← Beranda
4 Poin Penting dari Kemenangan Meksiko atas Afrika Selatan
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 12 Juni 2026 | 17.20 WIB
Julian Quinones merayakan gol pembuka Piala Dunia 2026 yang membawa Meksiko unggul 1-0 atas Afrika Selatan di Estadio Azteca. (Instagram @miseleccionmx)

 

JawaPos.com - Meksiko semakin dekat dengan tiket menuju fase gugur Piala Dunia 2026 setelah mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan di Estadio Azteca.

Dengan format baru yang melibatkan 48 tim, El Tri kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Satu poin tambahan saja berpotensi mengantar mereka lolos dari fase grup untuk kedelapan kalinya dalam sembilan edisi Piala Dunia sejak 1994.

Julián Quiñones membuka keunggulan pada menit kesembilan sebelum Raúl Jiménez menggandakan skor di hadapan sekitar 80.000 pendukung yang memadati stadion. Pertandingan ini juga diwarnai tiga kartu merah, sebuah jumlah yang cukup mengejutkan untuk laga pembuka turnamen.

Melansir Sports Illustrated, berikut empat poin penting dari kemenangan Meksiko.

Baca Juga: Dari Nyaris Meninggal hingga Jadi Bintang Meksiko di Laga Pembuka Piala Dunia 2026! Simak Profil Raul Jimenez

1. Meksiko Mencatat Sejarah Baru di Piala Dunia

Meksiko kembali mengukir namanya dalam sejarah sepak bola dunia. Setelah menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986, negara tersebut kini menjadi yang pertama dalam sejarah yang menggelar pertandingan Piala Dunia di tiga edisi berbeda.

Edisi 1970 dan 1986 dikenang sebagai dua turnamen paling ikonik sepanjang sejarah. Karena itu, Piala Dunia 2026 membawa ekspektasi yang sangat tinggi, meski kali ini Meksiko berbagi status tuan rumah dengan dua negara lainnya.

Kemenangan di laga pembuka menjadi awal yang ideal untuk perjalanan mereka.

Baca Juga: Meksiko vs Afrika Selatan Diwarnai 3 Kartu Merah, Apakah Aturan Piala Dunia 2026 Makin Ketat?

2. Afrika Selatan Menjadi Lawan yang Ideal

Afrika Selatan datang ke turnamen dengan modal kurang meyakinkan. Mereka tidak meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir dan kesulitan mencetak gol secara konsisten.

Situasi tersebut membuat Bafana Bafana menjadi lawan yang relatif nyaman bagi Meksiko yang tengah menghadapi tekanan besar sebagai tuan rumah.

Gol cepat Quiñones, yang lahir dari kesalahan penguasaan bola Yaya Sithole, langsung mengurangi ketegangan di kubu El Tri. Setelah itu, Afrika Selatan kesulitan memberikan ancaman berarti.

Kondisi semakin memburuk bagi wakil Afrika tersebut ketika Sithole mendapat kartu merah pada awal babak kedua. Setelah Jiménez mencetak gol kedua, Themba Zwane juga diusir keluar lapangan usai tinjauan VAR menemukan dugaan pelanggaran keras.

Meski Korea Selatan dan Republik Ceko diperkirakan akan memberikan perlawanan yang lebih berat di Grup A, Meksiko tetap dianggap sebagai favorit.

Sementara itu, tanda-tanda bahwa Afrika Selatan akan kembali tersingkir di fase grup semakin terlihat.

Baca Juga: Kartu Merah Cesar Montes Bikin Javier Aguirre Putar Otak Jelang Duel Meksiko vs Korea Selatan

3. Momen Emosional untuk Raul Jimenez

Bagi Raúl Jiménez, pertandingan ini memiliki arti yang sangat spesial.

Penyerang veteran berusia 35 tahun itu menjalani penampilan ke-127 bersama tim nasional Meksiko dan mencetak gol internasional ke-46 untuk menyamai catatan Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa El Tri.

Menariknya, setelah hanya menjadi pemain cadangan pada Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022, laga melawan Afrika Selatan menjadi kesempatan pertamanya tampil sebagai starter di ajang tersebut. Gol pada menit ke-67 juga menjadi gol Piala Dunia pertamanya.

Perjalanan Jiménez menuju momen ini tidak mudah. Pada 2020, ia mengalami patah tulang tengkorak yang mengancam nyawanya saat bermain bersama Wolverhampton Wanderers.

Kesedihan juga menghampirinya pada Maret lalu ketika sang ayah meninggal dunia. Karena itu, gol yang dicetaknya di Azteca menjadi momen emosional yang ia persembahkan untuk mendiang ayahnya.

Ketika ditarik keluar tak lama kemudian, seluruh stadion memberikan tepuk tangan meriah untuk sang penyerang senior.

4. Gilberto Mora Membuat Publik Meksiko Bersemangat

Satu nama lain yang sukses mencuri perhatian adalah Gilberto Mora.

Pemain berusia 17 tahun itu memang tidak masuk dalam susunan pemain utama, tetapi sambutan luar biasa dari para pendukung ketika ia masuk menggantikan Álvaro Fidalgo pada menit ke-66 menunjukkan besarnya harapan yang disematkan kepadanya.

Mora merupakan pemain termuda di Piala Dunia 2026 dan sebelumnya sudah menjadi debutan termuda Meksiko pada tahun lalu.

Rekor Pelé sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia mungkin sulit dikejar. Namun, Mora masih memiliki peluang untuk menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol di turnamen tersebut dan satu-satunya pemain selain legenda Brasil itu yang mampu melakukannya sebelum berusia 18 tahun.

EDITOR: Banu Adikara