← Beranda
Tiga Hal yang Terlihat dari Kemenangan Timnas Inggris Menjelang Laga Pembuka Piala Dunia 2026
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 7 Juni 2026 | 19.21 WIB
Kapten Timnas Inggris, Harry Kane. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Timnas Inggris memulai rangkaian persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru di Tampa, Florida.

Gol tunggal Harry Kane pada masa tambahan waktu babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung di tengah cuaca panas tersebut.

Meski hasil akhirnya positif, penampilan Three Lions belum bisa disebut meyakinkan. Inggris masih terlihat kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka dan hanya menciptakan sedikit momen berbahaya sepanjang laga.

Namun di balik kemenangan tersebut, melansir The Standard, ada beberapa hal menarik yang mulai terlihat dari tim asuhan Thomas Tuchel menjelang laga pembuka Grup L melawan Kroasia.

Baca Juga: Rafael Leao Diusir karena Kartu Merah Saat Portugal Menang atas Chili di Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

1. Thomas Tuchel Mulai Mencari Fleksibilitas Skuad

Salah satu hal yang paling mencolok dalam pertandingan ini adalah keberanian Tuchel mencoba sejumlah pemain di posisi yang tidak biasa.

Ollie Watkins, yang dikenal sebagai penyerang tengah, dimainkan di sisi kanan serangan pada babak pertama. Keputusan itu diambil karena beberapa pemain sayap utama belum bergabung dengan skuad setelah menjalani final Liga Champions.

Selain itu, Jarrell Quansah ditempatkan sebagai bek kanan meski lebih sering bermain sebagai bek tengah.

Di babak kedua, Tino Livramento dimainkan sebagai bek kiri, sementara Nico O'Reilly tampil di lini tengah bersama Elliot Anderson.

Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa Tuchel ingin memiliki banyak opsi taktik selama Piala Dunia berlangsung.

Beberapa pemain mampu beradaptasi dengan baik, terutama Livramento dan O'Reilly yang terlihat nyaman menjalankan peran berbeda dari posisi natural mereka.

Namun tidak semua percobaan berjalan mulus. Quansah misalnya terlihat beberapa kali ragu menentukan kapan harus membantu serangan dan kapan harus tetap bertahan.

Meski begitu, laga ini memberikan gambaran bahwa fleksibilitas akan menjadi salah satu senjata utama Inggris di bawah arahan Tuchel.

Baca Juga: Legenda Timnas Jerman Prediksi Cristiano Ronaldo Bersama Portugal Akan Memenangkan Piala Dunia 2026

2. Ollie Watkins Menunjukkan Nilainya

Salah satu pemain yang tampil cukup menonjol adalah Ollie Watkins.

Meski dimainkan di posisi yang tidak biasa, penyerang Aston Villa tersebut mampu menunjukkan kualitas yang membuatnya masuk skuad Piala Dunia.

Kecepatan dan kemampuannya melakukan pergerakan tanpa bola menjadi ancaman yang terus merepotkan pertahanan Selandia Baru.

Watkins memang tidak mencetak gol, tetapi kontribusinya dalam membuka ruang dan memperpanjang serangan terlihat jelas sepanjang babak pertama.

Hal itu menjadi pembeda dibanding beberapa pesaingnya di posisi penyerang.

Dominic Calvert-Lewin, Dominic Solanke, maupun Danny Welbeck sama-sama memiliki kualitas tersendiri, tetapi Watkins menawarkan keunggulan berupa mobilitas dan kemampuan menyerang ruang kosong di belakang garis pertahanan lawan.

Dengan karakteristik tersebut, peluangnya menjadi pelapis utama Harry Kane di Piala Dunia semakin terbuka.

Baca Juga: Timnas Iran Ajukan Pengaduan Baru terhadap Amerika Serikat Terkait Masalah Visa Piala Dunia 2026

3. Kerangka Tim Inti Mulai Terlihat

Meski Tuchel memberikan kesempatan bermain kepada 22 pemain, pertandingan ini juga memberikan petunjuk mengenai siapa saja yang kemungkinan menjadi andalan saat turnamen dimulai.

Perbedaan kualitas di beberapa posisi terlihat cukup jelas ketika sejumlah pemain masuk pada babak kedua.

Reece James langsung menunjukkan ketenangan dan kualitas yang membuatnya menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi bek kanan utama.

Sementara itu, Jude Bellingham memberikan dampak besar saat dimainkan sebagai gelandang serang.

Berbeda dengan Morgan Rogers yang kesulitan menemukan pengaruhnya di babak pertama, Bellingham tampil penuh energi dan terus mendorong tim bermain lebih agresif.

Selain aktif dalam menyerang, pemain Real Madrid itu juga menunjukkan kepemimpinan dengan memenangkan duel-duel penting dan menjadi motor permainan Inggris.

Di lini tengah, Jordan Henderson mendapat kesempatan tampil sejak awal, tetapi ketika seluruh skuad lengkap berkumpul, duet Declan Rice dan Elliot Anderson tampaknya menjadi kombinasi yang paling berpotensi digunakan Tuchel.

Baca Juga: Piala Dunia Panggungnya Akamsi! Belum Ada Pelatih Asing yang Pernah Mengangkat Trofi Juara Dunia

Kemenangan yang Lebih Penting dari Sekadar Hasil

Bagi Inggris, pertandingan melawan Selandia Baru sebenarnya bukan hanya soal meraih kemenangan.

Laga tersebut menjadi kesempatan untuk menguji adaptasi pemain terhadap cuaca panas yang diperkirakan akan menjadi tantangan selama Piala Dunia berlangsung di Amerika Utara.

Selain itu, Tuchel juga memanfaatkan pertandingan ini untuk mengukur kedalaman skuad sekaligus mencari kombinasi terbaik sebelum menghadapi Kroasia pada laga pembuka.

Permainan Inggris memang masih jauh dari kata sempurna. Namun kemenangan tipis ini setidaknya memberikan beberapa jawaban penting mengenai arah yang sedang dibangun Tuchel menjelang turnamen terbesar di dunia sepak bola.

EDITOR: Banu Adikara