JawaPos.com - Kapten timnas Korea Selatan Son Heung-min mengungkapkan semangatnya ketika bersiap tampil di Piala Dunia keempatnya. Son akan bermain bersama Korea Selatan menghadapi Republik Ceko pada laga pembuka Grup A di Estadio Guadalajara pada Jumat (12/6).
Pemain berusia 33 tahun itu telah menjadi sosok sentral bagi Timnas Korea Selatan selama hampir satu dekade terakhir. Dengan koleksi 144 caps, Son Heung-min menjadi pemain paling berpengalaman di skuad piala dunia saat ini, unggul jauh dari rekan setim terdekatnya, Lee Jae-sung.
Meski akan segera menginjak usia 34 tahun bulan depan, peran Son Heung-min tetap tak tergantikan. Son masih menjadi figur kunci yang diharapkan mampu mengangkat performa tim di panggung terbesar sepak bola dunia. Son pun mengaku bahwa antusiasmenya terhadap Piala Dunia tidak pernah pudar.
Baca Juga: Pelatih Timnas Republik Ceko Waspadai Son Heung-min Saat Hadapi Korea Selatan
“Saya sangat senang bisa kembali bermain di Piala Dunia, sesuatu yang saya impikan sejak kecil,” ujar Son dalam konferensi pers dikutip dari ESPN.
Son menambahkan bahwa perasaan yang dirasakannya tidak berbeda, baik saat tampil pertama kali maupun setelah empat kali ikut memperkuat Timnas Korea Selatan di Piala Dunia. “Entah ini Piala Dunia pertama atau keempat, saya tetap merasa seperti anak kecil. Ini adalah panggung impian,” kata Son Heung-min.
Son juga menyinggung pengalaman Korea Selatan di Piala Dunia sebelumnya, khususnya pada edisi 2022 di Qatar. Menurut dia, tim telah belajar banyak dari keberhasilan dan kegagalan yang dialami.
Baca Juga: Harga Transport Mahal, Timnas Jerman Sediakan Bus Gratis untuk Suporter di Piala Dunia 2026
“Di Qatar, kami menunjukkan kekuatan, tetapi juga mengalami kekalahan dan kegagalan. Itu menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk melangkah ke depan,” jelas Son Heung-min.
Son menilai skuad Korea Selatan saat ini lebih matang dan berpengalaman, meskipun terdapat sejumlah perubahan dalam komposisi pemain. Korea Selatan sendiri memiliki catatan kurang memuaskan dalam laga pembuka Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir. Mereka gagal meraih kemenangan di pertandingan pertama yang kerap menjadi hambatan besar dalam perjalanan mereka di fase grup.
Pada Piala Dunia 2014 dan 2018, Korea Selatan gagal melaju ke babak gugur. Sementara pada edisi 2022, mereka baru memastikan tiket ke babak 16 besar setelah meraih kemenangan dramatis atas Portugal lewat gol menit ke-90+1 yang berawal dari asis Son.
Meskipun demikian, Son tidak ingin terlalu membebani diri dengan tekanan hasil pertandingan pertama. Son menegaskan akan fokus menjalani setiap hari secara maksimal.
“Hari ini adalah yang paling penting bagi saya. Saya harus fokus pada latihan dan pengembangan diri. Untuk besok, kami akan memberikan yang terbaik,” ujar Son Heung-min.
Son juga menekankan bahwa seluruh pertandingan di fase grup memiliki arti penting. “Kami akan bermain seolah mempertaruhkan segalanya dan mencoba melampaui kemampuan kami,” tambah dia.
Sementara itu, pelatih kepala Korea Selatan Hong Myung-bo juga menyambut Piala Dunia kali ini dengan semangat baru. Ini menjadi kesempatan keduanya memimpin tim di ajang tersebut setelah pengalaman pahit pada 2014, saat Korea Selatan hanya meraih satu poin di fase grup.
“Saya merasa terhormat bisa kembali memimpin tim di Piala Dunia,” kata Hong.
Hong mengakui kegagalan di masa lalu, tetapi sang pelatih menilai tim saat ini telah berkembang jauh lebih baik. “Sejak 2014 hingga sekarang, kami telah mengumpulkan banyak pengalaman dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujar dia.
Baca Juga: Netizen Arab Saudi Khawatir Satu Grup dengan Indonesia, Bukti Tim Garuda Kini Makin Diperhitungkan
Hong menegaskan bahwa hasil pertandingan tidak bisa diprediksi, tetapi dia berharap para pemain dapat menikmati setiap momen di lapangan. “Yang terpenting, saya ingin para pemain menikmati pertandingan,” ucap dia.