JawaPos.com - Bintang Timnas Portugal Rafael Leao terancam menghadapi sanksi berat menjelang Piala Dunia 2026 setelah menerima kartu merah akibat tindakan kekerasan saat laga persahabatan melawan Chili, Minggu (7/6) dini hari WIB.
Insiden itu terjadi pada masa tambahan waktu babak pertama dan berpotensi memengaruhi partisipasinya bersama timnas Portugal di turnamen yang dimulai 11 Juni di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Bagaimana Keributan Portugal vs Chili Bisa Berujung Kartu Merah?
Keributan bermula dari duel antara bek kanan Chili, Felipe Faundez, dan pemain Portugal, Joao Cancelo, di dekat tiang sudut lapangan. Faundez memenangkan duel tersebut dan menendang bola menjauh, tetapi Cancelo menilai lawannya bangkit dengan cara yang terlalu agresif sehingga memicu reaksi emosional.
Situasi kemudian memanas ketika sejumlah pemain dari kedua tim mendatangi lokasi kejadian. Kerumunan besar terbentuk dan suasana pertandingan yang semula berjalan normal berubah menjadi tegang dalam hitungan detik.
Di tengah keributan itu, Leao dan bek Chili, Ivan Roman, ikut terlibat dalam adu dorong. Keduanya beberapa kali saling mendorong sebelum insiden yang menjadi sorotan utama akhirnya terjadi.
Leao terlihat menampar wajah Roman menggunakan tangannya. Tindakan tersebut langsung memancing reaksi pemain lain yang berusaha melerai dan menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Baca Juga: Terjerat Tuduhan Terkait Masalah Pirbadinya, David Sullivan Resmi Tinggalkan West Ham
Beberapa detik kemudian suasana kembali terkendali. Namun, rekaman insiden tersebut sudah cukup menjadi bahan pertimbangan wasit untuk mengambil keputusan tegas.
Keputusan Wasit dan Reaksi Cristiano Ronaldo
Wasit asal Italia, Luca Zufferli, tidak langsung mengeluarkan kartu merah setelah insiden terjadi. Dia terlebih dahulu mengambil waktu untuk menilai situasi dan memastikan pihak-pihak yang dianggap paling bertanggung jawab dalam keributan tersebut.
Setelah melakukan penilaian, Zufferli memutuskan mengusir Leao dan Roman dari lapangan. Kedua pemain harus meninggalkan pertandingan lebih cepat saat skor masih imbang 0-0.
Baca Juga: Fakta Unik Nomor 10 Persebaya, Sejak 2018 Tidak Ada Pemain yang Pakai Angka Itu Lebih dari Dua Musim
Keputusan tersebut sempat memunculkan reaksi dari kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. Bintang veteran itu berusaha berbicara kepada wasit dengan harapan keputusan dapat ditinjau kembali.
Upaya Ronaldo tidak membuahkan hasil. Zufferli tetap pada keputusannya dan kedua pemain yang berseteru tetap menerima kartu merah langsung.
Leao sendiri menanggapi keputusan tersebut dengan cara yang menarik perhatian. Penyerang berusia 26 tahun itu disebut meninggalkan lapangan sambil menunjukkan senyuman sinis sebelum masuk ke ruang ganti.
Mengapa Kartu Merah Ini Bisa Mengancam Piala Dunia?
Dalam banyak kasus, kartu merah yang diterima pemain pada laga persahabatan biasanya hanya berdampak pada pertandingan persahabatan berikutnya. Hukuman tersebut umumnya tidak dibawa ke kompetisi resmi seperti kualifikasi atau putaran final turnamen internasional.
Contoh terbaru terjadi pada pemain Austria, Konrad Laimer. Gelandang yang membela FC Bayern Munich itu mendapat kartu merah karena handball saat Austria menang 1-0 atas Tunisia, tetapi tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan bermain di Piala Dunia.
Baca Juga: Timnas Amerika Serikat Tumbang 1-2 dari Jerman, Pelajaran Berharga Sebelum Piala Dunia 2026
Situasi Leao berbeda karena penyebab kartu merahnya dikategorikan sebagai tindakan kekerasan. Faktor inilah yang membuat kasusnya berpotensi masuk ke dalam pembahasan Komisi Disiplin FIFA.
Jika FIFA menilai pelanggaran tersebut cukup serius, sanksi dapat diperluas hingga mencakup pertandingan resmi. Artinya, hukuman tidak berhenti pada laga uji coba semata dan bisa berpengaruh langsung terhadap agenda Portugal di Piala Dunia.
Skenario itu menjadi ancaman nyata bagi Leao. Apabila FIFA menjatuhkan larangan bermain pada pertandingan resmi, ia berisiko melewatkan laga penting Portugal pada fase grup.
Baca Juga: Timnas Argentina Tumbangkan Honduras 2-0 Tanpa Lionel Messi, Martinez dan Simeone Jadi Penyelamat
Menunggu Putusan FIFA dan Nasib Portugal di Fase Grup
Portugal dijadwalkan menjalani satu laga uji coba terakhir melawan Nigeria pada Rabu (10/6). Pertandingan itu kini menjadi titik penting karena dapat menjadi tempat pelaksanaan hukuman jika FIFA memutuskan sanksi hanya berlaku untuk laga persahabatan.
Leao tentu berharap mendapatkan keputusan yang serupa dengan kasus yang pernah dialami penyerang Curacao, Jurgen Locadia. Saat itu, Locadia mendapat kartu merah akibat tindakan kekerasan dalam laga persahabatan melawan Skotlandia.
Awalnya terdapat kekhawatiran dia akan absen pada pertandingan pembuka lawan Curacao di Piala Dunia. Namun, keputusan akhir menetapkan skorsing hanya satu pertandingan sehingga hukuman dijalankan pada laga uji coba terakhir melawan Aruba.
Baca Juga: Posisinya Digeser Manuel Neuer, Begini Tanggapan Oliver Baumann
Jika Leao memperoleh perlakuan yang sama, dia hanya akan melewatkan duel kontra Nigeria. Dengan demikian, ia tetap dapat memperkuat Portugal saat menghadapi Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni.
Portugal juga masih memiliki dua pertandingan fase grup lainnya melawan Uzbekistan dan Kolombia. Kehadiran Leao dianggap penting karena tim tersebut masuk dalam daftar favorit yang berpeluang melangkah jauh di turnamen.
Di Tengah Ancaman Sanksi, Leao Juga Bersiap Tinggalkan Milan
Musim panas 2026 menjadi periode yang sangat menentukan bagi Leao. Selain menunggu keputusan FIFA, ia juga sedang mempersiapkan perubahan besar dalam karier klubnya.
Pemain yang selama tujuh tahun membela AC Milan itu telah menyatakan keinginan untuk mencari tantangan baru. “Saya bangga bisa menulis sejarah di Milan, tetapi saya ingin membuka bab baru dalam karier saya,” katanya kepada Sport TV Portugal.
Laporan yang beredar menyebut Milan siap melepas sang pemain dengan nilai transfer mulai 50 juta euro. Nama Manchester United disebut sebagai tujuan favorit, sementara Galatasaray juga dikabarkan menunjukkan minat besar.
Leao sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Bayern Munich. Namun, klub juara Bundesliga itu disebut lebih fokus mengarahkan perhatian kepada Ismael Saibari dari PSV Eindhoven untuk memperkuat lini serang mereka.