← Beranda
Thomas Tuchel Kecewa dengan Permainan Timnas Inggris di Babak Pertama Meski Menang Tipis atas Selandia Baru
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 7 Juni 2026 | 19.14 WIB
Pelatih Timnas Inggris Tuchel kritik performa timnya saat mengalahkan Selandia Baru 1-0. (ig @tuchelcam)

 

JawaPos.com - Timnas Inggris memang berhasil mengawali persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Selandia Baru. Namun hasil positif tersebut rupanya belum cukup membuat Thomas Tuchel merasa puas.

Pelatih asal Jerman itu secara terbuka mengkritik performa timnya, khususnya pada babak pertama, meski Harry Kane berhasil mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan Three Lions.

Melansir Daily Mail, menurut Thomas Tuchel, para pemainnya terlalu sering keluar dari instruksi yang telah disiapkan selama sesi latihan. Usai pertandingan lawan selandia baru, Tuchel mengaku tidak sepenuhnya senang dengan apa yang dia lihat di lapangan.

Baca Juga: Harry Kane Pecahkan Rekor Wayne Rooney usai Bawa Timnas Inggris Menang atas Selandia Baru

"Saya baik-baik saja. Tidak terlalu senang. Di babak pertama kami bermain di luar posisi dan terlalu banyak improvisasi," ujar Thomas Tuchel.

Pelatih berusia 52 tahun itu menjelaskan bahwa masalah utama bukan pergantian posisi antar pemain, melainkan kegagalan tim untuk kembali ke struktur permainan yang seharusnya setelah melakukan rotasi posisi.

"Kami terlalu lama berganti posisi. Berganti posisi bukanlah masalah, tetapi Anda harus menemukan posisi yang tepat lagi, sehingga semua orang tahu bagaimana memulai serangan, dan kemudian kita bisa mempercepat permainan dengan lebih mudah," papar Thomas Tuchel.

Baca Juga: Dapat Protes Massal, FIFA Batalkan Larangan Soal Botol Air Minum di Pertandingan Piala Dunia 2026

Tuchel juga menilai timnya terlalu sering mengandalkan umpan silang dan bola panjang, sesuatu yang justru tidak menjadi fokus latihan menjelang pertandingan.

"Dan kami banyak melakukan umpan silang, banyak sekali umpan silang, tembakan jarak jauh, yang biasanya bukan gaya permainan kami. Kami banyak memainkan bola-bola panjang, kami banyak memainkan umpan-umpan panjang - itu bukan bagian dari latihan dalam empat hari terakhir," kata Thomas Tuchel.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa Tuchel masih belum melihat implementasi penuh dari ide permainan yang ingin dia terapkan kepada skuad Inggris.

Kondisi Lapangan Jadi Keluhan Tambahan

Selain performa tim, Tuchel juga menyoroti kondisi lapangan Stadion Raymond James yang menurutnya jauh dari ideal. Lapangan yang baru dipasang beberapa waktu sebelum pertandingan dianggap menyulitkan para pemain untuk memainkan sepak bola dengan tempo cepat.

"Sangat sulit untuk bermain. Kami tidak mengalami cedera dan tidak ada kekhawatiran, tetapi lapangan sangat tidak rata dan untuk menggerakkan bola dengan cepat, ketika Anda menguasai bola hampir sepanjang pertandingan, itu tidak membantu Anda," tandas Thomas Tuchel.

Meski mengaku cukup terkejut dengan kondisi tersebut, Tuchel memahami bahwa situasi serupa kerap terjadi ketika tim bermain di stadion yang bukan digunakan secara rutin untuk sepak bola.

Baca Juga: Jurnalis Italia Sarankan Manchester United untuk Tidak Mendatangkan Rafael Leao, Ini Alasannya

"Hal ini bisa terjadi. Saya tahu dari tur pramusim di luar negeri, bahwa ini bisa terjadi jika Anda bermain di stadion yang lapangannya mungkin terlalu baru, belum sepenuhnya tumbuh dan belum sepenuhnya rata," terang Thomas Tuchel.

Untungnya bagi Inggris, tidak ada pemain yang mengalami cedera akibat kondisi lapangan tersebut.

Jude Bellingham Dapat Pujian Khusus

Salah satu hal positif yang dibawa Tuchel dari pertandingan ini adalah penampilan Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu masuk pada babak kedua dan bahkan dipercaya mengenakan ban kapten saat Harry Kane ditarik keluar.

Baca Juga: Siapa Pemain Incaran Florentino Perez yang Disebut Akan Memecahkan Rekor Transfer Real Madrid?

Meski demikian, Tuchel membantah bahwa keputusan tersebut merupakan sinyal mengenai susunan pemain utama untuk laga pembuka Piala Dunia melawan Kroasia. "Keputusan untuk Kroasia belum dibuat, dan tidak ada pesan tersembunyi," ucap dia.

Menurut Tuchel, pemilihan pemain lebih didasarkan pada keseimbangan tim dan hasil latihan dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, ia tidak ragu memberikan pujian besar kepada Bellingham yang baru pulih dari cedera hamstring yang sempat mengganggu musimnya.

"Dia sudah pulih dari cedera dan penuh energi, serta senang bisa kembali ke lapangan," tutur Thomas Tuchel.

Baca Juga: Cipta Cendikia dan Putri JP Jakarta Juara Hydroplus Soccer League Jakarta

Tuchel juga menilai jeda akibat cedera membuat Bellingham datang ke Piala Dunia dalam kondisi yang lebih segar.

"Anda dapat melihat sekarang bahwa dia sebenarnya berada di titik terbaiknya, dia kembali, dia segar, dia ingin bermain, dan dia dalam kondisi prima," kata Thomas Tuchel.

Pelatih Selandia Baru Juga Beri Peringatan

Kritik terhadap penampilan Inggris ternyata tidak hanya datang dari Tuchel. Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, juga menilai Three Lions masih harus meningkatkan kualitas permainan mereka jika ingin menjadi juara dunia.

"Jika mereka ingin memenangkan Piala Dunia, mereka harus tampil lebih baik daripada hari ini," tandas dia.

Baca Juga: Mihailo Perovic Masuk Daftar! Berikut 3 Pemain Era Eduardo Perez yang Tidak Dipertahankan Persebaya Surabaya Musim Depan

Pernyataan tersebut mungkin terdengar tajam, tetapi sejalan dengan penilaian banyak pihak yang merasa Inggris belum menunjukkan performa terbaiknya meski berhasil meraih kemenangan. Dengan waktu kurang dari dua pekan sebelum menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L, Tuchel masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki sejumlah aspek permainan timnya.

Kemenangan atas Selandia Baru memang menjadi modal positif, tetapi performa yang ditampilkan menunjukkan bahwa Inggris masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak sebelum benar-benar siap bersaing di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah