← Beranda
Belajar Bahasa Tak Cukup di Kelas, Pengalaman Internasional Membentuk Kemandirian Siswa
Rian AlfiantoRabu, 9 September 2026 | 20.47 WIB
Ilustrasi anak-anak belajar bahasa Inggris dengan praktik langsung bersama teman-temannya. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kemampuan bahasa asing tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas. Ketika digunakan untuk memesan makanan, bertanya arah, berkenalan dengan orang baru atau menyampaikan pendapat, bahasa menjadi bagian dari pengalaman belajar sekaligus melatih kemandirian dan kepercayaan diri siswa.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini menjadi semakin relevan dalam pendidikan, karena bekal siswa untuk menghadapi masa depan tidak hanya berupa kemampuan akademik, tetapi juga komunikasi, kerja sama, adaptasi, dan kemampuan memahami lingkungan yang berbeda.

Salah satu bentuk pengalaman tersebut hadir melalui EF Language Travel, yang memberikan kesempatan peserta belajar bahasa sekaligus berinteraksi langsung dengan lingkungan dan budaya di negara tujuan.

Baca Juga: Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda

Bahasa Dipakai dalam Situasi Nyata

Untuk anak dan remaja usia 7–17 tahun, EF Homestay Program memadukan pembelajaran bahasa dengan berbagai aktivitas selama sekitar dua hingga tiga minggu, sesuai program dan destinasi.

Peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas, tetapi juga menjalani kunjungan edukatif, kegiatan olahraga dan outdoor, cultural activities, city exploration hingga excursion.

Interaksi dengan peserta dari berbagai negara membuat penggunaan bahasa berlangsung secara lebih alami.

Baca Juga: Pekan Halal Indonesia 2026: MCEBI Pamerkan Produk Halal Tenant Juara Studentpreneur Bootcamp

Pengalaman tinggal di luar negeri juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Peserta dapat tinggal bersama Host Family atau di Residence, sesuai program yang diikuti.

Saat tinggal jauh dari rumah, anak belajar mengikuti jadwal, menjaga barang pribadi, mengurus kebutuhan sehari-hari, sekaligus beradaptasi dengan kebiasaan yang berbeda.

Pengalaman sederhana seperti memesan makanan atau berbicara dengan teman baru pun menjadi latihan komunikasi dan keberanian.

Dengan demikian, perjalanan belajar tidak berhenti pada kemampuan berbahasa.

Anak juga mendapat kesempatan mengenali kemampuan dirinya ketika berada di lingkungan yang tidak familiar.

Baca Juga: Prestasi Mahasiswa Jadi Bekal Perjalanan Menuju Berdampak dan Inspirasi

Pengalaman Internasional Melatih Adaptasi

Berada di lingkungan multikultural membuat siswa berhadapan dengan cara hidup dan kebiasaan yang berbeda.

Dari situ, mereka belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, serta mencari cara berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Kegiatan kelompok juga memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan communication, teamwork, leadership, confidence, dan adaptability.

Baca Juga: Baznas Buka Beasiswa Santri 2026 bagi 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi

Keterampilan tersebut menjadi pelengkap kemampuan akademik yang diperoleh di sekolah.

Bagi orang tua, aspek pendampingan tetap menjadi perhatian.

Dalam program group, peserta berangkat bersama kelompok dan didampingi EF Leader sejak perjalanan dari Indonesia, selama program di negara tujuan, hingga kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ziarah! UT Purwokerto Hidupkan Kembali Spirit Tokoh Nasional dan Daerah

EF menyebut para EF Leader melalui proses seleksi dan pelatihan sebelum mendampingi grup peserta.

Pola tersebut memungkinkan anak memperoleh ruang untuk belajar mandiri tanpa harus menjalani perjalanan seorang diri.

Dunia di Luar Kelas sebagai Bagian dari Pendidikan

Pilihan destinasi EF Homestay Program dari Indonesia dapat mencakup Singapura, Jepang, Australia, Amerika Serikat dan Inggris, bergantung pada periode serta program keberangkatan.

Setiap destinasi memberikan pengalaman budaya dan lingkungan belajar yang berbeda.

Baca Juga: Sebanyak 2.800 Mahasiswa Baru Unika Atma Jaya Bersiap Menjadi Future Leaders

Sementara bagi peserta yang mempersiapkan pendidikan tinggi di luar negeri, EF University Preparation berfokus pada kemampuan bahasa Inggris akademik dan academic skills.

Ada pula EF Individual Language Abroad bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa melalui pengalaman belajar dan tinggal di luar negeri dengan durasi yang lebih fleksibel.

Rangkaian program tersebut diawali dengan persiapan sebelum keberangkatan melalui sesi pre-departure, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran dan berbagai aktivitas di negara tujuan.

Baca Juga: Alumni UI Dibidik Masuk Dunia Industri, Dany: Ada Karpet Merah

Pada akhirnya, pengalaman belajar di luar negeri bukan hanya tentang seberapa banyak kosakata baru yang dikuasai siswa.

Ada proses ketika mereka belajar mengurus diri, berkomunikasi, bekerja sama, menghadapi perbedaan, dan mengambil keputusan dalam situasi baru.

Dalam konteks pendidikan, pengalaman semacam ini menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung jauh melampaui batas ruang kelas.

Baca Juga: Pataka APPAUDI: Mandat, Perlindungan dan Dukungan Pusat untuk Bali

Pengetahuan yang dipelajari di sekolah mendapat kesempatan untuk digunakan dalam kehidupan nyata, sementara kemandirian dan kemampuan beradaptasi tumbuh melalui pengalaman langsung.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah