JawaPos.com - Universitas Indonesia (UI) meraih predikat Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan di Indonesia dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan, capaian ini menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan keberlanjutan sebagai bagian dari pengelolaan universitas.
”Keberlanjutan merupakan bagian dari transformasi UI yang diwujudkan melalui tata kelola, pendidikan, riset, inovasi, dan kehidupan kampus. Praktik keberlanjutan harus menjadi budaya serta memperluas kolaborasi dan dampaknya bagi masyarakat,” ujar Prof. Heri dilansir dari Antara.
Baca Juga: 65 Tahun Fakultas Teknik Atma Jaya, Ikatan Alumni Bawa Jejaring ke Babak Baru
Kepala UI GreenMetric Vishnu Juwono menegaskan, UI GreenMetric tidak hanya berfungsi sebagai pemeringkatan, tetapi juga sebagai jejaring yang mendorong perguruan tinggi untuk belajar, berbagi pengalaman, dan bergerak bersama dalam menghadapi tantangan keberlanjutan.
”Ketika praktik keberlanjutan di kampus dibawa mahasiswa, dosen, peneliti, dan alumni ke masyarakat, dunia usaha, maupun pemerintahan, dampaknya dapat bergerak jauh melampaui pagar kampus. Inilah kekuatan universitas sebagai pengganda perubahan,” ujar Vishnu.
Sementara itu, Unika Atma Jaya masuk dalam 50 besar perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia versi UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
Baca Juga: Mulai 2027, Program Indonesia Pintar Berikan Bantuan Rp 450 Ribu untuk Murid TK
Menempati peringkat 34 secara nasional, Rektor Unika Atma Jaya Yuda Turana menyatakan, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Unika Atma Jaya dalam mengembangkan lingkungan kampus yang semakin bertanggung jawab terhadap lingkungan.
”Hal ini diwujudkan melalui capaian dalam pemeringkatan dan berbagai inisiatif dalam pengelolaan lingkungan dan kehidupan sehari-hari di kampus,” papar Yuda Turana.
UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 menilai keberlanjutan perguruan tinggi melalui tujuh pilar.
Yakni Setting and Infrastructure (SI), Energy and Climate Change (EC), Waste (WS), Water (WR), Transportation (TR), Education (ED), dan Governance & Digitalization (GD).
Pemeringkatan ini melibatkan lebih dari 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara dan mengangkat pentingnya tata kelola, digitalisasi, serta kinerja yang terintegrasi dalam mewujudkan kampus berkelanjutan.
Selain itu, menyoroti kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan Masyarakat, dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan dan sosial.
Baca Juga: Rektor UI Dipercaya Pimpin Komite Akademik Laboratorium Bersama Indonesia-Tiongkok
Sejalan dengan semangat tersebut, lanjut Rektor Unika Atma Jaya Yuda Turana, Unika Atma Jaya telah menjalankan berbagai upaya untuk membangun lingkungan kampus yang mendukung praktik keberlanjutan.
Salah satunya melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kampus Semanggi yang berfungsi sebagai ruang hijau, ruang interaksi, rekreasi, dan pembelajaran bagi sivitas akademika.
”Kami menambah pohon dan sumur resapan sebagai bagian dari upaya memperluas ruang hijau, menghadirkan lingkungan kampus yang lebih nyaman, serta mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” papar Rektor Unika Atma Jaya Yuda Turana.
Baca Juga: Riset Tiga Kampus Patahkan Mitos soal Melinjo dan Asam Urat, Hadirkan Solusi Pangan Sehat
Upaya membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan juga dilakukan melalui penyediaan drinking water fountain di lingkungan kampus.
Menurut rektor, hal itu mendorong warga kampus untuk menggunakan wadah minum yang dapat digunakan kembali sekaligus mendukung pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai.
”Kami juga menjalankan gerakan penghematan energi sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon serta mendorong pemilahan sampah dalam aktivitas sehari-hari,” terang Yuda Turana.
Baca Juga: Simulasi TKA 21 Sampai 27 September, Kemendikdasmen Uji Kesiapan Sekolah Sebelum Hari H
Komitmen terhadap praktik berkelanjutan juga diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi.
Salah satunya lanjut dia, melalui kerja sama dengan DigiFlora yang menghadirkan alternatif papan bunga digital untuk berbagai kegiatan akademik dan institusional sebagai bagian dari upaya mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat praktik keberlanjutan di lingkungan kampus.
”Pencapaian ini menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada bagaimana seluruh komunitas kampus dapat terlibat dan membangun kebiasaan yang mendukung keberlanjutan,” ungkap Yuda Turana.
Baca Juga: Regenerasi Petani Jadi Sorotan, UIN Jakarta Tekankan 5 Pilar Ekosistem Pertanian
Menurut dia, pencapaian ini menjadi langkah untuk terus memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan kampus, sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sebagai bagian dari pengabdian untuk Tuhan dan Tanah Air.