JawaPos.com - Timnas Maroko resmi mengumumkan daftar 26 pemain untuk menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pelatih Mohamed Ouahbi membawa perpaduan pemain senior yang sudah berpengalaman dengan sejumlah talenta muda yang mulai mencuri perhatian di Eropa.
Pengumuman skuad tersebut langsung menjadi sorotan publik sepak bola dunia. Pasalnya, sembilan pemain yang menjadi bagian dari perjalanan bersejarah Maroko di Piala Dunia 2022 masih dipercaya untuk memperkuat tim pada edisi kali ini.
Baca Juga: Jonatan Christie Ungkap Penyebab Kalah dari Prannoy HS di Babak Pertama Singapore Open 2026
Nama-nama seperti Yassine Bounou, Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, hingga Nayef Aguerd kembali menjadi andalan. Kehadiran mereka dianggap penting untuk menjaga stabilitas permainan dan mental tim di turnamen sebesar Piala Dunia.
Achraf Hakimi tetap menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian. Bek kanan Paris Saint-Germain itu baru saja menjalani musim yang impresif di level klub dan diprediksi bakal menjadi pemimpin utama Maroko di turnamen nanti.
Selain mempertahankan kerangka lama, Mohamed Ouahbi juga mulai memberi ruang kepada generasi baru.
Baca Juga: Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 Resmi Diumumkan, Pulisic Jadi Andalan Utama
Salah satu nama yang paling menarik perhatian adalah Ayyoub Bouaddi. Gelandang Lille berusia 18 tahun itu akhirnya resmi masuk skuad senior Maroko setelah sebelumnya menjadi incaran tim nasional Prancis.
Bouaddi dianggap sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Eropa saat ini. Penampilannya bersama Lille membuat staf pelatih Maroko yakin untuk membawanya ke Piala Dunia meski usianya masih sangat muda.
Ouahbi mengaku puas dengan perkembangan Bouaddi selama mengikuti pemusatan latihan bersama tim nasional.
Menurutnya, sang pemain mampu memahami instruksi dengan cepat dan menunjukkan kualitas yang dibutuhkan di level internasional.
Tak hanya Bouaddi, beberapa pemain muda lain juga mendapat kesempatan untuk membuktikan diri. Maroko tampak serius melakukan regenerasi tanpa harus meninggalkan fondasi tim yang sudah terbentuk sejak Piala Dunia 2022.
Di sisi lain, pengumuman skuad ini juga menghadirkan keputusan yang cukup mengejutkan.
Sofiane Boufal dipastikan gagal masuk daftar akhir meski sempat mengikuti pemusatan latihan tim nasional beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Jamie Vardy Dikabarkan Masuk Radar Klub Super League! Gajinya Bisa Biayai Satu Tim Liga Indonesia
Boufal sebenarnya memiliki pengalaman besar bersama Maroko. Ia menjadi salah satu bagian penting saat tim mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun persaingan ketat di sektor gelandang serang membuat staf pelatih harus mengambil keputusan sulit.
Mohamed Ouahbi menjelaskan bahwa posisi yang biasa dimainkan Boufal sudah diisi oleh beberapa pemain lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan tim saat ini.
Baca Juga: Kenapa Como Belum Rekrut Pemain Indonesia? Mirwan Suwarso Ungkap Kendalanya
Meski begitu, pelatih tetap memberikan pujian terhadap kualitas pemain berusia 32 tahun tersebut.
Keputusan mencoret Boufal memunculkan banyak reaksi dari pendukung Maroko. Sebagian menilai pengalaman sang pemain masih dibutuhkan, terutama untuk membantu para pemain muda di ruang ganti.
Namun ada juga yang mendukung langkah pelatih karena ingin melihat regenerasi berjalan lebih cepat.
Jika melihat komposisi skuad secara keseluruhan, Maroko tetap memiliki kedalaman tim yang cukup baik di semua lini.
Di posisi penjaga gawang, Yassine Bounou masih menjadi pilihan utama berkat konsistensinya bersama Al-Hilal.
Pada sektor pertahanan, kombinasi Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Nayef Aguerd, hingga Issa Diop membuat lini belakang Maroko terlihat solid.
Pengalaman bermain di kompetisi top Eropa menjadi modal penting bagi mereka menghadapi tekanan di Piala Dunia.
Di lini tengah, Sofyan Amrabat tetap menjadi motor permainan tim. Gelandang yang dikenal memiliki karakter pekerja keras itu akan ditemani sejumlah pemain kreatif seperti Bilal El Khannouss dan Ismael Saibari.
Sementara di lini depan, Maroko memiliki beberapa opsi menarik. Brahim Diaz diprediksi bakal menjadi pusat kreativitas serangan.
Selain itu, Soufiane Rahimi dan Ayoub El Kaabi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi gol.
Maroko sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi setelah tampil luar biasa empat tahun lalu di Qatar. Saat itu mereka berhasil mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mampu mencapai babak semifinal Piala Dunia.
Kesuksesan tersebut membuat publik kini menaruh harapan besar kepada generasi baru Maroko.
Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pemain keturunan Maroko di Eropa terus meningkat.
Mohamed Ouahbi menegaskan bahwa proses pemilihan pemain dilakukan melalui pemantauan panjang.
Tim pelatih disebut terus mengikuti perkembangan pemain di berbagai liga demi memastikan hanya pemain terbaik yang masuk skuad akhir.
Menurut Ouahbi, Maroko saat ini memiliki kumpulan talenta yang jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu.
Hal itu membuat persaingan di dalam tim menjadi semakin sehat dan membantu meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan.
Dengan perpaduan pengalaman, kualitas individu, dan darah muda yang mulai berkembang, Maroko diyakini masih bisa menjadi salah satu tim kuda hitam di Piala Dunia 2026.
Tantangan tentu tidak akan mudah, tetapi skuad kali ini dinilai cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara-negara besar lainnya.