← Beranda
BUMN Bantu 3.500 Mahasiswa Teknik di Kaltim Hadapi Tantangan Baru Industri Energi
Rian AlfiantoJumat, 18 September 2026 | 05.55 WIB
Libatkan industri, perguruan tinggi ditantang siapkan lulusan yang kompeten. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sekitar 3.500 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur, menghadapi kebutuhan baru di dunia kerja sektor energi yang semakin menuntut penguasaan teknologi, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.

Interaksi lebih dekat dengan industri pun dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi memahami persoalan yang berkembang di lapangan.

Kebutuhan tersebut menjadi latar pembangunan sebuah ruang kolaborasi di lingkungan Fakultas Teknik Unmul.

Baca Juga: 1.096 Siswa SMPK Penabur Belajar Kehidupan dan Budaya Suku Tengger di Bromo

Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat mahasiswa, akademisi, dan industri bertemu untuk berdiskusi, bertukar pengetahuan, serta mengembangkan gagasan di bidang energi.

Pembangunannya ditandai dengan groundbreaking dalam rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026.

Fasilitas tersebut ditargetkan selesai dan mulai dimanfaatkan sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Sudah Ditempa Mental hingga Teknis, Kemendikdasmen Kirim 20 Talenta Vokasi Bertarung di WorldSkills

Ruang kolaborasi itu diproyeksikan dapat digunakan sekitar 50 hingga 70 mahasiswa setiap hari.

Dengan jumlah mahasiswa Fakultas Teknik yang mencapai sekitar 3.500 orang, keberadaannya diharapkan menjadi salah satu ruang tambahan untuk mempertemukan aktivitas akademik dengan perkembangan dunia industri.

Tantangan Mahasiswa Bukan Sekadar Menguasai Teori

Perubahan teknologi membuat kebutuhan kompetensi di sektor energi ikut berkembang.

Mahasiswa teknik dituntut memahami lebih dari sekadar teori yang diperoleh di ruang kuliah, termasuk perkembangan teknologi, inovasi, dan kebutuhan industri.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Lambang Subagiyo mengatakan, kehadiran industri di lingkungan kampus dapat memberikan gambaran yang lebih dekat mengenai perubahan dunia kerja.

“Kehadiran industri di tengah lingkungan kampus tentu memberikan semangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia kerja,” ujar Lambang melalui keterangannya.

Baca Juga: Tanoto Foundation Tegaskan Komitmen Dorong Inovasi Pendidikan dan Kesehatan di Indonesia

Menurut dia, sektor energi memiliki kaitan dengan aktivitas ekonomi dan pembangunan. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Dia menilai gas bumi juga perlu dikenalkan kepada mahasiswa karena perkembangannya tidak terlepas dari teknologi, inovasi, dan kebutuhan tenaga profesional dengan kompetensi tertentu.

“Pengembangan energi tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan infrastrukturnya, tetapi juga mengenai sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan mengelolanya,” tuturnya.

Baca Juga: Program Pesantren Nyaman Belajar Sedot Rp 17,5 Miliar, Menag Sebut 12 Juta Santri Adalah Anak Bangsa

Kampus dan Industri Perlu Bertemu Lebih Awal

Persoalan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja membuat hubungan kampus dengan industri menjadi semakin relevan.

Mahasiswa yang masih berada di bangku kuliah dapat memperoleh pemahaman mengenai persoalan industri sebelum memasuki pasar kerja.

Lambang berharap ruang kolaborasi tersebut tidak berhenti sebagai fasilitas pendukung kegiatan mahasiswa.

Baca Juga: Pacu Inovasi & Pengembangan Talenta: 22 Kampus Se-Indonesia Adu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Menurut dia, fungsi utamanya justru terletak pada aktivitas dan interaksi yang berlangsung di dalamnya.

“Kami berharap ruang ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan, tetapi juga menjadi wadah bertukar pengetahuan, berdiskusi, dan membangun kolaborasi,” kata Lambang.

Dengan pola tersebut, mahasiswa dapat memiliki kesempatan untuk mengenal perkembangan industri sekaligus memperluas jejaring.

Bagi perguruan tinggi, interaksi dengan industri juga dapat menjadi salah satu masukan dalam melihat kebutuhan kompetensi yang terus berubah.

Baca Juga: Tenaga Terampil untuk Caregiver, Homecare, Day Care, dan Baby Care Bisa Dihasilkan dari Politeknik

Kalimantan Timur sendiri memiliki posisi penting dalam aktivitas sektor energi nasional.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap talenta lokal yang memahami teknologi dan dinamika industri menjadi isu yang relevan bagi perguruan tinggi di wilayah tersebut.

Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan, Universitas Mulawarman menjadi salah satu mitra dalam pengembangan talenta dan inovasi bidang energi di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Cara S3 Psikologi UMM bantu Mahasiswa Lulus Cepat dan Tembus Jurnal Internasional Bereputasi

“PGN Co Space kami harapkan menjadi ruang kolaborasi dan inovasi bagi mahasiswa, akademisi, dan industri,” ujar Hery.

Menurut Hery, ruang tersebut diharapkan mempertemukan ide, pengetahuan, kreativitas, dan jejaring antara mahasiswa dengan dunia industri.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar menghasilkan aktivitas yang relevan.

Baca Juga: Revitalisasi SMPN 16 Medan Selesai, Mendikasmen Pastikan Kegiatan Belajar Sudah Normal

Ruang kolaborasi baru akan memberikan dampak jika dimanfaatkan untuk diskusi, pengembangan gagasan, riset, maupun kegiatan yang membantu mahasiswa memahami persoalan industri secara langsung.

“Yang kami bangun bukan hanya ruang secara fisik. Kami ingin ruang ini nantinya hidup dengan aktivitas, kreativitas, dan kolaborasi,” kata Hery.

Bagi ribuan mahasiswa teknik di Unmul, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting ketika sektor energi terus menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan kompetensi.

Pertemuan antara pengetahuan kampus dan persoalan industri sejak masa kuliah pada akhirnya dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja yang berubah cepat.

Baca Juga: Kucurkan Rp 50 M, Kemendikdasmen Mulai Revitalisasi Sekolah Terdampak Gempa di NTT

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah