← Beranda
Penggunaan AI di Kampus Meningkat, Universitas Terbuka Keluarkan Panduan untuk Mahasiswa
Latu Ratri Mubyarsah• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05.40 WIB
Wakil Rektor Universitas Terbuka (UT) Rahmat Budiman (tiga dari kiri) menyampaikan tren pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa di Tangerang Selatan. (Dok. Universitas Terbuka)

 

JawaPos.com - Wakil Rektor Universitas Terbuka (UT) Rahmat Budiman menyampaikan penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di kampus semakin meningkat baik oleh manajemen kampus maupun mahasiswa.

Secara khusus kampus UT mengeluarkan panduan khusus pemanfaatan AI untuk mahasiswa.

Kebijakan tersebut disampaikan Rahmat di sela penyelenggaraan The 8th Open Society Conference (OSC) di kampus UT Pusat, Pamulang, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Jadi Instrumen Kemandirian Sosial, Warek UIN Jakarta Dorong Penguatan Riset Tentang Zakat

Rahmat mengatakan buku panduan pemanfaatan AI itu diberikan di awal tahun akademik baru. Dia menegaskan pemanfaatan AI harus tetap bertanggungjawab.

”Pemanfaatan AI terus berkembang di kampus UT. Mulai dari urusan administrasi, keuangan, sampai aktivitas perkuliahan,” kata Rahmat Budiman.

Termasuk lanjjut dia, pemanfaatan AI yang dilakukan sendiri oleh mahasiswa, untuk menunjang perkuliahan.

Baca Juga: Belajar Matematika dan IPA, Ajak Murid SD Belajar Langsung di Lab

Rahmat mengatakan, pemanfaatan AI tidak hanya sebatas pada proses belajar saja.

”Inovasi terbaru, kampus UT saat ini sedang mengembangkan mahasiswa virtual berbasis AI. Tugasnya mendampingi mahasiswa untuk belajar,” tutur Rahmat Budiman.

Mahasiswa virtual itu merupakan pengembangan dari layanan tutor online yang sudah memanfaatkan AI saat ini.

Untuk tutor online, sifatnya sebagai dosen atau penyampaian materi. Sedangkan mahasiswa virtual, manfaatnya untuk membantu mahasiswa UT selama menjalani perkuliahan.

Dengan adanya mahasiswa virtual itu, lanjut dia, diharapkan bisa membantu mahasiswa ketika ada masalah dalam belajar.

Harapannya tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa. Tetapi juga bisa meningkatkan nilai mahasiswa juga.

Baca Juga: Bonus Demografi 2030, Wamenkes Ungkap Risiko Pengangguran Masal jika SDM Tak Sehat

”Saya ingatkan AI di satu sisi memang memudahkan mahasiswa dalam kuliah,” terang Rahmat Budiman.

Tetapi Rahmat menegaskan, apakah hasil informasi yang disajikan AI benar 100 persen. Di sinilah peran manusia untuk kembali mengecek informasi yang disajikan oleh AI.

Secara khusus dia mengatakan forum The 8th Open Society Conference (OSC) 2026 secara khusus membahas pemanfaatan AI.

Baca Juga: Wamendikdasmen Minta Pengawas Melek Teknologi Awasi Penggunaan AI di Sekolah

Khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Forum internasional ini diantaranya diikuti akademisi dari Indonesia, Malaysia, India, dan Bangladesh.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah