← Beranda
Sambil Menangis, Hajime Moriyasu Minta Maaf kepada Wataru Endo yang Pensiun dari Timnas Jepang
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 17 Juni 2026 | 00.09 WIB
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Keputusan pahit mewarnai persiapan Jepang menuju Piala Dunia 2026. Pelatih Samurai Biru, Hajime Moriyasu, mengungkapkan penyesalannya sambil menahan tangis setelah keputusan yang diambilnya berujung pada pensiunnya Wataru Endo dari tim nasional Jepang.

Endo sebelumnya berjuang keras memulihkan kondisi usai menjalani operasi kaki. Gelandang Liverpool berusia 33 tahun itu bahkan berhasil masuk ke dalam skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026 dan telah bergabung bersama tim.

Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, Moriyasu bersama staf medis memutuskan bahwa kondisi sang pemain belum cukup ideal untuk tampil di turnamen tersebut. Keputusan itu membuat Endo harus dicoret dari skuad, sebelum akhirnya sang kapten memutuskan mengakhiri perjalanan internasionalnya.

Baca Juga: Gagal Menjaga Keunggulan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Dihujani Kritik Media Belanda!

Moriyasu Akui Keputusan Itu Berasal dari Dirinya

Melansir This Is Anfield, dalam konferensi pers menjelang laga pembuka Grup F melawan Belanda, Moriyasu menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan tanggung jawabnya.

“Secara keseluruhan, saya dan staf medis sepakat bahwa akan sulit baginya untuk bermain dengan performa 100 persen,” ujar Moriyasu.

“Berdasarkan pengamatan saya sendiri terhadap rehabilitasinya, saya membuat penilaian itu.”

Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku tidak sempat memikirkan bagaimana reaksi Endo ketika menyampaikan kabar buruk tersebut.

“Saya tidak punya waktu untuk mengantisipasi reaksinya ketika saya memberi tahu dia bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari tim.”

“Yang kupikirkan hanyalah, 'Aku sedang mengatakan sesuatu yang benar-benar mengerikan kepada pemain ini'.”

Menurut Moriyasu, Endo menerima keputusan tersebut dengan tenang.

“Meskipun saya tidak bisa mengetahui perasaan Endo yang sebenarnya, dari segi sikapnya, dia mendengarkan dengan tenang. Kami berbincang dengan tenang.”

Baca Juga: Timnas Korea Selatan Boikot Media Lokal di Piala Dunia 2026 Gara-gara Ejek Son Heung-min Soal Wajib Militer

Menahan Air Mata dan Meminta Maaf

Suasana emosional menyelimuti konferensi pers ketika Moriyasu berbicara dengan suara bergetar dan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Kami tidak hanya menyakiti Endo, tetapi kami juga menyebabkan rasa sakit pada keluarganya, yang sangat menyayanginya, para pendukung, dan banyak orang lainnya.”

“Saya sangat menyesal dan ingin meminta maaf.”

Meski demikian, Moriyasu menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak pernah mengurangi rasa hormatnya kepada sang pemain.

“Namun, saya tidak pernah kehilangan rasa hormat kepada pemain. Saya selalu memperlakukan pemain dengan rasa hormat itu.”

“Dalam mengambil keputusan ini, saya tidak melupakan rasa hormat saya kepada pemain tersebut, karena saya bertindak dengan mempertimbangkan tim dan Jepang.”

Baca Juga: Sinar Cahaya Asia di Piala Dunia 2026! Peluang Jepang Tanpa Kaoru Mitoma, Takumi Minamino dan Wataru Endo

Akhir Perjalanan Internasional Sang Kapten

Selama 11 tahun membela Samurai Biru, Endo mencatatkan 73 penampilan dan menjadi salah satu sosok penting di ruang ganti. Sejak 2023, ia dipercaya mengenakan ban kapten dan menjadi pemimpin generasi baru Jepang.

Sayangnya, perjalanan tersebut harus berakhir dengan cara yang tidak diinginkan. Alih-alih tampil di Piala Dunia 2026, Endo kini hanya bisa mendukung rekan-rekannya dari luar lapangan.

Setelah turnamen berakhir, mantan pemain Stuttgart itu diperkirakan akan kembali ke Liverpool untuk menjalani pramusim bersama pelatih baru Andoni Iraola.

Dengan kontraknya yang hanya tersisa satu tahun dan rumor kepindahan yang mulai bermunculan, beberapa pekan awal di AXA Training Centre berpotensi menjadi momen penting dalam menentukan masa depan sang gelandang.

Terlepas dari bagaimana akhir karier internasionalnya terjadi, Wataru Endo tetap meninggalkan warisan sebagai salah satu kapten paling dihormati dalam sejarah modern tim nasional Jepang.

EDITOR: Banu Adikara