← Beranda
Scaloni Buat Langkah Tak Biasa untuk Argentina di Piala Dunia 2026, Messi Ikut Kaget
Andre Rizal HanafiKamis, 28 Mei 2026 | 06.31 WIB
Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, kembali mencuri perhatian menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Bukan karena perubahan taktik di lapangan atau polemik pemilihan pemain inti, melainkan keputusan tak biasa yang ia ambil untuk menjaga peluang Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.

Dalam persiapan menuju turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Scaloni memilih membawa jumlah pemain lebih banyak dari biasanya untuk menjalani tur uji coba di Amerika Serikat.

Keputusan itu disebut membuat Lionel Messi dan sejumlah pemain senior Argentina cukup terkejut karena tidak pernah dilakukan dalam skala sebesar ini sebelumnya.

Baca Juga: Messi Incar Rekor Legendaris Pelé di Piala Dunia 2026, Tinggal Butuh Dua Assist Lagi

Langkah tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Scaloni ingin mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi menjelang laga pembuka Piala Dunia.

Pengalaman pahit jelang Qatar 2022 masih membekas kuat di benak staf pelatih Argentina. Saat itu, Joaquín Correa dan Nicolás González harus dicoret mendadak akibat cedera hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Situasi tersebut membuat Argentina kelabakan mencari pengganti. Thiago Almada dan Ángel Correa dipanggil secara mendadak dalam kondisi belum benar-benar siap secara ritme pertandingan. Scaloni tampaknya tidak ingin skenario serupa kembali terjadi.

Baca Juga: Prediksi Argentina di Grup J Piala Dunia 2026: La Albiceleste Dikepung Kuda Hitam!

Karena itu, ia memanfaatkan aturan FIFA yang memperbolehkan setiap tim membawa pemain tambahan selama tur persiapan sebelum daftar resmi 26 pemain dikunci.

Dengan cara ini, Argentina memiliki stok pemain cadangan yang sudah berada di lingkungan tim dan siap masuk kapan saja bila ada pemain inti mengalami masalah fisik.

Beberapa nama muda dari Liga Argentina ikut dibawa dalam rombongan ke Amerika Serikat. Di antaranya ada Santiago Beltrán dan Joaquín Freitas dari River Plate, Tomás Aranda dari Boca Juniors, Simón Escobar dari Vélez Sarsfield, hingga Ignacio Ovando dari Rosario Central.

Dari Eropa, Nicolás Capaldo juga ikut mendapat kesempatan bergabung bersama skuad. 

Meski demikian, tidak semua pemain tambahan tersebut punya peluang tampil di Piala Dunia.

FIFA memiliki aturan bahwa pemain pengganti hanya bisa diambil dari daftar awal 55 nama yang sudah didaftarkan federasi sebelumnya.

Artinya, sebagian pemain hanya berfungsi sebagai pelengkap latihan dan membantu menjaga intensitas permainan selama pemusatan latihan berlangsung.

Baca Juga: Duet Lisandro Martinez dan Cristian Romero, Kombinasi Ideal Lini Belakang Timnas Argentina di Piala Dunia 2026

Keputusan Scaloni memperbesar skuad juga dipengaruhi kondisi fisik para pemain utamanya yang cukup mengkhawatirkan.

Lionel Messi sempat mengalami gangguan pada paha saat membela Inter Miami. Walaupun cedera tersebut tidak terlalu serius, situasi itu membuat staf pelatih Argentina semakin berhati-hati.

Selain Messi, sejumlah pemain yang tampil di kompetisi Eropa juga datang dengan kondisi kelelahan setelah menjalani musim panjang.

Baca Juga: Nico Paz Siap Ikuti Jejak Sang Ayah di Timnas Argentina, Scaloni Sudah Siapkan Peran Penting

Alexis Mac Allister dan Cristian Romero termasuk pemain yang mendapat perhatian khusus dari tim medis Argentina karena tingginya beban pertandingan sepanjang musim.

Dengan tambahan pemain dalam sesi latihan, Scaloni bisa mengurangi intensitas latihan bagi para pemain inti. Ia juga lebih leluasa mengatur menit bermain dalam laga uji coba agar kondisi fisik skuad tetap terjaga hingga pertandingan pertama Piala Dunia.

Argentina dijadwalkan menjalani dua laga pemanasan melawan Honduras dan Islandia sebelum memulai perjuangan mempertahankan gelar juara dunia.

Scaloni ingin memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik ketika menghadapi laga pembuka melawan Aljazair.

Langkah ini menunjukkan bahwa Argentina tidak hanya fokus pada kualitas permainan, tetapi juga detail kecil dalam menjaga kebugaran skuad.

Scaloni tampaknya sadar bahwa mempertahankan gelar juara dunia membutuhkan lebih dari sekadar taktik di atas lapangan.

EDITOR: Banu Adikara