JawaPos.com - Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, mulai menghadapi dilema serius dalam menentukan komposisi lini belakang jelang Piala Dunia 2026.
Posisi tandem ideal untuk Cristian Romero kini menjadi perdebatan setelah performa sejumlah bek Argentina meningkat pesat di level klub.
Sepanjang Copa America 2024, duet Romero dan Lisandro Martinez menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Albiceleste.
Kombinasi keduanya terbukti sangat solid. Argentina bahkan tidak kebobolan ketika keduanya bermain bersama sepanjang turnamen tersebut.
Baca Juga: Prediksi Turki di Piala Dunia 2026: Bukan Sekadar Pelengkap, Bulan Sabit Siap Bikin Geger!
Keunggulan duet itu bukan hanya soal agresivitas bertahan, tetapi juga kemampuan membangun serangan dari lini belakang.
Dalam sepak bola modern, bek tengah dituntut mampu memulai build up dengan distribusi bola yang rapi. Karena itu, keberadaan bek berkaki kiri dan kanan menjadi elemen penting agar aliran bola lebih seimbang.
Lisandro Martinez dinilai cocok untuk peran tersebut. Bek milik Manchester United itu perlahan kembali menemukan ritme terbaiknya usai pulih dari cedera panjang.
Baca Juga: Prediksi Cape Verde di Grup H Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Debutan
Dalam dua laga terakhir bersama United, Martinez tampil penuh selama 90 menit dan menunjukkan progres positif.
Kondisi itu membuat peluangnya kembali mengisi slot utama di lini belakang Argentina semakin terbuka.
Apalagi, karakter bermainnya sangat sesuai dengan kebutuhan Scaloni yang menginginkan pertahanan aktif dalam penguasaan bola.
Namun, persaingan tidak berhenti di situ. Marcos Senesi juga tampil luar biasa bersama AFC Bournemouth di Premier League musim ini.
Bahkan jika berbicara statistik dan konsistensi performa, Senesi layak disebut sebagai salah satu bek Argentina terbaik di Inggris saat ini.
Bek kidal tersebut tampil disiplin dalam bertahan, kuat dalam duel udara, serta memiliki distribusi bola yang stabil.
Penampilannya membuat banyak pihak menilai Scaloni pantas memberikan kesempatan lebih besar kepada Senesi di tim utama.
Situasi ini membuat posisi Nicolas Otamendi mulai mendapat sorotan. Meski masih berpengalaman dan punya jiwa kepemimpinan tinggi, faktor usia membuat kecepatan sprint Otamendi tidak lagi seperti dulu.
Jika Scaloni tetap memaksakan duet Romero dan Otamendi, risiko di lini belakang bisa meningkat, terutama karena Romero sendiri baru pulih dari cedera.
Baca Juga: Prediksi Australia di Piala Dunia 2026: Socceroos yang Teguh Siap Melampaui Harapan!
Dalam skema permainan agresif Argentina, bek tengah membutuhkan mobilitas tinggi untuk menutup ruang dan melakukan recovery cepat.
Karena itu, banyak pendukung Albiceleste mulai mendorong Scaloni memasang salah satu bek kidal, baik Lisandro Martinez maupun Marcos Senesi, sebagai tandem utama Romero.
Selain menjaga keseimbangan pertahanan, pilihan tersebut juga dinilai lebih aman untuk menghadapi intensitas tinggi di Piala Dunia 2026 nanti.