JawaPos.com - Piala Dunia 2026 di Amerika Utara tinggal menghitung pekan. Ajang ini sudah amat dinantikan bagi publik Republik Demokratik Kongo, yang akhirnya kembali mencicipi turnamen paling prestisius tersebut.
Kongo kembali melaju ke putaran final sejak edisi 1974, yang kala itu masih masih bernama Zaire. Namun, kembalinya mereka langsung dihadapkan ujian berat, karena harus meladeni Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan di Grup K.
Di bawah asuhan pelatih Sebastien Desabre, Kongo hadir dengan membawa tulang punggung pemain yang kenyang pengalaman di Premier League. Namun, karena akan menghadapi tiga negara kuat, perjuangan mereka dijamin tak akan mudah.
Perjalanan DR Kongo ke Piala Dunia 2026
Kongo menjadi salah satu yang harus menempuh jalan berliku dan menguras keringat untuk lolos ke putaran final. Karena hanya finis sebagai runner-up di Kualifikasi Zona Afrika (CAF), mereka terpaksa melewati babak play-off antarkonfederasi lebih dulu.
Baca Juga: Ancaman Ebola di Piala Dunia 2026, Timnas DR Kongo Terancam Tak Boleh Masuk Amerika Serikat
Di kualifikasi, Kongo tentu bukan favorit. Namun, mereka justru berhasil membalikkan prediksi dengan membungkam Kamerun 1-0, dan mendepak raksasa Afrika, Nigeria, lewat adu penalti. Tiket emas menuju Amerika Utara akhirnya resmi dalam genggaman usai mengalahkan Jamaika di Meksiko, berkat gol penentu Axel Tuanzebe di perpanjangan waktu.
Peta Persaingan DR Kongo di Grup K Piala Dunia 2026
Berada di Grup K, Kongo akan langsung menghadapi ujian mental di laga pembuka, dengan menantang Portugal pada 18 Juni 2026. Laga ini akan menjadi kunci penting bagi kepercayaan diri skuad The Leopards dalam menatap sisa pertandingan.
Baca Juga: Pemerintah DR Kongo Tanggung Semua Biaya Suporter Ikonik 'Lumumba' ke Piala Dunia 2026
Setelah itu, mereka akan menghadapi kekuatan mematikan wakil Amerika Selatan, Kolombia. Di atas kertas, peluang terbesar Kongo untuk meraup tiga poin penuh baru akan tersaji pada laga pamungkas fase grup saat bersua wakil Asia, Uzbekistan.
Para Andalan Kongo
Untuk urusan mencetak gol, harapan terbesar Kongo bertumpu pada pundak striker Newcastle United, Yoane Wissa. Meski musim ini sempat berkutat dengan cedera, Wissa tetap memiliki naluri predator di depan gawang. Ia bahkan mampu mencatatkan 20 gol saat masih berseragam Brentford pada musim lalu.
Selain Wissa, kreativitas serangan Kongo akan dikomandoi oleh playmaker lincah, Nathanael Mbuku. Gelandang berusia 24 tahun yang baru tampil impresif bersama Montpellier itu dikenal eksplosif dan rajin mengirimkan umpan silang matang ke area pertahanan lawan.
Pemain yang Paling Disorot dari Kongo
Di lini tengah, nama Samuel Moutoussamy menjadi sosok yang paling disorot karena tugas beratnya sebagai pemutus serangan lawan. Gelandang yang bermain di Liga Yunani tersebut dikenal tak kenal kompromi dan cukup agresif dalam duel, sehingga ia dituntut tampil lebih disiplin saat menghadapi tim-tim agresif seperti Portugal dan Kolombia.
Sorotan juga tertuju kepada talenta muda berbakat, Ngal'ayel Mukau. Rekan Calvin Verdonk di LOSC Lille itu digadang-gadang bakal bersinar berkat kemampuannya sebagai perebut bola yang tangguh di lini tengah.