JawaPos.com — Lionel Messi mencetak hattrick pertama sepanjang kariernya di Piala Dunia saat membawa Argentina menang 3-0 atas Aljazair pada Piala Dunia 2026, Selasa (17/6/2026).
Tiga gol itu bukan hanya memastikan kemenangan Albiceleste, tetapi juga mengantar sang megabintang berusia 38 tahun ke puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Performa Messi menjadi sorotan utama di tengah pesta gol para bintang dunia. Beberapa jam sebelumnya, Kylian Mbappé dan Erling Haaland sama-sama mencetak dua gol untuk tim masing-masing.
Namun, Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang mampu melampaui ekspektasi. Hattrick tersebut menjadi salah satu penampilan paling bersejarah dalam perjalanan kariernya bersama Argentina.
Baca Juga: Klasemen Sementara Grup J Piala Dunia 2026: Timnas Argentina Memimpin!
Bagaimana Messi Menorehkan Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia?
Tiga gol ke gawang Aljazair membuat Messi kini mengoleksi 16 gol sepanjang penampilannya di Piala Dunia. Jumlah itu menyamai rekor legenda Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Messi berhasil melewati catatan Ronaldo Nazario yang sebelumnya mengoleksi 15 gol di Piala Dunia. Dengan masih berlangsungnya turnamen 2026, peluang Messi menjadi pemegang tunggal rekor tersebut terbuka sangat lebar.
Prestasi ini terasa semakin istimewa mengingat usianya yang sudah menginjak 38 tahun. Pada usia ketika banyak pemain telah pensiun dari level internasional, Messi justru terus menambah koleksi rekor.
Selain itu, Messi kini mengoleksi 120 gol bersama tim nasional Argentina. Catatan tersebut hanya kalah dari Cristiano Ronaldo yang telah mengemas 143 gol internasional.
Baca Juga: Profil Luca Zidane: Kiper Aljazair yang Tiga Kali Dibobol Lionel Messi saat dari Timnas Argentina
Mengapa Hattrick Ini Sangat Spesial?
Hattrick ke gawang Aljazair menjadi yang pertama bagi Messi dalam sejarah penampilannya di Piala Dunia. Meski demikian, ini merupakan kali ketiga dirinya mencetak minimal dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Pada usia 38 tahun 357 hari, Messi resmi menjadi pemain tertua dalam sejarah Piala Dunia putra yang mampu mencatatkan brace maupun hattrick.
Ia melampaui rekor Cristiano Ronaldo yang mencetak hattrick melawan Spanyol pada Piala Dunia 2018 saat berusia 33 tahun.
Tak hanya itu, laga melawan Aljazair juga menghasilkan hattrick ke-11 Messi bersama Argentina. Konsistensinya selama lebih dari dua dekade membuat pencapaian tersebut semakin mengesankan.
Ada fakta menarik lainnya yang memperlihatkan panjangnya perjalanan karier Messi.
Gol pertamanya di Piala Dunia tercipta pada 2006 saat berusia 18 tahun, sementara hattrick terbaru datang 20 tahun kemudian ketika usianya sudah 38 tahun.
Messi kini memegang status sebagai pencetak gol termuda sekaligus tertua Argentina di ajang Piala Dunia. Sebuah pencapaian yang menggambarkan betapa panjang dan luar biasanya karier sang kapten.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Rekor-Rekor Lain yang Ikut Pecah
Selain menyamai rekor gol Miroslav Klose, Messi juga menorehkan sejumlah catatan bersejarah lainnya.
Salah satunya adalah menjadi pemain kedua yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda setelah Cristiano Ronaldo.
Messi juga menjadi pemain Argentina pertama yang mencetak gol dalam lima pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Sebelumnya, rekor terbaik dipegang Hernán Crespo dan Guillermo Stábile yang hanya mencetak masing-masing empat gol.
Saat ini Messi telah mencetak gol dalam lima pertandingan Piala Dunia berturut-turut.
Jika kembali mencetak gol pada laga berikutnya, ia akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia beruntun.
Dari sisi penampilan, Messi juga semakin menjauh dari para pesaingnya.
Pertandingan melawan Aljazair menjadi penampilan ke-27 miliknya di Piala Dunia, memperpanjang rekor sebagai pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah turnamen.
Messi juga menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia. Menariknya, Cristiano Ronaldo berpeluang menyamai rekor tersebut ketika Portugal memainkan laga berikutnya di Piala Dunia 2026.
Dominasi Messi yang Belum Berakhir
Laga kontra Aljazair juga menandai penampilan internasional ke-200 Messi bersama Argentina.
Ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah sepak bola yang mencapai angka tersebut setelah Cristiano Ronaldo dengan 228 caps dan Bader Al-Mutawa dengan 202 caps.
Sejak menjalani debut internasional melawan Hungaria pada 2005, Messi telah mencatatkan 176 kontribusi gol dalam 200 pertandingan bersama tim nasional.
Angka itu menunjukkan betapa besar pengaruhnya bagi Argentina selama lebih dari dua dekade.
Aljazair juga menjadi negara ke-11 yang berhasil dibobol Messi di ajang Piala Dunia. Jumlah tersebut menjadi rekor tersendiri karena belum ada pemain lain yang mampu mencetak gol ke lebih banyak negara dalam sejarah kompetisi.
Meski tidak menyumbang assist dalam laga tersebut, Messi tetap memiliki delapan assist di Piala Dunia.
Catatan itu menyamai legenda Argentina Diego Maradona sebagai pemilik assist terbanyak sejak data assist mulai dicatat pada 1966.
Keberhasilan Argentina mempertahankan banyak pemain dari skuad juara Piala Dunia 2022 turut menjadi faktor penting.
Sebanyak 17 pemain dari tim juara empat tahun lalu kembali tampil di Piala Dunia 2026, jumlah yang menjadi salah satu terbanyak di antara seluruh peserta.
Dengan sederet rekor yang terus bertambah, Messi kembali membuktikan alasan dirinya disebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Di usia 38 tahun, ia tidak hanya bertahan di level tertinggi, tetapi juga terus menulis sejarah baru yang mungkin sulit disamai generasi berikutnya.