← Beranda
Timnas Prancis Kalah dari Pantai Gading, Rayan Cherki Santai
Antonius Oskarianto AdurJumat, 5 Juni 2026 | 18.53 WIB
Rayan Cherki setelah cetak gol ke gawang Pantai Gading. (Dok. IG/equipedefrance)

 

JawaPos.com - Rayan Cherki tidak terlalu khawatir dengan kekalahan tim nasional Prancis dari Pantai Gading. Laga yang berakhir dengan skor 1-2 tersebut dimainkan di Stadion Beaujoire, Jumat (5/6).

Timnas Prancis mendominasi jalannya pertandingan hingga Rayan Cherki mencetak gol pada menit ke-45. Gol tersebut membuat tim tuan rumah unggul 1-0 di babak pertama.

Saat laga babak kedua baru berjalan delapan menit, Pantai Gading mencetak gol penyama kedudukan setelah Guéla Doué melepaskan tendangan keras. Pada menit ke-84, Amad Diallo membuat publik Stadion Beaujoire terdiam dengan golnya pada menit ke-84.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Teknologi AI Kendalikan Siaran hingga Operasional Turnamen Secara Real-Time

Kekalahan dari Pantai Gading tidak terlalu membuat Rayan Cherki khawatir. Menurutnya, pertandingan itu dimanfaatkan timnas Prancis untuk mengembalikan performa para pemain.

Kelelahan menjadi salah satu faktor kekalahan timnas Prancis dari Pantai Gading. Meskipun demikian, Rayan Cherki menilai timnya bermain bagus di babak pertama.

"Secara pribadi, itu adalah penampilan yang biasa saja, hanya untuk kembali ke kondisi prima. Tentu saja, kami telah bekerja keras di Clairefontaine, kami telah bekerja keras sepanjang musim," kata Rayan Cherki kepada TF1 yang dikutip laman L'Equipe, Jumat (5/6).

Baca Juga: Persiapan Jepang untuk Piala Dunia 2026 Terganggu! Terpaksa Ganti Tempat Latihan Karena Lapangan Tidak Layak

"Ada sedikit kelelahan, tetapi tujuannya adalah untuk berada dalam kondisi bagus pada tanggal 16 Juni. Pertandingan persahabatan ini hanyalah bonus. Di babak pertama, kami berhasil mempertahankan penguasaan bola dan menciptakan peluang," imbuh pemain Manchester City tersebut.

Di babak kedua, Cherki mengaku laga berjalan lebih sulit. Akibatnya, timnas Prancis kebobolan dua gol dan berharap timnya bisa bermain lebih fokus di laga berikutnya.

"Babak kedua lebih rumit; permainan tidak sama lagi. Ada banyak perubahan, jadi lebih sulit bagi mereka, dan juga bagi kami. Ini semacam peringatan yang membantu kami tetap fokus," ujar Cherki.

Pemain 22 tahun tersebut ingin timnas Prancis bisa mengalahkan lawannya saat Piala Dunia 2026. Cherki juga berbicara tentang kerja samanya dengan Michael Olise yang menurutnya sangat kompak.

"Kami tidak akan pergi ke Piala Dunia sebagai favorit, tetapi untuk menghancurkan semua orang. Michael (Olise) dan saya saling memahami tanpa perlu berbicara. Jika dia menusuk ke dalam, saya tidak ingin mengganggunya. Ini adalah pemahaman bersama tentang permainan. Sungguh luar biasa bermain bersama. Kami memiliki kekompakan tim yang luar biasa," pungkas Rayan Cherki.

Irlandia Utara menjadi lawan terakhir Les Blues pada 9 Juni. Setelah itu, timnas Prancis akan menghadapi laga perdana di Piala Dunia 2026 melawan Senegal pada 17 Juni.

EDITOR: Banu Adikara