JawaPos.com — Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan misi menebus kegagalan memalukan sebagai tuan rumah edisi 2022 setelah kalah di tiga laga grup. Tim berjuluk Al Annabi itu kini lolos lewat jalur kualifikasi murni dan berharap mampu mencuri perhatian di grup berat bersama Swiss, Kanada, serta Bosnia dan Herzegovina.
Empat tahun lalu, Qatar mencatat sejarah buruk sebagai tuan rumah dengan performa terburuk sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kini tekanan besar kembali hadir karena publik ingin melihat perkembangan nyata dari proyek sepak bola mahal yang dibangun selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
Bagaimana Perjalanan Qatar Menuju Piala Dunia 2026?
Qatar melewati perjalanan panjang untuk memastikan tiket ke Amerika Utara dengan catatan 10 kemenangan, lima kekalahan, dan tiga hasil imbang. Mereka mencetak 37 gol dan kebobolan 28 kali sepanjang tiga fase kualifikasi Asia.
Kemenangan penting 2-1 atas Uni Emirat Arab di Doha pada Oktober 2025 menjadi penentu kelolosan mereka.
Namun, lima kekalahan dari 10 laga di fase kedua memperlihatkan Qatar masih kesulitan menghadapi lawan yang levelnya sebenarnya tidak terlalu jauh.
Almoez Ali menjadi mesin gol utama dengan koleksi 12 gol sepanjang kualifikasi. Sementara Akram Afif tampil luar biasa sebagai kreator serangan lewat 11 assist dan sejumlah kontribusi penting di laga krusial.
Qatar diprediksi menjalani laga yang cukup berat sejak awal fase grup. Mereka akan menghadapi Swiss di Levi’s Stadium pada 13 Juni, Kanada di BC Place lima hari kemudian, lalu Bosnia dan Herzegovina di Lumen Field pada 24 Juni 2026.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Curhat Usai Moto3 Catalunya 2026! Sulit Jinakkan Motor hingga Harus Lewat Q1
Mengapa Julen Lopetegui Jadi Sorotan Besar?
Federasi sepak bola Qatar menunjuk Julen Lopetegui sejak Mei 2025 untuk membawa identitas baru sekaligus memperbaiki reputasi tim nasional.
Pelatih asal Spanyol itu datang dengan reputasi besar, tetapi juga membawa tekanan karena kariernya kerap naik turun.
Lopetegui pernah dipecat timnas Spanyol sehari sebelum Piala Dunia 2018 akibat kesepakatan diam-diam dengan Real Madrid.
Meski sempat sukses membawa Sevilla juara Liga Europa, banyak proyek kepelatihannya kemudian meredup setelah awal yang menjanjikan.
Catatan Qatar bersama Lopetegui juga belum terlalu meyakinkan karena hanya meraih dua kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir. Situasi itu membuat sang pelatih berada dalam tekanan besar menjelang turnamen terbesar dunia.
Gaya bermain Qatar masih sangat dipengaruhi filosofi Spanyol yang diwariskan Félix Sánchez pada era sebelumnya. Mereka mengandalkan penguasaan bola, operan pendek cepat, dan buildup sabar dari lini belakang.
Masalahnya, pola permainan itu mulai mudah dibaca lawan. Selain kurang agresif secara fisik, Qatar juga sering kesulitan ketika menghadapi tekanan tinggi dari tim yang kualitas individunya lebih baik.
Siapa Pemain Kunci Qatar di Piala Dunia 2026?
Akram Afif tetap menjadi sosok paling penting dalam skuad Qatar menuju Piala Dunia 2026. Bintang Al Sadd itu dikenal sebagai pemain paling kreatif sekaligus sumber gol utama tim nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Afif memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Asia 2024 setelah tampil dominan di level domestik. Dia juga berkali-kali memimpin daftar pencetak gol dan assist Liga Qatar bersama Al Sadd.
Peran Afif diperkirakan semakin vital karena Qatar sangat bergantung pada kreativitas dan kecepatannya di lini depan. Jika sang bintang gagal tampil maksimal, serangan Qatar biasanya langsung kehilangan arah.
Nama lain yang mulai mencuri perhatian ialah Mohamed Al Mannai. Gelandang 22 tahun itu dinobatkan sebagai pemain terbaik U-23 Qatar musim 2024-2025 dan diproyeksikan menjadi motor kreativitas di belakang striker.
Almoez Ali juga tetap menjadi andalan utama di lini depan meski sempat menjalani operasi cedera kaki pada November lalu. Pengalamannya di level Asia membuat Lopetegui masih mempercayainya sebagai ujung tombak utama.
Qatar kemungkinan memakai formasi 4-2-3-1 dengan Meshaal Barsham di bawah mistar. Lini belakang diisi Al Brake, Boualem Khoukhi, Miguel, dan Al Ouwi, sedangkan sektor tengah dipercayakan kepada Boudiaf serta Madibo.
Afif akan bergerak dari sisi kiri untuk menopang Al Mannai dan Junior di belakang Almoez Ali. Kombinasi itu diharapkan mampu memberi keseimbangan antara penguasaan bola dan serangan cepat.
Baca Juga: Edin Dzeko Berpeluang Ukir Sejarah, Ini Daftar Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia 2026
Seberapa Besar Peluang Qatar Lolos dari Fase Grup?
Qatar memang diuntungkan dengan kondisi cuaca Amerika Utara yang lebih bersahabat dibanding banyak tim lain.
Mereka diperkirakan bermain di kota-kota pantai barat seperti San Francisco, Seattle, dan Vancouver yang suhunya relatif lebih sejuk.
Meski begitu, peluang lolos tetap sangat berat karena Swiss, Kanada, dan Bosnia dan Herzegovina memiliki kualitas skuad yang lebih teruji di level internasional.
Qatar bahkan dinilai sebagai tim dengan peluang paling kecil di grup tersebut.
Harapan terbesar Qatar mungkin datang dari duel melawan Kanada yang juga masih berusaha membangun konsistensi di level elite dunia.
Namun, menghadapi Swiss yang disiplin serta Bosnia dan Herzegovina yang agresif bisa menjadi mimpi buruk.
Qatar juga datang tanpa momentum bagus setelah tersingkir di fase grup FIFA Arab Cup 2025. Situasi itu memperlihatkan status juara Asia 2023 mulai terasa sangat jauh dari performa mereka sekarang.
Tetapi Qatar pernah memberi kejutan saat mengalahkan Meksiko 1-0 di Gold Cup CONCACAF 2023. Hasil itu menjadi bukti mereka masih mampu membuat lawan besar kesulitan ketika bermain disiplin dan efektif.
Target realistis Qatar di Piala Dunia 2026 adalah meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah turnamen.
Jika mampu lolos dari fase grup, itu sudah dianggap sebagai keberhasilan besar bagi proyek sepak bola negara kaya Timur Tengah tersebut.