← Beranda
Eks Bintang MLS Nilai Portugal Lebih Baik Tanpa CR7, Fans Cristiano Ronaldo Langsung Bereaksi
Andre Rizal HanafiSabtu, 30 Mei 2026 | 04.06 WIB
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. (AP/Armando Franca)

 

JawaPos.com - Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, nama Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini bukan karena aksi di lapangan, melainkan komentar kontroversial dari mantan pemain MLS, Taylor Twellman, yang menyebut Timnas Portugal justru tampil lebih baik tanpa sang megabintang.

Pernyataan itu langsung memancing perdebatan luas di media sosial. Sebagian setuju Portugal kini sudah berkembang menjadi tim yang tidak lagi bergantung penuh kepada Ronaldo. Namun di sisi lain, banyak fans tetap percaya CR7 masih menjadi sosok penting dalam perjalanan Portugal di turnamen besar.

Komentar Twellman disampaikan dalam program ESPN saat membahas peluang Portugal di Piala Dunia 2026. Menurut mantan penyerang New England Revolution tersebut, skuad Portugal saat ini adalah generasi terbaik yang pernah dimiliki Ronaldo selama tampil di Piala Dunia.

Baca Juga: Roberto Martinez Yakin Cristiano Ronaldo Bisa Tampil di Piala Dunia 2030 Selama Belum Ada Kata Pensiun

Ia menilai kualitas pemain Portugal di berbagai lini sudah sangat lengkap dan mampu bersaing dengan negara-negara unggulan lainnya. Bahkan, Twellman menyebut permainan Portugal bisa lebih kolektif ketika Ronaldo tidak berada di lapangan.

Pernyataan tersebut langsung menjadi bahan perdebatan panas. Tidak sedikit yang mendukung pandangan itu karena Portugal kini diperkuat sederet pemain top Eropa seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao, Vitinha, Ruben Dias hingga Joao Felix.

Kehadiran para pemain tersebut membuat Portugal dianggap memiliki keseimbangan tim yang lebih baik dibanding era sebelumnya. Mereka dinilai mampu bermain cepat, fleksibel, dan tidak terpaku pada satu pemain saja.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Jadi Kunci Portugal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Buka Alasannya

Beberapa penggemar sepak bola bahkan menyebut Portugal punya peluang besar menjadi juara dunia jika mampu memaksimalkan kekuatan kolektif tim. 

Apalagi skuad asuhan Roberto Martinez tampil cukup konsisten dalam beberapa turnamen terakhir.
Meski begitu, banyak pihak menilai komentar Twellman terlalu berlebihan. 

Ronaldo dianggap masih memiliki pengaruh besar, baik di dalam maupun luar lapangan. Pengalaman, mental juara, dan kemampuan mencetak gol tetap menjadi faktor penting yang tidak mudah digantikan.

Fans Portugal juga mengingatkan bahwa Ronaldo masih mampu tampil menentukan dalam laga penting. Salah satu contohnya adalah kontribusinya saat Portugal menjuarai UEFA Nations League beberapa waktu lalu.

Selain itu, Ronaldo masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Portugal. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa dirinya belum habis meski usia sudah memasuki 41 tahun.

Perdebatan soal peran Ronaldo sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pengamat mulai mempertanyakan apakah Portugal sebaiknya mulai fokus membangun tim tanpa terlalu bergantung kepada CR7.

Baca Juga: Casemiro Klarifikasi Soal Endrick Jelang Piala Dunia 2026, Akui Kesal Ucapannya Disalahpahami

Namun bagi sebagian besar fans, Ronaldo tetap menjadi simbol penting sepak bola Portugal. Kehadirannya diyakini mampu meningkatkan motivasi pemain muda sekaligus memberi rasa percaya diri dalam pertandingan besar.

Piala Dunia 2026 sendiri kemungkinan menjadi turnamen internasional terakhir Ronaldo bersama Portugal. Jika tampil nanti, ia akan mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang bermain di enam edisi Piala Dunia berbeda.

Portugal tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo. Dengan kualitas skuad yang dimiliki saat ini, Portugal diprediksi menjadi salah satu tim yang berpeluang melangkah jauh.

Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana Roberto Martinez mengatur komposisi timnya. Apakah Ronaldo masih menjadi pilihan utama, atau Portugal mulai mengandalkan generasi baru mereka sepenuhnya.

Jawabannya akan terlihat di lapangan ketika Piala Dunia 2026 resmi dimulai.

EDITOR: Banu Adikara