← Beranda
Teknologi Gila TRIONDA! Membedah Bola Ofisial Piala Dunia 2026 yang Bisa Mengurangi Kontroversi Wasit
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 28 Mei 2026 | 23.04 WIB
Bola resmi Piala Dunia 2026 bernama TRIONDA memakai sensor elektronik dan baterai isi ulang untuk membantu sistem VAR selama pertandingan. (FIFA)

 

JawaPos.com — Bola resmi Piala Dunia 2026 bernama TRIONDA dipastikan memakai teknologi canggih berupa sensor elektronik dan baterai isi ulang untuk membantu keputusan wasit selama pertandingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Teknologi terbaru dari Adidas itu membuat setiap sentuhan bola bisa terlacak secara real time demi meminimalkan kontroversi di ajang sepak bola terbesar dunia.

Turnamen Piala Dunia 2026 memang diproyeksikan menjadi yang paling modern sepanjang sejarah.

Selain digelar di tiga negara sekaligus, FIFA juga menghadirkan bola pintar dengan sistem Connected Ball Technology yang langsung terhubung ke VAR.

Adidas sebagai produsen bola resmi Piala Dunia sejak 1970 memperkenalkan TRIONDA sebagai generasi terbaru bola berteknologi tinggi.

Bola ini bahkan wajib diisi daya sebelum pertandingan dimulai karena sensor di dalamnya membutuhkan suplai baterai agar tetap aktif.

Baca Juga: Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya

Bagaimana Teknologi Bola Pintar Piala Dunia 2026 Bekerja?

TRIONDA menggunakan sensor motion chip 500Hz yang tertanam di dalam bola untuk membaca seluruh pergerakan selama pertandingan.

Sensor itu mengirimkan data secara langsung ke sistem video assistant referee atau VAR agar keputusan wasit lebih akurat.

Sensor tersebut mampu mendeteksi setiap sentuhan pemain hingga arah gerakan bola dengan detail tinggi.

Teknologi ini sangat membantu dalam menentukan offside, handball, hingga insiden krusial lain yang sering memicu perdebatan di lapangan.

Adidas menjelaskan sensor di dalam bola ditempatkan menggunakan sistem suspensi khusus agar tetap stabil saat bola ditendang keras.

Teknologi itu membuat data yang dikirim tetap presisi meski bola bergerak dengan kecepatan tinggi.

“Setiap bola diisi daya pada dudukan khusus di lokasi pertandingan sebelum pertandingan dimulai untuk memastikan fungsi optimal selama pertandingan penuh dan seterusnya,” kata juru bicara Adidas kepada Newsweek.

Baterai yang digunakan juga diklaim memiliki kualitas tertinggi sehingga mampu bertahan lebih lama dari durasi pertandingan profesional.

Adidas memastikan belum pernah mengganti bola akibat baterai habis selama pengujian hingga turnamen resmi FIFA dan UEFA EURO 2024 serta 2025.

Baca Juga: Yuran Fernandes Dijamin Gacor! Bek Anyar Haus Gol Siap Bela Persebaya Surabaya di Era Bernardo Tavares

Bola Piala Dunia 2026 Harus Diisi Daya Sebelum Kick-Off

Keberadaan baterai membuat bola TRIONDA wajib menjalani proses charging sebelum digunakan di pertandingan resmi. Bola akan ditempatkan di charging cradle khusus di venue pertandingan agar sensor berfungsi maksimal.

Perusahaan teknologi Kinexon yang bekerja sama dengan Adidas mengungkapkan proses pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 90 menit.

Setelah penuh, baterai mampu bertahan hingga enam jam penggunaan aktif selama pertandingan.

Menariknya, bola ini juga memiliki mode hibernasi otomatis untuk menghemat daya. Saat tidak digunakan atau keluar lapangan, sistem akan mematikan sebagian fungsi sensor agar baterai bisa bertahan beberapa hari.

Teknologi bola pintar sebenarnya sudah dipakai pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun ada perbedaan besar dibanding versi terbaru yang dipakai di Piala Dunia 2026.

Pada edisi sebelumnya, sensor ditempatkan di bagian tengah bola. Kini Adidas memindahkan posisi sensor ke sisi bola agar pembacaan data dinilai lebih akurat dan responsif terhadap sentuhan pemain.

Baca Juga: Matheus Cunha Hingga Gabriel Magalhaes, Berikut Daftar 11 Pemain Timnas Brasil yang Bakal Debut di Piala Dunia 2026

Desain TRIONDA Simbol Persatuan Tiga Negara Tuan Rumah

Nama TRIONDA diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “tiga gelombang”. Nama itu dipilih untuk merepresentasikan persatuan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tiga tuan rumah Piala Dunia 2026.

Desain bola tampil mencolok dengan kombinasi warna merah, hijau, dan biru. Warna-warna tersebut menjadi simbol identitas tiga negara penyelenggara turnamen terbesar FIFA tersebut.

Adidas juga menyematkan ikon khusus pada permukaan bola. Ada gambar daun maple sebagai simbol Kanada, burung elang untuk Meksiko, serta bintang yang merepresentasikan Amerika Serikat.

Tak hanya itu, detail warna emas turut ditambahkan sebagai penghormatan terhadap trofi Piala Dunia FIFA. Sentuhan desain tersebut membuat TRIONDA tampil lebih futuristis dibanding bola resmi edisi sebelumnya.

Bola ini memakai konstruksi empat panel baru dengan geometri yang disebut menyerupai gelombang. Empat panel tersebut membentuk pola segitiga di bagian tengah bola sebagai simbol persatuan tiga negara tuan rumah.

Baca Juga: Profil BMO Field: Stadion Ala Inggris Pembuka Kiprah Kanada di Piala Dunia 2026

FIFA Klaim Bola Baru Bikin Pertandingan Lebih Adil

FIFA menyebut teknologi Connected Ball Technology menjadi salah satu inovasi paling penting dalam sepak bola modern.

Sistem itu membuat perangkat VAR memperoleh data lebih cepat dan akurat dibanding hanya mengandalkan rekaman kamera.

Selain sensor elektronik, TRIONDA juga memiliki inovasi aerodinamika yang meningkatkan stabilitas bola saat melayang di udara.

Jahitan yang lebih dalam membantu distribusi hambatan udara tetap merata ketika bola meluncur dengan kecepatan tinggi.

Permukaan bola juga memiliki emboss khusus yang hanya terlihat dari jarak dekat. Fitur itu meningkatkan grip pemain ketika menggiring atau menendang bola dalam kondisi hujan maupun cuaca lembap.

FIFA berharap teknologi terbaru ini bisa mengurangi kesalahan keputusan wasit yang selama ini kerap memicu kontroversi besar di turnamen internasional.

Dengan bantuan sensor 500Hz dan sistem VAR real time, setiap detail pergerakan bola kini bisa dipantau secara presisi.

Piala Dunia 2026 sendiri dipastikan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format baru 48 negara peserta.

Kehadiran bola pintar TRIONDA membuat turnamen nanti terasa seperti perpaduan sepak bola dan teknologi masa depan.

EDITOR: Banu Adikara