JawaPos.com - FIFA telah menggelar pertemuan penting dengan pejabat Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) pada Sabtu (16/5) guna memberikan kepastian terkait partisipasi tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat.
Berdasarkan pernyataan sumber yang dilansir dari The Athletic, pertemuan itu dilaksanakan di Istanbul, Turki dengan delegasi FIFA dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom. Agenda utama pertemuan itu ialah memberikan jaminan kepada pihak Iran di tengah ketidakpastian yang menyelimuti keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026.
Keraguan terhadap partisipasi Iran muncul setelah terjadinya serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari yang kemudian memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik itu berdampak pada berbagai aspek, termasuk urusan administratif seperti visa.
Baca Juga: Prediksi Swiss di Piala Dunia 2026: Tekad Baja Granit Xhaka Bisa Akhiri Kutukan 16 Besar?
Presiden FFIRI Mehdi Taj menegaskan pentingnya pertemuan itu. Mehdi Taj menyebut bahwa Iran membutuhkan jaminan konkret, khususnya terkait persoalan visa yang hingga saat ini belum terselesaikan. “Saya pikir ini merupakan pertemuan yang menentukan. Mereka harus memberikan jaminan kepada kami, karena masalah visa belum terselesaikan,” ujar Taj dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, sejumlah pejabat sepak bola Iran dilaporkan mengalami kendala dalam memperoleh visa Amerika Serikat menjelang undian Piala Dunia pada Desember 2025. Satu pejabat Iran bahkan sempat ditolak masuk oleh otoritas Kanada saat hendak menghadiri Kongres FIFA pada April 2026.
Baca Juga: Prediksi Qatar di Piala Dunia 2026: Julen Lopetegui Dikejar Misi Menebus Malu di Panggung Dunia
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa tim nasional Iran tetap disambut untuk berlaga di Piala Dunia. Namun, Rubio menegaskan bahwa individu yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak akan diizinkan masuk.
Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak ingin menghambat para atlet Iran. Meskipun demikian, Rubio memperingatkan bahwa pihak yang dianggap sebagai teroris atau yang menyamar sebagai jurnalis maupun staf olahraga tetap akan ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.
IRGC sendiri telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya, sehingga menjadi salah satu faktor utama dalam kebijakan larangan masuk. Di tengah situasi itu, presiden FIFA Gianni Infantino secara konsisten menyatakan bahwa Iran tetap akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 sesuai rencana.
Meskipun demikian, pertemuan antara FIFA dan pihak Iran di Istanbul dikabarkan berlangsung positif. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom tidak merinci pembahasan terkait visa, tetapi menegaskan adanya dialog yang konstruktif. “Kami telah membahas semua hal yang relevan, tetapi ini bukan tempat untuk menguraikan detailnya. Secara keseluruhan, ini merupakan pertemuan yang sangat positif dan kami berharap dapat melanjutkan dialog ini,” ujar Grafstrom dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, Mehdi Taj menyampaikan kepuasannya atas hasil pertemuan itu. Mehdi Taj menyebut FIFA telah mendengarkan seluruh poin yang diajukan Iran. “Saya senang mereka mendengarkan poin-poin Iran, semua 10 poin yang kami ajukan dan mereka menawarkan solusi untuk masing-masingnya. Saya berharap, insyaallah, tim nasional kami dapat pergi ke Piala Dunia tanpa masalah dan meraih hasil yang sangat baik di sana,” kata Taj.
Skuad Iran sendiri dijadwalkan akan meninggalkan Teheran menuju pemusatan latihan di Turki sebelum bertolak ke Amerika Serikat pada awal Juni. Mereka akan bermarkas di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona. Iran dijadwalkan memulai kampanye Piala Dunia mereka dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, sebelum melanjutkan pertandingan Grup G melawan Belgia dan Mesir.