JawaPos.com - Pertemuan dua kekuatan besar di Grup C Piala Dunia 2026 berakhir tanpa pemenang. Timnas Brasil dan Maroko harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 di Stadion MetLife, dalam laga yang memperlihatkan potensi besar Singa Atlas sekaligus mengungkap sejumlah masalah yang masih membayangi Selecao.
Melansir Reuters, Ismael Saibari membawa Maroko unggul lebih dulu lewat gol yang pantas mereka dapatkan, sebelum Vinicius Junior menyelamatkan timnas Brasil melalui aksi individu brilian yang memastikan kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin.
Hasil tersebut membuat persaingan di Grup C tetap terbuka, dengan Haiti dan Skotlandia masih harus memainkan pertandingan mereka.
Baca Juga: Empat Kisah Besar yang Mengiringi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026
Bagi Maroko, semifinalis Piala Dunia 2022, itu kembali menunjukkan bahwa keberhasilan mereka empat tahun lalu bukan kebetulan. Tim asuhan Mohamed Ouahbi tampil lebih terorganisir dan mampu membuat Brasil kesulitan sepanjang sebagian besar pertandingan.
Sebaliknya, tim besutan Carlo Ancelotti justru menyisakan sejumlah tanda tanya. Permainan mereka terlihat kurang terkoordinasi dan beberapa kali kewalahan menghadapi kecepatan serta pergerakan pemain Maroko.
"Saya rasa kami tidak memulai pertandingan dengan baik, tim agak gugup, kami terlalu sering kehilangan penguasaan bola dan kalah dalam terlalu banyak duel. Babak pertama tidak bagus," kata Ancelotti.
Baca Juga: Pelatih Tanjung Verde Tegaskan Timnya Tak Gentar Hadapi Timnas Spanyol di Debut Piala Dunia
"Permainan membaik di babak kedua; ini pertandingan yang sulit karena Maroko adalah tim yang bagus. Saya rasa ada sedikit rasa gugup. Di babak pertama mereka berhasil lolos dari tekanan kami dan melakukan serangan balik yang berbahaya," lanjut dia.
Sementara itu, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan timnya belum puas hanya dengan mengulang pencapaian semifinal di Qatar 2022. "Jika Anda bertanya apakah saya ingin memiliki jalur yang sama seperti pada tahun 2022, tidak, saya ingin melangkah lebih jauh dari semifinal kali ini," ujar dia.
"Ini hanya satu poin, tetapi kami berharap bisa mendapatkan lebih banyak. Satu poin sudah cukup dan kami akan terus meningkatkan performa," imbuh dia.
Maroko Lebih Tajam Sejak Awal
Maroko tampil lebih hidup sejak menit-menit awal. Achraf Hakimi dan Bilal El Khannouss terus memberikan ancaman dari sisi sayap, sementara lini tengah Brasil berulang kali ditembus dengan mudah. Peluang pertama Brasil hadir pada menit ke-14, tetapi Igor Thiago gagal memanfaatkannya setelah sundulannya melenceng dari sasaran.
Tujuh menit berselang, kelemahan pertahanan Brasil akhirnya benar-benar dihukum. Lucas Paqueta kehilangan bola di lini tengah dan memberi kesempatan kepada Brahim Diaz untuk mengirim umpan kepada Ismael Saibari.
Marquinhos dan Gabriel terlambat mengantisipasi, sementara Alisson terlalu jauh meninggalkan garis gawangnya. Saibari pun dengan tenang melepaskan lob untuk membawa Maroko unggul 1-0. Brasil terus kesulitan menghadapi intensitas permainan lawan. Beruntung bagi mereka, Vinicius Junior mampu menghadirkan momen magis pada menit ke-32.
Baca Juga: Momen Indah di Piala Dunia 2026! Pemain Timnas Jerman dan Curacao Berdoa Bersama usai Pertandingan
Menerima umpan Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti, pemain Real Madrid itu bergerak ke dalam dan melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Yassine Bounou. Menjelang turun minum, Brasil hampir membalikkan keadaan. Namun, Bounou tampil sigap menggagalkan tendangan salto Lucas Paqueta.
Pergantian Pemain Membantu Brasil
Ancelotti melakukan perubahan saat jeda dengan memasukkan Danilo dan Fabinho menggantikan Roger Ibanez serta Casemiro. Pergantian itu membuat Brasil lebih tenang dalam menguasai bola dan mulai mendominasi jalannya babak kedua. Maroko dipaksa bertahan lebih dalam, meski Brasil masih kesulitan menciptakan peluang bersih.
Kesempatan terbaik baru hadir pada menit ke-78 ketika Raphinha menerima umpan dari Vinicius, tetapi peluang tersebut gagal berbuah gol. Memasuki menit-menit akhir, Brasil kembali meningkatkan tekanan. Matheus Cunha hampir menjadi pahlawan kemenangan, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup untuk menaklukkan Bounou.
Baca Juga: Gol Maroko ke Gawang Timnas Brasil Disebut Tak Lepas dari Blunder Alisson Becker
Pada akhirnya, kedua tim harus puas berbagi angka. Meski gagal menang, Maroko pulang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kembali membuktikan diri mampu bersaing dengan raksasa sepak bola dunia.
Sementara bagi Brasil, hasil ini menjadi pengingat bahwa ambisi meraih gelar keenam tidak akan tercapai tanpa perbaikan signifikan, terutama dalam hal organisasi permainan dan keseimbangan di lini tengah.
Dengan Haiti dan Skotlandia menanti di dua laga berikutnya, Selecao masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Namun, penampilan melawan Maroko menunjukkan bahwa jalan menuju Rumo ao Hexa tidak mudah.