JawaPos.com - Pelatih tim nasional Republik Ceko Miroslav Koubek mewaspadai Son Heung-min saat melawan Korea Selatan. Laga Grup A Piala Dunia tersebut bakal dimainkan di Estadio Akron, Jumat (12/6) pukul 09.00 WIB.
Miroslav Koubek mengetahui bahwa Son Heung-min adalah pemain andalan bagi timnas Korea Selatan. Tidak hanya penyerang LAFC tersebut yang diwaspadainya, tetapi para penyerang lainnya juga punya kualitas.
"Dia (Son Heung-min) adalah nama besar di dunia sepak bola, dia telah mencapai banyak hal. Kita tahu bahwa dia adalah legenda di Korea, salut untuknya. Secara umum, Korea memiliki kualitas di posisi penyerang, di situlah bahaya terbesar bagi kita," kata Miroslav Koubek saat jumpa pers yang dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, Kamis (11/6).
Baca Juga: Harga Transport Mahal, Timnas Jerman Sediakan Bus Gratis untuk Suporter di Piala Dunia 2026
Meskipun demikian, Koubek tetap percaya diri dengan kekuatan Republik Ceko yang berhasil menyingkirkan Denmark untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Dia menilai para pemainnya bakal mampu meredam ketajaman penyerang Korea Selatan.
"Tetapi tim ini telah bermain melawan bintang-bintang sepak bola dunia lainnya dan juga berhasil mengatasinya, yang terbaru melawan Denmark. Jadi saya percaya para pemain mampu mengawal para striker Korea yang hebat," sambung Koubek.
Menjelang menghadapi Korea Selatan, salah satu penyerang andalan Republik Ceko Jan Kuchta masih mengalami cedera setelah laga melawan Kosovo. Namun, Koubek menilai kondisi pemain Sparta Praha tersebut mulai membaik.
Baca Juga: Declan Rice Sebut Skuad Timnas Inggris Sudah Beradaptasi dengan Cuaca Panas di Turnamen Piala Dunia
"Kondisinya masih kritis, masih terbuka. Yang penting kondisinya telah membaik secara signifikan dalam beberapa hari terakhir," terang Koubek.
Estadio Akron tempat dilangsungkannya pertandingan berada di ketinggian 1.600 meter yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi Republik Ceko. Bermain di dataran tinggi, sudah dipersiapkan dengan baik oleh Miroslav Koubek.
"Kondisi yang diberikan kepada kami sebagai salah satu peserta terakhir di kejuaraan adalah seperti itu. Saya diberitahu bahwa tidak mungkin sebaliknya, jadi kami menerimanya," jelas pelatih 74 tahun tersebut.
"Dataran tinggi memang selalu hijau. Kami tahu bahwa ada beberapa hal yang menghambat kami dalam hal ini. Tetapi kami bertekad untuk tidak memikirkan hal-hal negatif dan keraguan. Kami telah mengambil banyak langkah untuk mempersiapkan tim menghadapi dataran tinggi bahkan dalam kondisi seperti ini. Kita akan lihat sejauh mana kita telah berhasil," tandas Koubek.