← Beranda
Rahang Patah, Djed Spence Tetap Perkuat Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 dengan Topeng Pelindung
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 9 Juni 2026 | 21.32 WIB
Bek timnas Inggris Djed Spence siap tampil di Piala Dunia 2026 dengan memakai topeng pelindung akibat cedera patah rahang. (ig @amj_spurs)

 

JawaPos.com - Djed Spence datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi yang tidak biasa. Bek serba bisa timnas Inggris itu harus mengenakan topeng pelindung setelah mengalami patah rahang akibat benturan keras dalam laga Liga Primer bersama Tottenham Hotspur.

Melansir The Guardian, cedera tersebut terjadi pada pertandingan melawan Chelsea di pekan kedua terakhir musim lalu. Dalam sebuah duel udara, Spence menerima sikutan keras dari Liam Delap yang menghantam sisi kiri rahangnya. 

Insiden itu memicu perdebatan karena Delap tidak menerima kartu merah meski kontak yang terjadi dinilai cukup berbahaya. "Ya, itu tekel yang gila," kata Spence mengenang kejadian tersebut.

Baca Juga: Thomas Tuchel Ciptakan Persaingan di Lini Depan Timnas Inggris, Anthony Gordon dan Marcus Rashford Berebut Satu Posisi

Menariknya, meski mengalami cedera serius, pemain berusia 25 tahun itu tetap menyelesaikan pertandingan hingga peluit akhir berbunyi. Saat itu Tottenham kalah 2-1, tetapi Spence mengaku tidak terlalu memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa mengancam musim maupun peluangnya tampil di Piala Dunia.

"Tidak, sebenarnya tidak. Memang sakit, tetapi untungnya saya bermain sepak bola dengan kaki saya dan bukan rahang saya. Jadi saya baik-baik saja," tandas Djed spence.

Sikap santainya berlanjut hingga kini. Spence sudah bergabung dengan skuad Inggris di Amerika Serikat dan diproyeksikan tampil pada laga pemanasan terakhir melawan Kosta Rika sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Kroasia.

Baca Juga: Thomas Tuchel Kirim Peringatan pada Jude Bellingham, Tak Ada Jaminan Starter

Untuk melindungi cedera tersebut, dia harus mengenakan penyangga rahang khusus selama turnamen berlangsung. Pelindung itu sudah dipakainya saat Tottenham mengalahkan Everton 1-0 pada laga penutup musim yang memastikan mereka terhindar dari degradasi.

Dia juga memakainya ketika Inggris mengalahkan Selandia Baru 1-0 dalam laga uji coba, bahkan berhasil mencatat assist untuk gol Harry Kane.

"Agak tidak nyaman, tapi ya sudahlah," kata Spence.

Kepercayaan Penuh dari Thomas Tuchel

Masuknya nama Spence ke skuad Inggris sempat mengejutkan sebagian pengamat. Banyak yang memperkirakan Thomas Tuchel akan memilih opsi lain di sektor bek kiri, seperti Myles Lewis-Skelly, Lewis Hall, atau Luke Shaw.

Namun Tuchel memiliki alasan kuat mempertahankan pemain Tottenham tersebut. Selain dikenal sebagai salah satu pemain tercepat dalam skuad Inggris, Spence juga memiliki kemampuan bertahan satu lawan satu yang sangat baik dan mampu bermain di kedua sisi pertahanan.

Meski posisi alaminya adalah bek kanan, dalam dua musim terakhir ia lebih sering dimainkan di sisi kiri bersama Tottenham.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Peluang Rekor Baru dan Catatan yang Masih Bertahan

"Secara alami saya adalah bek kanan, tetapi saya sudah bermain sebagai bek kiri selama beberapa tahun terakhir," ujar Spence.

"Saya masih mempelajari posisi ini, masih berusaha untuk menjadi lebih baik, tetapi kemampuan beradaptasi adalah kekuatan yang bagus. Saya sudah lama tidak bermain di sisi kanan, tetapi itu masih posisi yang kuat bagi saya dan mudah-mudahan saya bisa bermain di sisi kanan dalam turnamen ini. Tetapi, jika tidak, saya senang berada di sisi kiri. Itu posisi saya sekarang," lanjut dia.

Masih Ingin Lebih Tajam Menyerang

Meski tampil solid saat bertahan, Spence mengakui kontribusinya dalam menyerang masih perlu ditingkatkan. Assist untuk Harry Kane saat menghadapi Selandia Baru menjadi assist pertamanya dalam 48 pertandingan bersama klub dan tim nasional musim ini.

Baca Juga: Berbagai Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026 yang Wajib Diketahui

Dia juga belum mencetak satu gol pun sepanjang musim dan menyadari bahwa aspek tersebut harus menjadi fokus pengembangannya.

"Ya, tentu saja. Semua orang tahu betapa bagusnya saya dalam duel satu lawan satu, tetapi menyerang agak berbeda bermain di sisi kiri karena itu bukan sisi alami saya untuk menyerang. Masih ada hal-hal yang bisa saya tingkatkan dan saya harus mencoba untuk mendapatkan lebih banyak gol," tutur Djed Spence.

Fokus Penuh ke Piala Dunia

Di luar lapangan, Spence dikenal sebagai sosok yang percaya diri dan tidak segan melontarkan candaan di media sosial, termasuk beberapa kali terlibat saling sindir dengan pemain Arsenal.

Baca Juga: John Herdman Puji Kualitas Dony Tri Pamungkas, Sebut Jadi Ancaman bagi Pemain Senior Timnas Indonesia

Namun suasana berbeda kini terasa di kamp Inggris. Setelah sejumlah pemain Arsenal seperti Bukayo Saka, Declan Rice, Noni Madueke, dan Eberechi Eze bergabung ke pemusatan latihan usai final Liga Champions, Spence memilih menunda semua candaan.

"Tidak. Tidak ada candaan, tidak ada candaan. Kita harus fokus pada turnamen dan semoga ini akan menjadi turnamen yang bagus. Kita bisa bercanda setelahnya," katanya ketika ditanya apakah ada ejekan yang beredar di dalam skuad.

Dengan rahang yang masih dalam proses pemulihan dan topeng pelindung yang akan terus menempel di wajahnya sepanjang musim panas, Spence tampaknya tidak ingin menjadikan cedera sebagai alasan. Fokusnya kini hanya satu: membantu Inggris melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah