← Beranda
Mengapa Kanada Gagal Menang di Laga Pembuka Piala Dunia 2026?
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 13 Juni 2026 | 19.28 WIB
Kanada harus puas bermain imbang 1-1 melawan Bosnia pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Meski mendominasi babak kedua, sejumlah masalah membuat tim asuhan Jesse Marsch gagal mengamankan kemenangan. (Instagram/@football_today_yt)
 
 

 

JawaPos.com - Kanada memang berhasil meraih poin pertama mereka di Piala Dunia 2026 usai bermain imbang 1-1 melawan Bosnia di Toronto. Namun, hasil tersebut meninggalkan sedikit rasa kecewa.

Bermain di depan pendukung sendiri, Les Rouges sebenarnya tampil jauh lebih baik pada babak kedua dan memiliki cukup peluang untuk mengamankan tiga poin. Sayangnya, sejumlah masalah membuat kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya gagal diraih.

Melansir From the Spot, berikut beberapa faktor yang membuat Kanada harus puas berbagi angka dengan Bosnia.

Penyelesaian Akhir Masih Menjadi Masalah

Setelah tampil kurang meyakinkan di babak pertama, Kanada bangkit dan menguasai jalannya pertandingan pada paruh kedua.

Baca Juga: Jesse Marsch Hadapi Dua Dilema Setelah Kanada Ditahan Imbang Bosnia

Richie Laryea bahkan nyaris mencetak gol sebelum upayanya disapu tepat di garis gawang oleh Sead Kolasinac.

Tak lama kemudian, Cyle Larin yang masuk dari bangku cadangan berhasil menyamakan kedudukan melalui tembakan setengah voli yang sempat mengenai pemain lawan. Namun, satu gol itu seharusnya bukan satu-satunya yang bisa dicetak Kanada.

Dari 13 percobaan ke arah gawang, hanya empat yang tepat sasaran. Mereka juga hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 1,25, angka yang menunjukkan minimnya peluang berkualitas yang berhasil diciptakan.

Baca Juga: Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada Jelang Laga Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026

Dominasi penguasaan bola dan tekanan yang mereka bangun gagal diterjemahkan menjadi ancaman yang benar-benar berbahaya.

Kreativitas Lini Tengah Kurang Maksimal

Masalah lain yang cukup terlihat adalah kurangnya kreativitas di lini tengah.

Ismael Kone dan Iain Millar kesulitan memberikan aliran bola yang efektif. Keduanya hanya mencatatkan satu umpan kunci secara keseluruhan, dengan akurasi umpan masing-masing sebesar 84 persen dan 78 persen.

Baca Juga: Komentar Jesse Marsch saat Kanada Imbang Lawan Bosnia Bikin Adem

Di sisi lain, Tajon Buchanan juga tidak mampu memaksimalkan perannya. Ketiga umpan silangnya gagal menemui sasaran.

Stephen Eustaquio menjadi satu-satunya pemain yang tampil menonjol di sektor ini dengan tiga umpan kunci. Namun, kontribusinya tidak cukup untuk menutupi minimnya kreativitas dari rekan-rekan setimnya.

Para Penyerang Utama Gagal Bersinar

Kanada juga tidak mendapatkan performa terbaik dari dua penyerang utama mereka.

Jonathan David tampil di bawah standar. Ia hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari total tiga percobaan sebelum akhirnya ditarik keluar setelah satu jam pertandingan.

Baca Juga: Rating Pemain Kanada vs Bosnia: Raih Poin Pertama dalam Sejarah Piala Dunia

Tani Oluwaseyi juga menjalani pertandingan yang relatif sepi. Penyerang tersebut hanya mencatatkan dua tembakan dengan nilai xG sebesar 0,15.

Justru para pemain pengganti yang menjadi penyelamat Kanada.

Promise David memberikan assist untuk gol penyama kedudukan yang dicetak Cyle Larin, dan keduanya kini memiliki peluang besar untuk tampil sejak menit pertama saat Kanada menghadapi Qatar pada pertandingan berikutnya.

Solid dalam Open Play, Rapuh saat Bola Mati

Jika ada satu aspek yang patut dipuji dari Kanada, itu adalah permainan bertahan mereka dalam situasi terbuka.

Selain gol pembuka yang dicetak Jovo Lukic, Bosnia nyaris tidak mampu menciptakan ancaman berarti.

Alistair Johnston tampil impresif dengan empat sapuan dan tiga recovery bola. Sementara Richie Laryea memenangkan seluruh delapan duel yang dihadapinya serta sukses dalam empat dari lima tekel.

Baca Juga: Profil Cyle Larin: Penyelamat Kanada dari Kekalahan Lawan Bosnia Herzegovina

Derek Cornelius juga tampil solid dengan sembilan aksi bertahan, sedangkan Luc De Fougerolles mencatatkan delapan sapuan bola.

Namun, performa apik tersebut kontras dengan buruknya pertahanan Kanada dalam menghadapi bola mati.

Bosnia berkali-kali memenangkan duel pertama di area penalti. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Lukic mencetak gol melalui sundulan setelah rangkaian tendangan sudut berturut-turut.

Kerentanan Kanada di udara pun terlihat jelas dari statistik. Selain Johnston, tak ada pemain belakang lainnya yang mampu memenangkan lebih dari 50 persen duel udara mereka.

De Fougerolles mengalami sore yang sulit. Bek berusia 20 tahun itu hanya berhasil memenangkan tiga dari 13 duel udara yang dijalaninya.

Pelajaran Penting Sebelum Melawan Qatar

Meski gagal menang, hasil imbang ini tetap menempatkan Kanada di puncak Grup B berkat keunggulan jumlah kartu kuning yang lebih sedikit.

Selanjutnya, mereka akan menghadapi Qatar di Vancouver dengan target meraih kemenangan Piala Dunia pertama yang selama ini sulit didapat.

Baca Juga: Hasil Kanada vs Bosnia dan Herzegovina Piala Dunia 2026: Laga Sengit, Berakhir Imbang!

Jika ingin mewujudkannya, tim asuhan Jesse Marsch harus segera memperbaiki efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Sebab, melawan Bosnia, masalahnya bukan pada kemampuan menciptakan tekanan, melainkan pada bagaimana memanfaatkan tekanan tersebut menjadi gol.

Dan itulah yang menjadi alasan utama mengapa Kanada gagal mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.

EDITOR: Edi Yulianto