JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan SDN Mboeng di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu sekolah yang diprioritaskan untuk direvitalisasi tahun 2026.
Hal itu menanggapi viralnya kondisi bangunan SDN Mboeng yang mengalami kerusakan berat tapi malah lebih dulu menerima dukungan digitalisasi pembelajaran berupa perangkat TV digital alias Papan Interaktif Digital (PID)
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai prioritas bantuan untuk sekolah.
"SDN Mboeng akan direvitalisasi. Dan bukan hanya satu sekolah, 1.487 satuan pendidikan di NTT menjadi sasaran revitalisasi pada 2026," tulis keterangan akun Instagram resmi Kemendikdasmen, dikutip Rabu (9/9).
Baca Juga: Polda Lampung Perkuat Pencari 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Kemendikdasmen menyebut telah melakukan pengecekan terhadap kondisi SDN Mboeng. Sekolah tersebut melayani 84 murid yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel), dengan dukungan 10 guru dan tenaga kependidikan.
Saat ini, SDN Mboeng memiliki lima ruang bangunan permanen. Namun, dua ruang kelas di antaranya mengalami rusak berat.
Untuk memenuhi kebutuhan enam rombel, sekolah tersebut juga masih menggunakan empat ruang kelas darurat. Sebagian ruang kelas darurat itu bahkan dibangun melalui swadaya orang tua murid.
"Kondisi ini membutuhkan perhatian dan tindak lanjut," aku Kemendikdasmen.
Kemendikdasmen memastikan SDN Mboeng termasuk sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun ini. Program tersebut tidak hanya menyasar satu sekolah, tetapi mencakup ribuan satuan pendidikan di NTT.
Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT menjadi sasaran revitalisasi. Anggaran lebih dari Rp 1,2 triliun dialokasikan untuk membangun dan memperbaiki satuan pendidikan tersebut.
Program itu melanjutkan revitalisasi yang telah dilakukan pada 2025. Saat itu, lebih dari Rp 600 miliar digunakan untuk memperbaiki 580 satuan pendidikan di NTT.
Satuan pendidikan yang menjadi sasaran mencakup PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, SKB, hingga PKBM.
Selain revitalisasi fisik sekolah, Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran di NTT. Pada 2025, sebanyak 8.985 satuan pendidikan di NTT menjadi penerima program digitalisasi pembelajaran dengan alokasi anggaran lebih dari Rp 297 miliar.
Baca Juga: Drone Bawah Laut Ditemukan, IRGC: Teknologi AS Tak Bisa Hindari Sistem Pengawasan Iran di Hormuz
Dengan demikian, bantuan perangkat digital untuk sekolah seperti SDN Mboeng merupakan bagian dari upaya mendukung pembelajaran. Sementara persoalan kondisi bangunan sekolah ditangani melalui program revitalisasi.
Kemendikdasmen menegaskan perubahan dan perbaikan akan terus dilanjutkan agar para murid dapat belajar dengan lebih fokus di lingkungan sekolah yang aman dan layak.
"Perhatian masyarakat adalah pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki layanan pendidikan," kata Kemendikdasmen.
Kemendikdasmen juga menyatakan komitmennya untuk menghadirkan sekolah yang aman dan layak, pembelajaran yang bermutu, serta akses pendidikan yang semakin merata.
Revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran disebut akan terus berjalan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia.