JawaPos.com - Enam belas tahun setelah meraih gelar Piala Dunia pertama mereka, timnas Spanyol kembali datang sebagai salah satu kandidat kuat juara di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tim racikan Luis de la Fuente membawa kombinasi ideal berupa generasi muda bertalenta, pengalaman juara, dan fondasi taktik yang matang. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa reputasi besar di atas kertas tidak selalu menjamin kesuksesan.
Melansir Sports Illustrated, ada sejumlah cerita menarik yang akan menentukan seberapa jauh perjalanan La Roja di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Momen Indah di Piala Dunia 2026! Pemain Timnas Jerman dan Curacao Berdoa Bersama usai Pertandingan
1. Kondisi Lamine Yamal Jadi Sorotan
Sulit membayangkan Spanyol tanpa Lamine Yamal. Bintang Barcelona berusia 18 tahun itu telah berkembang menjadi salah satu pemain paling berbahaya di dunia sejak bersinar di Euro 2024.
Musim lalu, Yamal mencatatkan 24 gol dan 15 assist bersama Barcelona, menjadikannya sosok vital dalam permainan menyerang Spanyol. Namun, cedera hamstring yang dialaminya pada April sempat memunculkan kekhawatiran besar.
Meski telah masuk skuad Piala Dunia, Luis de la Fuente harus berhati-hati. Memaksakan Yamal kembali terlalu cepat bisa berisiko memperparah kondisinya. Situasi semakin rumit karena dua pemain sayap lainnya, Nico Williams dan Victor Munoz, juga masih berpacu dengan waktu untuk mencapai kebugaran terbaik.
Baca Juga: Pelatih Tanjung Verde Tegaskan Timnya Tak Gentar Hadapi Timnas Spanyol di Debut Piala Dunia
2. Teka-Teki di Lini Pertahanan
Jika lini tengah dan lini depan relatif sudah memiliki susunan yang jelas, sektor pertahanan masih menyisakan banyak tanda tanya.
Marc Cucurella dan Marcos Llorente diperkirakan mengisi posisi bek sayap, tetapi duet bek tengah terbaik masih menjadi perdebatan. Pau Cubarsi, Eric Garcia, Aymeric Laporte, dan Marc Pubill sama-sama bersaing mendapatkan tempat utama.
Laporte yang paling berpengalaman tampaknya masih menjadi pilihan utama. Namun, performanya musim lalu tidak terlalu meyakinkan. Sementara itu, Cubarsi mulai menunjukkan bahwa dirinya layak mendapat kepercayaan lebih besar setelah tampil impresif dalam laga pemanasan melawan Peru.
Persaingan di bawah mistar juga menarik. Unai Simon masih menjadi pilihan utama De la Fuente, tetapi David Raya dan Joan Garcia sama-sama tampil luar biasa sepanjang musim lalu. Memiliki tiga kiper berkualitas memang menjadi kemewahan, tetapi hanya satu yang bisa berdiri di bawah gawang.
3. Saatnya Mikel Oyarzabal Menjadi Bintang
Di tengah sorotan terhadap para pemain muda, Mikel Oyarzabal justru bisa menjadi sosok yang paling menentukan bagi Spanyol.
Penyerang Real Sociedad itu mencetak 15 gol di La Liga musim lalu. Namun, produktivitasnya bersama tim nasional bahkan lebih mengesankan. Oyarzabal telah mengoleksi 25 gol dalam 53 pertandingan bersama La Roja, termasuk 12 gol dalam 11 laga terakhir.
Baca Juga: Gol Maroko ke Gawang Timnas Brasil Disebut Tak Lepas dari Blunder Alisson Becker
Pemain berusia 29 tahun tersebut juga menjadi pencetak gol kemenangan pada final Euro 2024 melawan Inggris. Setelah bertahun-tahun mencari penerus Fernando Torres dan David Villa, Spanyol akhirnya memiliki sosok nomor sembilan yang mampu memberikan kontribusi konsisten.
4. Mampukah Spanyol Menjawab Ekspektasi?
Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol menikmati periode yang sangat sukses. Mereka menjuarai Euro 2024, UEFA Nations League 2022/23, meraih medali perak Olimpiade, serta mendominasi berbagai turnamen kelompok usia. Namun, catatan mereka di Piala Dunia masih menyisakan luka.
Sejak menjadi juara pada 2010, La Roja belum pernah memenangkan satu pun pertandingan fase gugur. Mereka tersingkir di fase grup pada 2014, kemudian kandas di babak 16 besar pada 2018 dan 2022, masing-masing melalui adu penalti.
Ironisnya, Spanyol juga menjadi negara dengan jumlah kekalahan adu penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, dengan empat kegagalan dari lima kesempatan.
Kini, dengan skuad yang dipenuhi pemain berkualitas dan kepercayaan diri tinggi usai kesuksesan di Euro 2024, Spanyol memiliki peluang besar untuk menghapus kenangan buruk tersebut.
Ekspektasi memang sangat tinggi. Namun jika mampu mengatasi tekanan dan menghindari jebakan masa lalu, La Roja berpotensi menambah satu bintang lagi di jersey mereka pada musim panas ini.