← Beranda
Jesse Marsch Anggap Pemain Timnas Kanada Lebih Nasionalis Dibanding Timnas AS
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 14 Juni 2026 | 06.53 WIB
Pelatih Kanada Jesse Marsch ungkapkan kebanggaan pemain jelang Piala Dunia 2026 vs Bosnia. (ig @camnt)

 

JawaPos.com - Pelatih timnas Kanada, Jesse Marsch, membuat pernyataan menarik menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Bosnia-Herzegovina.

Mantan asisten pelatih tim nasional Amerika Serikat itu menilai para pemain Kanada menunjukkan kebanggaan nasional yang sangat besar ketika membela negaranya.

Bahkan, Marsch mengungkapkan bahwa saat masih bekerja bersama timnas AS, ia terkadang harus mendorong para pemain untuk ikut menyanyikan lagu kebangsaan.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dihujani Kritik, Mengapa FIFA Justru Bertaruh Besar pada Amerika Serikat

Pemain Kanada Bernyanyi dengan Penuh Kebanggaan

Melansir ESPN, dalam konferensi pers jelang pertandingan di Toronto, Marsch memuji komitmen dan rasa nasionalisme yang dimiliki skuadnya saat ini.

"Setiap anak laki-laki ini sangat Kanada. Dan kebanggaan yang mereka miliki saat mengenakan seragam, mewakili negara, mendengarkan lagu kebangsaan," kata Marsch.

Pelatih berusia 52 tahun itu kemudian membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya ketika menjadi asisten pelatih tim nasional Amerika Serikat.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Australia vs Turki: Hakan Calhanoglu Pantang Anggap Remeh Lawan

"Di AS, terkadang kami harus memohon kepada para pemain untuk menyanyikan lagu kebangsaan. Para pemain Kanada ini menyanyikan lagu kebangsaan, meneriakkannya sekuat tenaga, karena mereka ingin menunjukkan kepada negara betapa banggarnya mereka berada di sini, menjadi orang Kanada, dan mewakili apa yang Kanada perjuangkan," tutur Jesse Marsch.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena Marsch pernah menjadi bagian dari staf pelatih Amerika Serikat pada periode 2010 hingga 2011 di bawah kepemimpinan Bob Bradley.

Bangga Memimpin Kanada di Piala Dunia

Setelah meninggalkan Leeds United, Marsch sempat menjadi kandidat kuat pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat pada 2023. Namun, federasi sepak bola AS memutuskan untuk kembali menunjuk Gregg Berhalter.

Kini, pelatih asal Amerika Serikat tersebut justru memimpin rival regional mereka di ajang terbesar dunia. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiga Kanada sepanjang sejarah, sekaligus yang pertama sebagai salah satu tuan rumah.

Marsch pun tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap karakter yang dimiliki para pemainnya.

"Saya pikir mereka adalah sumber daya terbaik, saya pikir mereka adalah representasi terbaik. Mereka memiliki karakter yang sempurna, etos kerja yang sempurna, dan komitmen satu sama lain. Itulah yang ingin kami tunjukkan, kawan. Itulah yang ingin kami tunjukkan melawan Bosnia dan Herzegovina, itulah yang ingin kami tunjukkan kepada negara ini pada saat ini dan di turnamen ini," papar Jesse Marsch.

Baca Juga: Ritual Unik Suporter Timnas Skotlandia untuk Mendukung Timnya di Piala Dunia 2026

Misi Bersejarah Kanada

Kanada datang ke Piala Dunia dengan ambisi besar untuk mencatat sejarah baru. Sejauh ini, Les Rouges belum pernah berhasil lolos dari fase grup dalam dua penampilan sebelumnya di Piala Dunia.

Pada edisi 2026, mereka mengawali perjalanan dengan menghadapi Bosnia-Herzegovina sebelum bertemu Qatar dan Swiss di Grup B. Dengan dukungan publik sendiri dan semangat besar yang terus ditekankan oleh Jesse Marsch, Kanada berharap bisa mencatatkan pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola mereka.

Dan jika melihat semangat yang diperlihatkan para pemain saat lagu kebangsaan berkumandang, Marsch yakin skuadnya memiliki modal penting yang tidak bisa diukur hanya dengan statistik atau taktik.

Baca Juga: Sudah Promosi dan Konferensi Pers, Mengapa Film Dokumenter Timnas Indonesia The Longest Wait Tak Jadi Tayang?

Bagi sang pelatih, kebanggaan mengenakan seragam nasional dan komitmen untuk mewakili negara adalah kekuatan yang bisa menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah