JawaPos.com - Harry Kane kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Timnas Inggris. Sang kapten menjadi penentu kemenangan Three Lions saat mengalahkan Selandia Baru 1-0 dalam laga persahabatan jelang Piala Dunia 2026.
Bertanding di Stadion Raymond James, Tampa, Timnas Inggris sempat kesulitan membongkar pertahanan Selandia Baru. Namun Harry Kane akhirnya memecah kebuntuan tepat sebelum turun minum.
Gol tersebut tidak hanya memastikan kemenangan timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel, tetapi juga membawa Harry Kane menorehkan rekor baru yang sebelumnya menjadi milik Wayne Rooney.
Baca Juga: Dapat Protes Massal, FIFA Batalkan Larangan Soal Botol Air Minum di Pertandingan Piala Dunia 2026
Sundulan Kane Jadi Pembeda
Melansir Talksport, Inggris tampil dominan sepanjang pertandingan, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih di tengah cuaca panas Florida. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ketiga masa tambahan waktu babak pertama.
Djed Spence mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti dan Kane menyambutnya dengan sundulan terarah yang bersarang di sudut gawang Selandia Baru. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan kemenangan perdana Inggris dalam rangkaian laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026.
Bagi Kane, gol tersebut juga melanjutkan produktivitas luar biasanya sepanjang musim. Striker Bayern Munchen itu kini telah mengoleksi 78 gol untuk Timnas Inggris.
Baca Juga: Jurnalis Italia Sarankan Manchester United untuk Tidak Mendatangkan Rafael Leao, Ini Alasannya
Pecahkan Rekor Wayne Rooney
Selain menjadi gol kemenangan, torehan Kane di Tampa juga menghadirkan catatan sejarah baru. Gol tersebut merupakan gol pertama Kane di Amerika Serikat bersama Timnas Inggris. Artinya, ia kini telah mencetak gol di 21 negara berbeda selama membela Three Lions.
Jumlah tersebut membuat Kane resmi melampaui rekor Wayne Rooney yang sebelumnya mencetak gol di 20 negara berbeda selama karier internasionalnya. Seperti saat memecahkan rekor Rooney sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris, Kane kembali berhasil melewati salah satu pencapaian legenda Manchester United tersebut.
Tak hanya itu, Selandia Baru juga menjadi tim nasional ke-35 yang berhasil dibobol Kane sepanjang karier internasionalnya. Jumlah tersebut tujuh lebih banyak dibandingkan Rooney yang berhasil mencetak gol melawan 28 negara berbeda selama membela Inggris.
Djed Spence Catat Momen Spesial
Kemenangan Inggris juga menjadi momen berharga bagi Djed Spence. Bek Tottenham Hotspur itu mencatatkan assist pertamanya untuk Timnas Inggris setelah memberikan umpan matang yang dikonversi menjadi gol oleh Kane.
Assist tersebut menjadi kontribusi langsung pertama Spence untuk tim nasional senior hanya dalam penampilan kelimanya. Performa positif itu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi pemain berusia 25 tahun tersebut setelah menjalani musim klub yang tidak selalu berjalan mulus.
Menariknya, keterlibatan Spence dan Kane dalam pertandingan berakhir setelah babak pertama karena Thomas Tuchel melakukan pergantian total saat jeda.
Baca Juga: Siapa Pemain Incaran Florentino Perez yang Disebut Akan Memecahkan Rekor Transfer Real Madrid?
Tuchel Beri Kesempatan untuk Semua Pemain
Sesuai rencana awal, Tuchel menurunkan dua susunan pemain yang berbeda dalam pertandingan ini. Sebelas pemain yang tampil sejak menit pertama digantikan seluruhnya pada awal babak kedua demi memberikan kesempatan bermain yang merata kepada seluruh anggota skuad.
Di babak kedua, Jude Bellingham dimainkan sebagai gelandang serang di belakang Ivan Toney, sementara Tino Livramento menggantikan Spence di posisi bek kiri. Salah satu sorotan terbesar datang dari Rio Ngumoha. Pemain muda Liverpool berusia 17 tahun itu menjalani debut bersama tim senior Inggris meski tidak masuk dalam skuad final 26 pemain untuk Piala Dunia 2026.
Ngumoha tampil cukup menjanjikan dan menjadi salah satu pemain paling aktif dalam membongkar pertahanan Selandia Baru sepanjang babak kedua.
Baca Juga: Cipta Cendikia dan Putri JP Jakarta Juara Hydroplus Soccer League Jakarta
Adaptasi Cuaca Jadi Fokus Utama
Meski meraih kemenangan, hasil pertandingan bukanlah satu-satunya target Inggris dalam laga ini. Pertandingan dimainkan dalam suhu sekitar 32 derajat Celsius, kondisi yang mirip dengan beberapa lokasi yang akan digunakan selama Piala Dunia 2026.
Karena itu, Tuchel lebih menekankan proses adaptasi terhadap cuaca dan kondisi lapangan dibandingkan hasil akhir semata. Harry Kane juga mengakui bahwa pertandingan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Inggris menghadapi turnamen besar.
"Itu bagus. Jelas, bagus untuk meraih kemenangan, pertama dan terutama. Tapi jelas, kami di sini lebih untuk persiapan. Kami di sini untuk menghadapi cuaca panas. Kami di sini untuk mungkin menghadapi beberapa kondisi lapangan yang akan datang di musim panas," ungkap dia.
"Jadi, ya, itu bukan pertandingan yang mudah. Tapi menurutku cuacanya tidak terlalu buruk. Kurasa kami bermain bagus di kedua babak," imbuh dia.
"Saat tanpa bola, intensitasnya tinggi. Saat menguasai bola, permainannya agak kaku, agak sulit. Kami kesulitan menemukan ritme. Tapi pada akhirnya, ini hanya soal kebugaran yang akan kami manfaatkan untuk pertandingan persahabatan berikutnya dan tentunya untuk Piala Dunia," lanjut dia.
Pada akhirnya, gol Kane sudah cukup untuk mengantar Inggris meraih kemenangan sekaligus memberi modal positif menjelang laga pemanasan berikutnya dan dimulainya Piala Dunia 2026.