← Beranda
Ricardo Ade: Dari Hidup di Jalanan Thailand hingga Debut Bersejarah di Piala Dunia Bersama Haiti
Andre Rizal HanafiSenin, 15 Juni 2026 | 05.25 WIB
Bek timnas Haiti Ricardo Ade. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Piala Dunia selalu menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari para pemain yang berhasil menembus panggung terbesar sepak bola. Salah satu cerita yang paling menyentuh datang dari bek timnas Haiti Ricardo Ade, yang akhirnya menjalani debut Piala Dunia pada usia 36 tahun.

Perjalanan Ricardo Ad menuju turnamen piala dunia tidaklah mudah. Jauh sebelum menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di timnas Haiti, dia pernah mengalami masa-masa sulit yang hampir mengakhiri mimpinya sebagai pesepak bola profesional.

Pada 2014, Ricardo Ade mendapat tawaran untuk melanjutkan karir di Thailand. Seorang perantara meyakinkannya bahwa ada peluang besar untuk bermain di kompetisi sepak bola negara tersebut. Dengan harapan memperbaiki masa depan, dia berangkat ke Bangkok.

Baca Juga: Kontroversi Penalti Timnas Swiss Lawan Qatar, FIFA Sebut Gangguan Teknis Tak Pengaruhi Keputusan VAR

Namun setibanya di Thailand, kenyataan yang dihadapi jauh berbeda. Janji yang diberikan ternyata tidak pernah terwujud.  Orang yang membawanya ke sana menghilang begitu saja, meninggalkan Ade tanpa pekerjaan, tanpa tempat tinggal, dan tanpa kepastian.

Selama kurang lebih tiga bulan, dia harus bertahan hidup di jalanan Bangkok. Kondisi itu memaksanya menjalani hari-hari yang sangat berat. Tidak jarang dia harus menahan lapar, kesulitan mendapatkan tempat untuk membersihkan diri, dan menghadapi perlakuan diskriminatif akibat kondisi fisiknya yang memprihatinkan.

Meski berada dalam situasi sulit, Ade tidak menyerah. Dia akhirnya berhasil meninggalkan Thailand dan kembali ke benua Amerika untuk memulai kembali karir sepak bolanya dari nol.

Baca Juga: Dulu Tumbang dari Garuda Muda, Kini Patrick Beach Bersinar Bersama Timnas Australia di Piala Dunia

Kesempatan baru datang ketika dia bergabung dengan Miami United. Dari sana, karirnya perlahan bangkit hingga membawanya ke Amerika Selatan. Ade kemudian memperkuat sejumlah klub seperti Santiago Morning, Magallanes, Mushuc Runa, Aucas, dan Liga de Quito.

Puncak pencapaiannya datang pada 2023 ketika dia membantu Liga de Quito menjuarai Copa Sudamericana. Gelar tersebut membuat Adé tercatat sebagai pemain Haiti pertama yang berhasil memenangkan kompetisi antarklub CONMEBOL.

Kini, setelah melewati berbagai rintangan sepanjang karirnya, Ade akhirnya merasakan momen yang telah lama diimpikan. Pada usia 36 tahun, dia menjalani debut di Piala Dunia bersama Haiti.

Selain menjadi salah satu pemain senior dalam skuad, dia juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk negaranya.

Kisah Ricardo Ade menjadi bukti bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan mulus. Dari jalanan Bangkok hingga panggung Piala Dunia, ia menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keyakinan mampu mengubah keadaan yang paling sulit sekalipun.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah