← Beranda
Riset Tiga Kampus Patahkan Mitos soal Melinjo dan Asam Urat, Hadirkan Solusi Pangan Sehat
Latu Ratri Mubyarsah• Jumat, 25 September 2026 | 04.39 WIB
Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pancasila, dan Politeknik Negeri Media Kreatif, berhasil mewujudkan hilirisasi riset terapan yang berdampak bagi UMKM. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kolaborasi lintas institusi pendidikan tinggi yang melibatkan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pancasila (UP), dan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), berhasil mewujudkan hilirisasi riset terapan.

Hasil riset berdampak langsung bagi sektor usaha kecil.

Inovasi komprehensif ini dipamerkan dalam ajang Gelar Riset Hasil Inovasi Pendidikan Jarak Jauh Universitas Terbuka (GALERI PJJ-UT) 2026 dengan mengusung tema Beyond Innovation: Riset Berkualitas, Dampak Meluas.

Baca Juga: Simulasi TKA 21 Sampai 27 September, Kemendikdasmen Uji Kesiapan Sekolah Sebelum Hari H

Sinergi ini menghasilkan berbagai produk hilirisasi yang telah mengantongi pelindungan hukum resmi berupa Paten Granted.

Itu mencakup paten formula pangan fungsional, desain industri mesin, hingga Hak Cipta (HKI) untuk implementasi langsung pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mengubah Stigma Negatif Menjadi Peluang Sehat

Selama ini, pemanfaatan tanaman melinjo (Gnetum gnemon) kerap terkendala mitos publik yang mengaitkannya langsung dengan pemicu asam urat.

Baca Juga: Potong Anggaran MBG untuk Pendidikan, Pengamat Yakin Kuliah di PTN Gratis Sangat Mungkin

Melalui riset kolaboratif, peneliti dan inventor utama dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Endang Rudiatin berhasil mematahkan mitos tersebut secara ilmiah.

”Berdasar analisis kandungan melinjo terbukti kaya akan senyawa aktif gnetisin dan gnetana yang memiliki khasiat tinggi sebagai antioksidan alami. Konsumsi olahan melinjo yang tepat terbukti mampu membantu meningkatkan kesehatan tubuh, serta berperan dalam pencegahan diabetes dan obesitas,” kata Endang.

Formulasi ini telah diuji coba pada segmen wirausaha mahasiswa dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam bentuk biskuit sehat.

Produk itu terbukti memiliki masa simpan (shelf life) lebih panjang tanpa mengabaikan standar nutrisi guna meningkatkan nilai jual produk lokal.

Untuk memastikan hasil riset laboratorium dapat diadopsi secara massal oleh sektor usaha kecil, aspek produksi didukung penuh rekayasa teknologi mesin yang dirancang khusus pakar teknik mesin Universitas Pancasila Dwi Rahmalina dan Agri Suwandi.

Mesin penepung khusus yang dikembangkan tim ini telah mendapatkan Paten Desain Industri.

Baca Juga: Regenerasi Petani Jadi Sorotan, UIN Jakarta Tekankan 5 Pilar Ekosistem Pertanian

Teknologi ini memastikan efisiensi proses pengolahan bahan baku menjadi tepung halus berkualitas tinggi tanpa merusak kandungan senyawa aktif di dalamnya, sekaligus menjadi instrumen penting dalam standardisasi produksi UMKM.

Strategi Peningkatan Produk UKM Menuju Pasar Global

Hilirisasi riset ini tidak berhenti pada aspek produksi saja.

Guna mendongkrak daya saing dan memperluas jangkauan pasar pelaku UKM, Zalzulifa dari Politeknik Negeri Media Kreatif mengambil peran strategis dalam hal digitalisasi pemasaran.

Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis dari TK, Mendikdasmen Jelaskan Pemakaian Dana BOS

Melalui pendampingan pembuatan konten kreatif, strategi branding berbasis sains (science-based branding), serta pemanfaatan platform digital modern, produk olahan pangan sehat dari UMKM binaan diproyeksikan tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing untuk menembus pasar ekspor di mancanegara.

Kolaborasi 3 kampus menghasilkan poin strategis yaitu, menjadikan komoditas melinjo sebagai sumber pendapatan baru yang bernilai tambah tinggi bagi UMKM pangan.

Kolaborasi Triple-Helix in membuktikan bahwa sinergi akademisi, kepemilikan paten formal, dan penerapan teknologi tepat guna mampu menghasilkan solusi nyata bagi kemandirian pangan nasional.

Baca Juga: Nasib Guru Honorer Usai Guru P3K Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah