← Beranda
Thomas Tuchel Ciptakan Persaingan di Lini Depan Timnas Inggris, Anthony Gordon dan Marcus Rashford Berebut Satu Posisi
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 9 Juni 2026 | 21.18 WIB
Anthony Gordon dan Marcus Rashford (kiri) bersaing memperebutkan satu tempat di lini depan The Three Lions. (ig @balbusports) 

 

JawaPos.com - Thomas Tuchel tampaknya tidak ingin ada pemain yang merasa aman di skuad timnas Inggris jelang Piala Dunia 2026. Sang pelatih membangun persaingan di hampir setiap posisi, termasuk di sektor sayap kiri yang kini menjadi arena duel antara Anthony Gordon dan Marcus Rashford.

Situasi itu semakin menarik setelah kepindahan mengejutkan Anthony Gordon dari Newcastle United ke Barcelona pada bursa transfer musim panas ini. Transfer tersebut bukan hanya menjadi sorotan di level klub, tetapi juga menciptakan dinamika baru di timnas Inggris.

Melansir The Guardian, Thomas Tuchel bahkan melihat sisi positif dari langkah besar yang diambil Anthony Gordon. “Ini luar biasa,” kata Tuchel.

Baca Juga: Thomas Tuchel Kirim Peringatan pada Jude Bellingham, Tak Ada Jaminan Starter

“Ini perjalanan yang menyenangkan bagi saya untuk menonton pertandingan. Saya hanya bisa mendorong orang untuk pergi ke tempat-tempat yang indah," lanjut dia.

Transfer Gordon Bikin Situasi Rashford Makin Menarik

Kondisi menjadi semakin unik karena Rashford baru saja menjalani musim yang cukup sukses sebagai pemain pinjaman Barcelona dari Manchester United. Penyerang berusia 28 tahun itu berharap bisa menetap secara permanen di Camp Nou.

Namun di tengah negosiasi yang belum tuntas, Barcelona justru mengeluarkan dana besar untuk merekrut Gordon. Ketika ditanya mengenai situasi tersebut, Tuchel hanya tersenyum.

Baca Juga: John Herdman Puji Kualitas Dony Tri Pamungkas, Sebut Jadi Ancaman bagi Pemain Senior Timnas Indonesia

“Ini sedikit unik. Mari kita lihat apa yang diputuskan Barcelona dan apa yang diputuskan Marcus,” kata Thomas Tuchel.

Di luar urusan transfer, Tuchel justru menikmati dampak kompetitif yang tercipta. Baginya, semakin ketat persaingan, semakin baik pula kualitas skuad Inggris.

Filosofi Tuchel: Satu Posisi, Dua Kandidat

Sejak menangani Inggris, Tuchel berulang kali menekankan pentingnya kejelasan posisi. Da tidak ingin memaksakan banyak pemain bintang bermain di area yang bukan peran terbaik mereka.

Prinsip itu membuat hampir setiap posisi memiliki dua kandidat utama yang harus bersaing secara langsung. Di sektor sayap kiri, Gordon dan Rashford menjadi contoh paling jelas.

Rashford mendapat dukungan besar dari Tuchel sejak awal masa kepelatihannya. Bahkan saat performanya belum sepenuhnya stabil dan baru memulai masa peminjjaman di Aston Villa pada 2025, Tuchel tetap memanggilnya ke tim nasional.

Keputusan itu dianggap sebagai bentuk kepercayaan sekaligus upaya membangkitkan kembali kepercayaan diri sang pemain. Hingga kini, setiap kali berada dalam kondisi fit, Rashford hampir selalu mendapatkan tempat di skuad Tuchel.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Peluang Rekor Baru dan Catatan yang Masih Bertahan

Rashford Unggul, Gordon Masih Mengejar

Dalam kemenangan 1-0 Inggris atas Selandia Baru pada laga pemanasan Piala Dunia, Rashford tampil cukup impresif. Dia menciptakan lima peluang, jumlah terbanyak dibanding pemain lain di lapangan. Meski penyelesaian akhirnya masih bisa ditingkatkan, kontribusinya dalam membangun serangan mendapat apresiasi.

Sebaliknya, Gordon yang masuk pada babak kedua belum mampu memberikan dampak besar selama 45 menit penampilannya.

Meski begitu, Tuchel tampaknya belum menentukan pilihan final. Persaingan di posisi tersebut masih terbuka dan kemungkinan akan berlanjut hingga laga pembuka melawan Kroasia.

Baca Juga: Berbagai Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026 yang Wajib Diketahui

Bukan Hanya Gordon dan Rashford

Persaingan di skuad Inggris tidak hanya terjadi di sektor sayap kiri. Tuchel juga mengonfirmasi bahwa Jude Bellingham tetap harus bersaing untuk mendapatkan posisi utama meski statusnya sebagai salah satu bintang terbesar tim tidak diragukan lagi.

“Ya, dia bersaing. Dia adalah salah satu dari pemain inti, dia tahu itu. Dalam pikiran saya ada 14 atau 15 pemain inti yang sesungguhnya dan Jude adalah salah satunya,” kata Tuchel.

Rival utama Bellingham adalah Morgan Rogers, yang dipercaya menjadi starter saat menghadapi Selandia Baru. Namun Bellingham menunjukkan kualitasnya setelah masuk di babak kedua dengan permainan yang lebih tajam dan dominan.

Baca Juga: Messi Dicadangkan, Timnas Argentina Tetap Menang Nyaman Jelang Piala Dunia 2026

Situasi ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman di bawah kepemimpinan Tuchel.

Harry Kane Tetap Jadi Andalan

Jika ada satu nama yang hampir pasti masuk daftar starter Inggris, pemain itu adalah Harry Kane. Kapten Inggris tersebut kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kemenangan melawan Selandia Baru. Gol itu membuat koleksi gol internasionalnya bertambah menjadi 79.

Meski banyak pihak khawatir Inggris terlalu bergantung pada Kane sebagai sumber gol utama, Tuchel tidak melihat hal itu sebagai masalah besar.

Ketika ditanya apakah Inggris membutuhkan lebih banyak pencetak gol selain Kane, jawabannya singkat namun penuh keyakinan.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Siaran Langsung Jam Berapa, Prediksi Susunan Pemain, dan Live Streaming 

“Dia bisa. Dia benar-benar bisa. Saya mengerti kekhawatiran itu. Saya tidak khawatir. Kami akan kuat dalam bola mati dan ketika ruang terbuka sedikit lebih banyak melawan tim yang benar-benar ingin mengalahkan kami, kami akan bagus,” tandas Tuchel

Dengan persaingan yang semakin ketat di hampir semua lini, Tuchel berharap setiap pemain terdorong untuk menunjukkan performa terbaiknya.

Bagi Inggris, duel antara Anthony Gordon dan Marcus Rashford hanyalah satu dari banyak pertarungan internal yang akan menentukan wajah tim saat Piala Dunia 2026 dimulai.

Baca Juga: Try Hamdani Resmi Lanjut Bersama Kendal Tornado FC, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah