← Beranda
Edin Dzeko Tua-Tua Keladi! Ini 5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia, Ada Mantan Bali United
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 16 Mei 2026 | 17.37 WIB
Edin Dzeko berpeluang masuk daftar pemain tertua yang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Bosnia-Herzegovina. (Instagram @edindzeko)

JawaPos.com — Nama Edin Dzeko kembali mencuri perhatian setelah dipanggil ke skuad Bosnia-Herzegovina untuk Piala Dunia 2026. Di usia yang mendekati 40 tahun, mantan striker Manchester City itu berpeluang masuk daftar eksklusif pemain tertua yang pernah tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Selain itu, ada pula mantan pemain Bali United yang pernah tampil memukau membela Kamerun di Piala Dunia. 

Tidak banyak pemain yang mampu menjaga level permainan hingga usia kepala empat. Ketahanan fisik, pengalaman, dan mental kuat menjadi faktor utama agar tetap dipercaya tampil di level tertinggi seperti Piala Dunia.

Mengapa Edin Dzeko Masih Dipercaya di Usia Senja?

Nama Dzeko tetap mendapat tempat di tim nasional Bosnia-Herzegovina karena pengalamannya yang sangat besar di sepak bola Eropa. Meski usia tak lagi muda, ia masih dianggap mampu memberi pengaruh penting di lini depan.

Karier panjang Dzeko di kompetisi elite Eropa membuatnya memiliki modal besar untuk tetap kompetitif. Ia pernah membela klub-klub besar seperti AS Roma, Inter Milan, hingga Manchester City.

Jika tampil di Piala Dunia 2026, Dzeko akan masuk kelompok langka pemain berusia 40 tahun atau lebih di turnamen tersebut. Catatan itu akan menempatkannya sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya sedikit pemain yang mampu tampil di usia sangat senior. Mayoritas berasal dari posisi penjaga gawang karena tuntutan fisik yang berbeda dibanding pemain lapangan.

Essam El Hadary Masih Jadi Raja Pemain Tertua

Essam El Hadary masih memegang rekor pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Ia bermain saat Mesir menghadapi Arab Saudi pada 25 Juni 2018 dalam usia 45 tahun 161 hari.

Menariknya, laga tersebut menjadi debut El Hadary di Piala Dunia setelah Mesir absen selama 28 tahun. Meski kalah 1-2, ia tampil impresif dengan menepis penalti lawan di babak pertama.

El Hadary juga dikenal sebagai legenda sepak bola Mesir dengan 159 caps sejak debut pada 1996. Ia sukses membawa Mesir meraih empat gelar Africa Cup of Nations selama karier internasionalnya.

Baca Juga: Fans Les Bleus Bersuara! Bela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026, Michael Olise Belum Fasih Bahasa Prancis

Rekor El Hadary mematahkan catatan milik Faryd Mondragon yang sebelumnya menjadi pemain tertua di Piala Dunia 2014. Mondragon tampil bersama Kolombia saat menghadapi Jepang dalam usia 43 tahun 3 hari.

Pelatih Kolombia saat itu, Jose Pekerman, memasukkan Mondragon di menit akhir sebagai bentuk penghormatan. Penampilannya langsung masuk sejarah karena menjadi pemain tertua di Piala Dunia saat itu.

Roger Milla Pecahkan Rekor yang Sulit Disaingi

Roger Milla menjadi salah satu nama paling ikonik dalam sejarah pemain senior di Piala Dunia. Ia tampil bersama Kamerun pada Piala Dunia 1994 saat berusia 42 tahun 39 hari.

Dalam laga melawan Rusia, Milla mencetak gol hiburan yang membuatnya menjadi pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia. Rekor tersebut masih bertahan hingga sekarang dan belum mampu dipecahkan siapa pun.

Milla sebenarnya sempat pensiun dari tim nasional sebelum dipanggil kembali pada Piala Dunia 1990. Namun keputusan itu justru menjadi titik lahirnya legenda besar sepak bola Kamerun.

Selebrasi uniknya di dekat bendera sudut menjadi salah satu momen paling dikenang di Piala Dunia. Ia menutup karier internasional dengan 77 penampilan dan 43 gol untuk Kamerun.

