JawaPos.com - Kemenangan comeback Timnas Korea Selatan atas Republik Ceko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 ternyata bukan hanya hasil dari semangat juang para pemain di lapangan. Pelatih Hong Myung-bo meyakini persiapan khusus yang dilakukan timnya di dataran tinggi menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tersebut.
Timnas Korea Selatan memulai turnamen dengan kemenangan 2-1 setelah bangkit dari ketertinggalan di Stadion Guadalajara, yang berada sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Sebelum berangkat ke Meksiko, Taeguk Warriors menghabiskan hampir tiga pekan menjalani pemusatan latihan di negara bagian Utah, Amerika Serikat.
Sejumlah laga uji coba juga dimasukkan dalam program tersebut guna membantu para pemain beradaptasi dengan kondisi ketinggian. Melansir Yonhap News, menurut Hong, efek dari persiapan itu terlihat jelas selama pertandingan melawan Republik Ceko.
Baca Juga: Hwang In-Beom Jadi Inspirasi Comeback Timnas Korea Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
"Kami memiliki rencana yang jelas untuk semua kemungkinan skenario pertandingan ini, dan pada akhirnya, saya pikir ketinggian di sini memiliki pengaruh besar pada pertandingan," kata Hong dalam konferensi pers usai laga.
"Saya dapat melihat dengan jelas bahwa para pemain Ceko melambat di babak kedua, dan di sisi lain, para pemain kami terus mendorong dan tetap agresif di menit-menit akhir," imbuh dia.
Selain berlatih di Utah, Korea Selatan juga menjadikan Guadalajara sebagai markas mereka selama Piala Dunia berlangsung. Sebaliknya, Republik Ceko baru tiba di Meksiko sesaat sebelum pertandingan karena sebelumnya bermarkas di Texas.
Korea Selatan sempat tertinggal lebih dahulu pada menit ke-59, tetapi berhasil bangkit melalui gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu untuk mengamankan tiga poin penting. Hong memuji karakter dan mentalitas para pemainnya yang tidak kehilangan keyakinan meski berada dalam posisi tertinggal.
"Bahkan ketika kami tertinggal 1-0, para pemain menjalankan peran mereka dengan sangat baik hingga akhir," kata Hong.
"Karena ini adalah pertandingan pertama kami di turnamen ini, saya pikir beberapa pemain akan sedikit gugup. Tetapi saya meminta mereka untuk tidak pernah menyerah sampai peluit akhir berbunyi dan untuk bermain sebagai satu tim. Mereka berhasil dalam kedua hal tersebut," lanjut dia.
Kemenangan ini juga memiliki makna khusus bagi Hong secara pribadi. Ini menjadi kemenangan pertamanya sebagai pelatih kepala Korea Selatan di Piala Dunia. Pada edisi 2014 di Brasil, dia gagal membawa negaranya lolos dari fase grup setelah hanya meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan. Hasil buruk tersebut berujung pada pemecatannya.
Sebagai mantan pemain, Hong merupakan bagian penting dari skuad Korea Selatan yang secara mengejutkan menembus semifinal Piala Dunia 2002. Kini, setelah lebih dari dua dekade, dia akhirnya merasakan kemenangan pertamanya sebagai pelatih di turnamen terbesar dunia.
Meski demikian, pria berusia 56 tahun itu memilih mengarahkan pujian kepada para pemainnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026: Era Baru Selecao Bersama Carlo Ancelotti
"Secara pribadi, saya sangat senang dengan kemenangan ini, tetapi semua ini tercipta berkat kerja keras dan dedikasi para pemain kami," kata Hong.
"Saya tidak bisa cukup memuji betapa bagusnya permainan mereka hari ini," beber dia.
Salah satu keputusan penting Hong dalam pertandingan tersebut adalah menarik keluar sang kapten Son Heung-min pada menit ke-69 dan memasukkan Oh Hyeon-gyu, yang kemudian mencetak gol kemenangan.
Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Son sendiri sebenarnya menyamai rekor Hong dan dua mantan pemain Korea Selatan lainnya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia bagi negaranya, yakni empat edisi. Meski sempat menyia-nyiakan beberapa peluang emas, Hong tetap menunjukkan kepercayaannya kepada penyerang veteran berusia 33 tahun itu.
"Untuk pertandingan sepenting ini, kami membutuhkan kapten kami untuk menjadi kekuatan penstabil bagi seluruh tim," papar Hong.
"Saya pikir dia memainkan perannya dengan sangat baik. Meskipun dia melewatkan beberapa peluang, saya tidak terlalu khawatir saat ini. Dia masih dalam kondisi bagus," sambung dia.
Baca Juga: Bawa Timnas Indonesia Naik Peringkat ke-118, Begini Reaksi John Herdman
Tantangan berikutnya bagi Korea Selatan dipastikan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi tuan rumah bersama Meksiko, yang juga mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan.
Hong mengakui bahwa dukungan fanatik dari publik Meksiko akan menjadi tekanan tambahan bagi timnya. "Mereka mendapat dukungan yang sangat besar, dan saya pikir itu juga akan memberi banyak tekanan pada kami," ujar Hong.
"Bermain melawan tim tuan rumah tidak pernah mudah. Tapi saya pikir ini adalah hal positif karena kami sudah pernah bermain di stadion ini dan menang," terang dia.
Dengan modal kemenangan dramatis atas Republik Ceko dan adaptasi yang sudah matang terhadap kondisi di Guadalajara, Korea Selatan kini menatap laga melawan El Tri dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi.
Baca Juga: Pernah Bikin Keributan Massal, 5 Fakta Unik Timnas Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026