← Beranda
Timnas Brasil Gunakan Teknologi Rompi Pintar untuk Tentukan Susunan Pemain Terbaik di Piala Dunia 2026
M Shofyan Dwi Kurniawan• Sabtu, 13 Juni 2026 | 18.27 WIB
Timnas Brasil melakukan sesi latihan jelang Piala Dunia 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Brasil selalu identik dengan kejayaan di Piala Dunia. Dengan koleksi lima trofi, Selecao masih menjadi tim tersukses dalam sejarah turnamen. Namun setelah gagal mengangkat trofi dalam lima edisi terakhir, Brasil kini mencoba mencari keunggulan tambahan lewat bantuan teknologi.

Melansir BBC, di balik layar, tim ilmuwan olahraga Brasil bekerja memantau kondisi para pemain menggunakan perangkat pelacak canggih yang dikenakan setiap hari. Tujuannya jelas: memberikan sebanyak mungkin informasi kepada Carlo Ancelotti sebelum mengambil keputusan penting selama Piala Dunia 2026.

Dan salah satu alat yang menjadi andalan mereka adalah "rompi pintar".

Baca Juga: Brasil vs Maroko: Empat Teka-Teki Pemilihan Pemain yang Harus Dijawab Carlo Ancelotti di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Rompi yang Menyimpan Segudang Data

Sebagian besar pemain profesional Brasil mengenakan rompi khusus yang dilengkapi sensor di bawah seragam mereka saat berlatih maupun bertanding bersama klub masing-masing.

Bentuknya sekilas menyerupai bra olahraga, tetapi perangkat tersebut menyimpan teknologi yang mampu merekam berbagai aspek performa pemain. Mulai dari kecepatan sprint, detak jantung, tingkat kelelahan, hingga proses pemulihan setelah cedera.

Teknologi semacam ini memang sudah banyak digunakan tim-tim peserta Piala Dunia. Namun, Brasil melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan sistem pemantauan tersebut ke seluruh level sepak bola mereka, baik tim putra, putri, maupun kelompok usia muda.

Data yang dikumpulkan klub-klub kemudian dikirimkan ke departemen ilmu olahraga tim nasional. Dengan begitu, staf pelatih bisa terus memantau kondisi para pemain sepanjang musim, bahkan ketika mereka tersebar di berbagai negara dan kompetisi.

"Setiap hari, ketika kami tidak bersama para pemain, kami berkomunikasi dengan klub dan mereka mengirimkan informasi pemain dari sistem pelacakan," kata kepala ilmu olahraga tim nasional Brasil, Guilherme Passos.

"Jadi mudah untuk mengintegrasikannya ke dalam basis data kami dan menganalisis para pemain ketika mereka tidak bersama kami."

Baca Juga: Prediksi Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026: Ujian Perdana Carlo Ancelotti Hadapi Atlas Lions!

Membantu Ancelotti Memilih Siapa yang Bermain

Bagi tim nasional, waktu kebersamaan dengan para pemain sangat terbatas. Karena itu, teknologi menjadi alat penting untuk memastikan setiap keputusan yang diambil didasarkan pada data yang akurat.

Informasi yang terkumpul sepanjang tahun menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan susunan pemain, posisi, hingga pendekatan taktis yang akan digunakan.

Sebagian pemain datang dengan kondisi kurang ideal karena cedera. Sebagian lainnya baru menyelesaikan program rehabilitasi, sementara ada pula yang mengalami beban pertandingan yang sangat tinggi di level klub.

Salah satu fungsi terpenting dari sistem ini adalah memantau pemulihan cedera hamstring yang cukup sering terjadi di sepak bola modern.

Dengan melihat intensitas sprint dan lari berkecepatan tinggi, staf medis dapat mengetahui apakah seorang pemain sudah benar-benar siap kembali bermain.

"Jika pemain tersebut adalah pemain dengan kecepatan tinggi, sangat penting untuk memperhatikan metrik ini, langkah-langkah kecil untuk memastikan otot pulih dengan baik," ujar Passos.

Baca Juga: Hasil Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Pesta Gol 4-1, Balogun Jadi Mimpi Buruk La Albirroja!

Data Juga Membantu Menentukan Taktik

Teknologi ini bukan hanya digunakan untuk urusan kebugaran.

Karakteristik setiap pemain yang terekam dalam data juga bisa memengaruhi keputusan taktis Ancelotti. Pemain dengan kecepatan luar biasa, misalnya, bisa dimaksimalkan dalam skema serangan balik atau ditempatkan di posisi yang memungkinkan mereka mengeksploitasi ruang.

"Jika Anda memiliki pemain yang sangat, sangat cepat, pelatih mungkin dapat mempertimbangkan untuk menggunakan pemain tersebut dalam gaya permainan yang memungkinkan serangan balik," kata Passos.

Sementara itu, data mengenai tingkat kelelahan dan proses pemulihan dapat membantu menentukan apakah seorang pemain lebih cocok menjadi starter atau justru digunakan sebagai supersub yang masuk pada babak kedua.

Tetap Dipakai Selama Piala Dunia

Pemanfaatan rompi pintar tidak berhenti sebelum turnamen dimulai.

Perangkat tersebut akan terus digunakan selama Piala Dunia berlangsung. Mengingat jadwal pertandingan yang padat dan jeda antar laga yang relatif singkat, pemantauan kondisi fisik secara real time menjadi sangat penting.

Data yang diperoleh akan membantu staf pelatih menentukan siapa yang siap bermain, siapa yang perlu mendapatkan waktu pemulihan lebih panjang, dan kapan rotasi pemain harus dilakukan.

Dengan kata lain, selain mengandalkan talenta kelas dunia yang dimiliki, Brasil juga membawa senjata modern dalam upaya mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali menjadi juara dunia.

EDITOR: Banu Adikara