Setelah meninggalkan Piala Dunia 1994, Roger Milla ternyata belum langsung mengakhiri kariernya. Penyerang legendaris Kamerun itu justru melanjutkan petualangan sepak bolanya ke Indonesia. Pada usia yang sudah memasuki kepala empat, Milla bergabung dengan Pelita Jaya dan menjadi salah satu pemain asing paling menyita perhatian pada masanya. Kehadirannya menjadi bukti bahwa kualitas dan pengalaman kelas dunia tetap bisa bersinar meski usia tidak lagi muda.

Bersama Pelita Jaya, Milla mampu menunjukkan ketajamannya dan tetap tampil produktif. Setelah itu, ia juga sempat memperkuat Putra Samarinda (sekarang Bali United) sebelum benar-benar menutup karier profesionalnya.

Kehadiran sosok yang baru tampil di Piala Dunia beberapa waktu sebelumnya tentu menjadi daya tarik besar bagi kompetisi Indonesia saat itu. Tidak banyak pemain dengan status legenda dunia yang pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia.

Perjalanan Roger Milla di Indonesia juga menjadi penutup yang menarik dari kisah kariernya. Sosok yang dikenal lewat gol-gol penting dan selebrasi ikonik di Piala Dunia itu ternyata memiliki jejak tersendiri dalam sejarah sepak bola nasional.

Bagi banyak penggemar sepak bola Indonesia, Milla bukan hanya legenda Kamerun, tetapi juga salah satu bintang dunia yang pernah meramaikan kompetisi Tanah Air.

Roger Milla (dua dari kanan) berfoto bersama trio Brasil Marcio Novo (kiri), Luciano Leandro, dan Jacksen F Tiago (kanan) yang kala itu membela PSM Makaasar di Liga Indonesia-Dunhill. (Dok. X Roger Milla)
Roger Milla (dua dari kanan) berfoto bersama trio Brasil Marcio Novo (kiri), Luciano Leandro, dan Jacksen F Tiago (kanan) yang kala itu membela PSM Makaasar di Liga Indonesia-Dunhill. (Dok. X Roger Milla)

Baca Juga: Piala Dunia Kurang Sebulan, Visa Amerika untuk Timnas Iran Masih Belum Jelas

Dua Kiper Inggris Masuk Daftar Elite

Pat Jennings juga masuk daftar pemain tertua di Piala Dunia setelah tampil bersama Irlandia Utara pada usia 41 tahun. Ia bermain melawan Brasil pada 12 Juni 1986 tepat di hari ulang tahunnya.

Meski harus menghadapi tim Brasil yang sangat kuat, Jennings tetap tampil penuh semangat. Padahal sebelumnya ia sudah pensiun dari sepak bola liga sejak 1985.

Jennings dikenal sebagai salah satu kiper terbaik Britania Raya dengan lebih dari 1.000 pertandingan level atas. Ia juga mengoleksi 119 caps bersama Irlandia Utara selama karier internasionalnya.

Sementara itu, Peter Shilton memainkan laga terakhir Piala Dunia pada usia 40 tahun 292 hari. Kiper Inggris itu tampil saat menghadapi Italia dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1990.

Shilton memiliki perjalanan panjang di Piala Dunia dengan total 17 penampilan. Ia juga menutup karier internasional dengan catatan 125 caps bersama Inggris.

Namun, namanya kerap diingat lewat momen pahit saat menghadapi Diego Maradona pada Piala Dunia 1986. Gol kontroversial “Tangan Tuhan” menjadi salah satu kejadian paling legendaris dalam sejarah sepak bola dunia.

Meski begitu, Shilton tetap mencatatkan 10 clean sheet di putaran final Piala Dunia. Catatan itu sejajar dengan milik Fabien Barthez sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah turnamen.

Kini, peluang Edin Dzeko tampil di Piala Dunia 2026 membuat daftar pemain senior kembali jadi sorotan.

Jika benar turun ke lapangan, Dzeko akan membuktikan usia bukan penghalang untuk bersaing di panggung sepak bola tertinggi dunia.

Baca Juga: Grup C Piala Dunia 2026: Profil Timnas Brasil, Maroko, Skotlandia, dan Haiti serta Jadwal Pertandingan Lengkap

EDITOR: Hendra