← Beranda
Keito Nakamura Dikritik karena Pelindung Kaki Mini saat Timnas Jepang Hadapi Belanda di Piala Dunia 2026
Andre Rizal Hanafi• Selasa, 16 Juni 2026 | 06.30 WIB
Skuad timnas Jepang. (Dok. Japan Football Association)

 

JawaPos.com - Penampilan gelandang Timnas Jepang Keito Nakamura menjadi perbincangan hangat di media sosial X. Bukan karena gol atau assist yang dia ciptakan, melainkan karena penampilannya yang dianggap tidak biasa saat berlaga di ajang Piala Dunia 2026.

Sejumlah netizen di Eropa mempertanyakan apakah pemain timnas Jepang berusia 25 tahun itu benar-benar menggunakan pelindung kaki atau shin guard saat bertanding di piala dunia. Mereka juga menyinggung ketegasan FIFA dan International Football Association Board (IFAB) dalam menerapkan aturan perlengkapan pemain di lapangan.

Perdebatan muncul karena Keito Nakamura terlihat mengenakan kaos kaki yang jauh lebih pendek dibandingkan mayoritas pesepak bola profesional lainnya. Dari kejauhan, kaki bagian bawah pemain timnas Jepang tersebut tampak nyaris tanpa perlindungan, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

Baca Juga: Mengapa Jersey Timnas Jepang Berwarna Biru? Ini Sejarah Panjang Lahirnya Samurai Blue

Gaya tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi Nakamura. Saat membela klub Prancis, Stade de Reims, dia juga kerap tampil dengan kaos kaki pendek yang menjadi ciri khasnya. 

Penampilan unik itu sudah beberapa kali menarik perhatian penggemar sepak bola sejak dirinya berkarir di kompetisi Eropa. Meski begitu, banyak pihak yang kemudian memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut.

Beberapa pengamat dan penggemar menjelaskan bahwa Nakamura tetap menggunakan shin guard sesuai aturan yang berlaku. Hanya saja, ukuran pelindung kaki yang dipakai disebut jauh lebih kecil dibandingkan standar yang lazim digunakan pemain lain.

Baca Juga: Luis de la Fuente Pujian Gavi: Pemain Muda yang Menjadi Inspirasi Timnas Spanyol

Pelindung tersebut dikabarkan ditempatkan di balik kaos kaki pendeknya sehingga tidak terlalu terlihat dari luar. Karena ukurannya yang minimalis, banyak penonton yang mengira Nakamura bermain tanpa perlindungan sama sekali.

Dalam Laws of the Game yang diterbitkan IFAB, pemain memang diwajibkan menggunakan shin guard saat pertandingan resmi. Namun, regulasi tersebut tidak secara rinci mengatur ukuran minimum pelindung kaki yang harus digunakan.

Selama perlengkapan tersebut memenuhi ketentuan dasar dan dianggap memberikan perlindungan yang memadai, pemain tetap diperbolehkan tampil di lapangan. Fenomena penggunaan shin guard berukuran kecil sebenarnya bukan hal asing dalam sepak bola modern.

Sejumlah pemain profesional di berbagai liga Eropa juga pernah terlihat menggunakan pelindung kaki berukuran sangat kecil demi alasan kenyamanan dan kebebasan bergerak. Meski menuai perdebatan, gaya unik Keito Nakamura justru menambah daya tarik tersendiri bagi pemain yang menjadi salah satu andalan Timnas Jepang tersebut.

Di tengah sorotan publik, Nakamura tetap fokus membantu Samurai Biru melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia 2026 dan membuktikan kualitasnya di atas lapangan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah