bintangnya. Di balik perjalanan panjang Albiceleste, terdapat sebuah cerita yang terus hidup di kalangan suporter, yakni legenda "Tilcara al Mundial".
Slogan tersebut kerap terlihat dalam berbagai pertandingan Argentina. Bagi sebagian penggemar sepak bola, kalimat itu bukan sekadar dukungan, melainkan bagian dari folklore yang telah diwariskan selama puluhan tahun.
Cerita bermula menjelang Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu skuad Argentina disebut menjalani persiapan di kawasan Tilcara, sebuah wilayah pegunungan yang berada di ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut.
Menurut kisah yang berkembang di masyarakat setempat, para pemain Argentina berlatih sekaligus berdoa di kawasan tersebut. Mereka diyakini bernazar bahwa apabila berhasil menjadi juara dunia, tim akan kembali ke Tilcara dengan membawa trofi Piala Dunia sebagai bentuk rasa syukur.
Perjalanan Argentina di turnamen itu kemudian berakhir manis. Dipimpin oleh legenda sepak bola dunia, Diego Maradona, Argentina berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 1986 setelah menampilkan performa impresif sepanjang kompetisi.
Namun, janji untuk kembali ke Tilcara disebut tidak pernah benar-benar dipenuhi. Tahun demi tahun berlalu tanpa kunjungan resmi dari para pemain juara dunia tersebut.
Baca Juga: Hattrick Bersejarah Lionel Messi di Piala Dunia 2026! Deretan Rekor Gila yang Sulit Dipecahkan
Sejak saat itu, muncul kepercayaan di kalangan sebagian pendukung bahwa Argentina mengalami "kutukan Tilcara". Meski beberapa kali memiliki generasi emas dan tampil kompetitif, Argentina selalu gagal mengangkat trofi Piala Dunia dalam berbagai edisi berikutnya.
Legenda tersebut kembali mencuat pada 2018. Tiga mantan pemain skuad juara 1986, yakni Sergio Batista, Jorge Burruchaga, dan Ricardo Bochini, datang ke Tilcara.
Dalam kunjungan itu mereka membawa replika trofi Piala Dunia sebagai simbol pemenuhan janji yang pernah dibuat lebih dari tiga dekade sebelumnya. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang selama bertahun-tahun menunggu momen tersebut.
Empat tahun berselang, Argentina akhirnya kembali menjuarai Piala Dunia pada 2022 di Qatar. Kesuksesan itu membuat kisah Tilcara kembali ramai dibicarakan dan dianggap sebagai akhir dari "kutukan" yang selama ini dipercaya sebagian penggemar.
Meski tidak ada bukti yang dapat menghubungkan legenda tersebut dengan prestasi di lapangan, kisah Tilcara al Mundial tetap menjadi bagian menarik dari budaya sepak bola Argentina.
Bagi banyak suporter, cerita itu bukan soal mistis atau takhayul, melainkan tentang pentingnya menepati janji dan menghormati sejarah yang telah membentuk perjalanan sebuah tim nasional.