← Beranda
Jelang Lawan Maroko di Piala Dunia 2026, Alisson Becker Puji Peran Carlo Ancelotti bagi Timnas Brasil
Aprillia JPSabtu, 13 Juni 2026 | 16.37 WIB
Kiper Timnas Brasil, Alisson Becker, menyatakan timnya siap berjuang melawan Maroko pada Piala Dunia 2026.(Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Kiper Timnas Brasil Alisson Becker memberikan pujian kepada pelatih Carlo Ancelotti atas perannya dalam menghidupkan kembali performa tim dalam satu tahun terakhir menjelang Piala Dunia 2026.

Pernyataan itu disampaikan Alisson pada Jumat (12/6) atau dua hari sebelum laga pembuka Brasil menghadapi Maroko di MetLife Stadium.

Menurut kiper yang memperkuat Liverpool FC itu, kehadiran Ancelotti membawa perubahan signifikan dalam suasana tim setelah sebelumnya Brasil mengalami periode mengecewakan dengan hasil yang kurang memuaskan.

“Sejak kedatangan Ancelotti, atmosfer tim benar-benar berubah. Dia memiliki kehadiran yang kuat dan mampu menciptakan ketenangan, lingkungan yang fokus pada pekerjaan tanpa kontroversi atau gangguan lain,” ujar Alisson dikutip dari Daily Mail.

Alisson juga menilai pelatih asal Italia itu sebagai sosok pemenang sejati. “Dia adalah seorang pemenang sejati, dan itu sangat terlihat. Para pemain juga bisa merasakannya.

Dia sudah memenangkan segalanya di sepak bola, tetapi tetap datang ke timnas Brasil dengan penuh semangat dan antusiasme,” tambahnya.

Alisson sendiri akan menjalani Piala Dunia ketiganya setelah tampil pada edisi 2018 dan 2022. Dengan pencapaian itu, Alisson berpeluang menyamai catatan kiper legendaris Brasil seperti Claudio Taffarel dan Gilmar yang juga tampil di tiga Piala Dunia dan berhasil mengangkat trofi juara dunia. 

“Merupakan sebuah kehormatan bisa sejajar dengan nama-nama besar dalam sejarah tim nasional Brasil. Ini adalah sebuah privilese bagi saya untuk kembali berpartisipasi dan bersaing di Piala Dunia,” kata Alisson.

Meski Brasil datang dengan status sebagai salah satu tim juara favorit, Alisson mengingatkan bahwa label itu tidak menjamin kesuksesan. Kiper berusia 33 tahun itu menilai status unggulan justru membawa beban tambahan bagi tim.

“Menjadi favorit tidak menjamin apa pun. Bahkan terkadang itu menjadi beban yang lebih besar, seperti beratnya mengenakan jersey tim nasional. Kami sadar akan tanggung jawab besar itu,” tegasnya.

Baca Juga: Profil Oh Hyeon-gyu, Striker Beşiktaş yang Menangkan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026

Brasil sendiri akan memulai perjalanan mereka di fase grup dengan menghadapi Maroko pada Minggu (14/6), sebelum bertemu Haiti enam hari kemudian di Philadelphia. Laga terakhir Grup C akan mempertemukan mereka dengan Skotlandia di Miami pada 25 Juni.

Sebagai tim dengan koleksi lima gelar juara dunia, Brasil terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada tahun 2002. Saat ini, di bawah arahan Ancelotti, Brasil optimis mampu mengakhiri penantian panjang untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan