JawaPos.com - Kontroversi seputar harga tiket Piala Dunia 2026 tampaknya masih jauh dari kata selesai. Setelah menjadi bahan perdebatan sejak sebelum turnamen dimulai, sorotan kini semakin tajam menyusul munculnya banyak kursi kosong dalam beberapa pertandingan awal.
Laga debut Kanada di Piala Dunia 2026 melawan Bosnia and Herzegovina menjadi contoh terbaru. Meski atmosfer di BMO Field tetap meriah, lebih dari seribu kursi dilaporkan tidak terisi pada pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut.
Melansir Sports Illustrated, stadion berkapasitas 44.315 penonton itu secara resmi mencatat kehadiran 43.002 orang. Angka tersebut berarti masih terdapat lebih dari 1.000 kursi yang kosong saat salah satu tuan rumah menjalani pertandingan bersejarah mereka.
Harga Tiket Dinilai Terlalu Tinggi
Beberapa jam sebelum kick-off, tiket pertandingan ternyata masih tersedia. Namun, harga yang ditawarkan membuat banyak penggemar berpikir dua kali untuk datang langsung ke stadion.
Baca Juga: Mengapa Kanada Gagal Menang di Laga Pembuka Piala Dunia 2026?
Untuk kategori premium, harga tiket dilaporkan berkisar antara 1.645 dolar AS hingga 2.240 dolar AS. Nominal tersebut dianggap terlalu tinggi bagi sebagian besar penggemar yang ingin menyaksikan langsung pesta sepak bola terbesar di dunia.
Akibatnya, pertandingan yang seharusnya menjadi momen spesial bagi Kanada justru menyisakan pemandangan kursi kosong yang terlihat jelas dari tayangan televisi.
Meski lautan suporter berbaju merah tetap mendominasi tribun, sejumlah area stadion tampak tidak terisi sepenuhnya.
Bukan Kasus Pertama di Piala Dunia 2026
Masalah serupa sebenarnya sudah muncul sejak hari pertama turnamen.
Pada pertandingan antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Guadalajara, ratusan kursi kosong juga menjadi sorotan. Pemandangan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kebijakan harga tiket yang diterapkan FIFA.
Baca Juga: Shakira Kembali Warnai Piala Dunia 2026 Setelah Kesuksesan Waka Waka Tahun 2010
Presiden FIFA Gianni Infantino selama berbulan-bulan terus mempertahankan sistem harga dinamis yang digunakan pada Piala Dunia 2026. Namun, fakta bahwa salah satu negara tuan rumah gagal memenuhi kapasitas stadion pada laga pembukanya sendiri dianggap sebagai sinyal yang kurang menggembirakan.
Bahkan, sebelum turnamen dimulai, hanya 29 dari total 104 pertandingan yang telah dinyatakan habis terjual.
FIFA Punya Penjelasan Sendiri
Di tengah kritik yang terus berdatangan, FIFA tetap membela data kehadiran penonton yang mereka miliki.
“Angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang dipindai dan penonton yang berada di dalam area stadion, bukan penilaian visual terhadap okupansi tempat duduk pada saat tertentu selama pertandingan.”
Baca Juga: Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada Jelang Laga Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026
Badan sepak bola dunia itu juga menegaskan bahwa seluruh angka yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi.
“FIFA bekerja sama erat dengan otoritas stadion dan tim penjualan tiket untuk memastikan semua angka yang dipublikasikan didasarkan pada data operasional yang terverifikasi.”
“Harap dicatat bahwa, selama pertandingan tadi malam di Guadalajara, beberapa penggemar yang memiliki tiket terlihat berdiri di lorong-lorong daripada tetap berada di tempat duduk yang telah ditentukan sepanjang pertandingan.”
Penjelasan tersebut sebelumnya digunakan untuk menjawab kritik terkait kursi kosong pada laga Korea Selatan melawan Republik Ceko.
Baca Juga: Argentina Dapat Kabar Baik, Emiliano Martinez Siap Tampil Lawan Aljazair di Piala Dunia 2026
Situasi serupa mungkin juga terjadi di Toronto. Sebagian besar kursi kosong terlihat sesaat setelah dimulainya babak kedua, ketika sejumlah penonton kemungkinan masih berada di area makanan dan minuman atau sedang kembali menuju tempat duduk mereka.
Di luar momen tersebut, beberapa foto dari pertandingan memperlihatkan suasana stadion yang cukup padat.
Isu yang Belum Akan Mereda
Terlepas dari penjelasan FIFA, isu harga tiket dan kursi kosong telah menjadi salah satu topik terhangat pada pekan pertama Piala Dunia 2026.
Dengan masih banyak pertandingan yang belum terjual habis, perdebatan mengenai kebijakan harga tiket diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang turnamen.
Baca Juga: Rating Pemain Kanada vs Bosnia: Raih Poin Pertama dalam Sejarah Piala Dunia
Bagi FIFA, ini jelas bukan skenario ideal. Sebab, di tengah ambisi menghadirkan Piala Dunia terbesar dalam sejarah, pemandangan kursi kosong justru menjadi salah satu gambar yang paling banyak diperbincangkan pada hari-hari awal kompetisi.