JawaPos.com – FIFA resmi menolak permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan Piala Dunia FIFA.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Selasa (14/4), Permintaan tersebut diajukan di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel. Keputusan ini menegaskan bahwa jadwal pertandingan akan tetap berlangsung sesuai rencana awal.
Penolakan tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. Ia menyampaikan bahwa relokasi pertandingan dinilai tidak memungkinkan karena kendala logistik yang kompleks.
Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan Iran.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran mengajukan permintaan agar pertandingan dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Permintaan tersebut didasarkan pada kekhawatiran terhadap situasi keamanan yang sedang berlangsung. Namun, FIFA tetap mempertahankan keputusan untuk tidak mengubah lokasi pertandingan.
FIFA menilai bahwa perubahan lokasi akan mengganggu kesiapan teknis dan operasional turnamen.
Selain itu, penyelenggaraan Piala Dunia telah dirancang dengan perencanaan jangka panjang. Oleh karena itu, perubahan mendadak dinilai tidak realistis untuk dilakukan.
Di tengah keputusan tersebut, situasi geopolitik masih memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Iran juga telah merespons dengan berbagai langkah militer di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini menjadi latar belakang utama kekhawatiran terkait keamanan tim nasional Iran.
Meskipun demikian, FIFA memastikan bahwa Iran tetap akan berpartisipasi dalam turnamen. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa seluruh tim akan bermain sesuai hasil undian. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi tim Iran tetap dalam keadaan siap untuk bertanding.
Iran sendiri tergabung dalam grup bersama beberapa negara kuat di fase penyisihan. Seluruh pertandingan mereka dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat sesuai agenda awal.
Keputusan FIFA ini sekaligus menegaskan komitmen organisasi tersebut terhadap stabilitas penyelenggaraan turnamen.