← Beranda
Bonus Demografi 2030, Wamenkes Ungkap Risiko Pengangguran Masal jika SDM Tak Sehat
Ryandi Zahdomo• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00.51 WIB
Wamenkes Benjamin P. Octavianus menghadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-73 Universitas Kristen Indonesia (UKI). (Istimewa) 

 

JawaPos.com - Puncak bonus demografi penduduk usia produktif Indonesia diproyeksikan terjadi pada 2030, berpotensi menjadi ancaman apabila tidak diimbangi dengan kualitas kesehatan dan kompetensi SDM.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin P. Octavianus menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mencetak tenaga kesehatan unggul guna mengawal visi Indonesia Emas 2045.

Dia menjelaskan, pada 2030, proporsi penduduk usia produktif berada pada puncak demografi yakni 15–64 tahun.

Baca Juga: Halalicious 2026 Hadirkan 66 Tenant Kuliner Halal, Targetkan 30 Ribu Pengunjung, Dorong Omzet UMKM

Tanpa SDM sehat dan kompeten, surplus tenaga kerja menjadi beban pengangguran. 

"Mari kita bangun sistem kesehatan yang semakin kuat, adil, bermutu, dan mampu menjawab tantangan masa depan. UKI dapat melahirkan karya yang memberikan manfaat bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," ujar Benjamin pada Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-73 Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Auditorium Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI, Jakarta.

Wamenkes yang juga merupakan alumnus Fakultas Kedokteran (FK) UKI menyampaikan apresiasi atas kontribusi almamater.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Nutrisi Anak agar Tumbuh Kembang Lebih Optimal

Hingga 2025, FK UKI tercatat telah meluluskan lebih dari 6.000 dokter yang mengabdi di berbagai daerah hingga luar negeri.

Kemenkes pun menyatakan dukungannya agar FK UKI segera membuka program pendidikan dokter spesialis.

Selain penguatan tenaga medis, Benjamin menyoroti urgensi kemandirian riset dan pengembangan vaksin di dalam negeri untuk menghadapi penyakit prioritas global.

"Kembangkan vaksin di Indonesia untuk penyakit prioritas melalui riset dalam negeri, uji klinik, dan penguatan kapasitas nasional. Kolaborasi riset dan inovasi untuk vaksin yang aman, efektif, terjangkau, dan berdaulat bagi Indonesia," tambah dia.

Perluasan Jejaring Global

Sementara itu, Rektor UKI Angel Damayanti menegaskan, momentum Dies Natalis ke-73 ini mengusung tema From Legacy to Global Impact.

menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya diukur dari fasilitas yang dimiliki saat ini, tetapi dari warisan nilai dan dampak yang ditinggalkan untuk masa depan.

Baca Juga: Trade Expo Resmi Dibuka, Mendag Optimistis Target Transaksi TEI 17,5 Miliar Dolar AS Tercapai

Guna memperluas daya jangkau internasional, UKI mencatatkan 54 kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri serta 33 kemitraan dengan lembaga internasional sepanjang tahun 2025. 

Memasuki kepemimpinan 2026–2030, UKI mengusung pilar UKI EMAS (Empowerment, Meaningfulness, Agility, Sustainability).

"Saya berharap lulusan UKI bukan hanya pencari kerja, tetapi pencipta solusi dan inovasi," tutur Angel Damayanti.

Baca Juga: Kemenimipas Raih Penghargaan Kementerian Pendukung Zakat Terbaik pada Grand BAZNAS Awards 2026

"Dosen bukan hanya mengajar, tetapi menghasilkan ilmu dan perubahan. Riset bukan berhenti di publikasi, tetapi menjadi inovasi di masyarakat," tegas Angel.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah